alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

BMKG Warning Cuaca Ekstrim, Wilayah Timur Masih Berpotensi Banjir

PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio kelas 1 Pontianak mengeluarkan release peringatan dini (warning) cuaca ekstrim yang rentan terjadi pada 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

“Sehubungan diprakirakan masih akan terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah Kalimantan Barat, kami ampaikan informasi lengkap prakiraan sebagai bahan masukan dalam mengambil kebijakan kegiatan mewaspadai potensi cuaca ekstrim di Kalimantan Barat,” kata Kepala, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio kelas 1 Pontianak, Nanang Buchori dalam siaran pers releasenya.

Menurutnya hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Barat periode tanggal 5-12 November 2021. ” Diprakirakan masih adanya potensi terjadi hujan sedang atau lebat di wilayah Kalbar bagian Timur (Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu). Hal tersebut mengindikasikan potensi masih akan terus berlangsungnya banjir di wilayah tersebut,” ucapnya.

Untuk detail informasi prakiraan hujan lebat di Kalbar, beberapa hari ke depan diprakirakan masih rentan terjadi. Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sintang diprakirakan frekuensi terjadi hujan lebat masih tinggi. Sehingga wilayah Kapuas Hulu dan Sintang potensi terjadinya banjir masih akan berlangsung lebih lama lagi.

Sementara, prakiraan pasang surut air laut yang dikeluarkan Pushidros-AL. Diprakirakan pasang air laut akan berada pada periode maksimum. Pasang maksimum di sekitar wilayah Kendawangan, Kabupaten Ketapang diprakirakan terjadi 7 sampai 10 November 2021 pada pukul 11.00-13.00 WIB. Sementara pasang maksimum di sekitar Kota Pontianak diprakirakan sekitar terjadi tanggal 9-12 November 2021 sekitar pukul 09.00-13.00 WIB.

Baca Juga :  Ruwahan, Tradisi Sambut Ramadhan Warga Kubu Raya

Sementara, wilayah berpotensi terjadi genangan atau banjir tanggal 5-12 November 2021 dengan status waspada siaga. Diantaranya Kota Pontianak (Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, Pontianak Kota, Pontianak Barat, Pontianak Timur, Pontianak Utara). Kabupaten Kubu Raya (Batu Ampar, Terentang, Rasau Jaya, Kubu, Telok
Pakedai, dan Sungai Kakap).

Di perhuluan Kalbar, Kabupaten Sanggau (Kapuas, Mukok, Parindu, Tayan Hilir, Meliau, Toba, dan Balai). Kabupaten Melawi (Sokan, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Belimbing Hulu). Untuk Kabupaten Sekadau (Belitang Hulu, Nanga Mahap, Belitang Hilir, Belitang). Sementara di Kabupaten Sintang terjadi di Ketungau Hilir, dan Ambalau.

Nanang melanjutkan berdasarkan prakiraan curah hujan probalistik dasarian (10 harian) disampaikan Stasiun Klimatologi Mempawah pada tanggal 31 Oktober 2021, diprakirakan peluang terjadi curah hujan lebih dari 150 mm/dasarian dengan probabilitas >70 persen di sebagian wilayah Kapuas Hulu dan Sintang. Sementara pada dasarian II dan III November 2021 diprakirakan peluang curah hujan tinggi >150 mm/dasarian) sangat rendah di wilayah Kalbar bagian tengah hingga timur.

Dengan kata lain, diprakirakan pada periode Dasarian II dan III November 2021 berpotensi terjadinya genangan tidak akan semasif dasarian I November 2021. Namun demikian, pada Dasarian II dan III peluang terjadi curah hujan >150 mm sangat rendah, banjir atau genangan tentunya memerlukan waktu untuk surut.

Baca Juga :  Hujan Lebat dan Air Pasang Terus Mengancam

Diprakirakan pada dasarian I-III bulan November 2021 ini peluang terjadi curah hujan >150 mm/dasarian di wilayah pesisir barat Kalbar 10 – 60 persen. Artinya masih terdapat potensi terjadi genangan juga nanti di pesisir barat Kalbar, yaitu Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, Bengkayang, dan Kota Singkawang.

BMKG Supadio Pontianak merincikan kesimpulan dan rekomendasinya adalah masih perlu meningkatan kewaspadaan menghadapi dampak yang dipicu dari potensi terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam 1 minggu ke depan di sebagian wilayah Kalbar.

Lainnya Wilayah Kalimantan Barat bagian Timur ( Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu) masih perlu terus waspada karena beberapa hari ke depan masih akan berpotensi terjadi hujan lebat. Untuk Wilayah pesisir barat Kalbar juga perlu mewaspadai potensi terjadinya genangan atau banjir karena terdapatnya potensi pasang air maksimum dan diprakirakan secara umum curah hujan pada bulan November hingga desember 2021 pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. (den)

PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio kelas 1 Pontianak mengeluarkan release peringatan dini (warning) cuaca ekstrim yang rentan terjadi pada 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

“Sehubungan diprakirakan masih akan terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah Kalimantan Barat, kami ampaikan informasi lengkap prakiraan sebagai bahan masukan dalam mengambil kebijakan kegiatan mewaspadai potensi cuaca ekstrim di Kalimantan Barat,” kata Kepala, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio kelas 1 Pontianak, Nanang Buchori dalam siaran pers releasenya.

Menurutnya hujan dengan intensitas lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Barat periode tanggal 5-12 November 2021. ” Diprakirakan masih adanya potensi terjadi hujan sedang atau lebat di wilayah Kalbar bagian Timur (Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu). Hal tersebut mengindikasikan potensi masih akan terus berlangsungnya banjir di wilayah tersebut,” ucapnya.

Untuk detail informasi prakiraan hujan lebat di Kalbar, beberapa hari ke depan diprakirakan masih rentan terjadi. Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sintang diprakirakan frekuensi terjadi hujan lebat masih tinggi. Sehingga wilayah Kapuas Hulu dan Sintang potensi terjadinya banjir masih akan berlangsung lebih lama lagi.

Sementara, prakiraan pasang surut air laut yang dikeluarkan Pushidros-AL. Diprakirakan pasang air laut akan berada pada periode maksimum. Pasang maksimum di sekitar wilayah Kendawangan, Kabupaten Ketapang diprakirakan terjadi 7 sampai 10 November 2021 pada pukul 11.00-13.00 WIB. Sementara pasang maksimum di sekitar Kota Pontianak diprakirakan sekitar terjadi tanggal 9-12 November 2021 sekitar pukul 09.00-13.00 WIB.

Baca Juga :  Analisis BMKG Puting Beliung Pontianak, Kecepatan Angin Lebih dari 20 Knot

Sementara, wilayah berpotensi terjadi genangan atau banjir tanggal 5-12 November 2021 dengan status waspada siaga. Diantaranya Kota Pontianak (Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, Pontianak Kota, Pontianak Barat, Pontianak Timur, Pontianak Utara). Kabupaten Kubu Raya (Batu Ampar, Terentang, Rasau Jaya, Kubu, Telok
Pakedai, dan Sungai Kakap).

Di perhuluan Kalbar, Kabupaten Sanggau (Kapuas, Mukok, Parindu, Tayan Hilir, Meliau, Toba, dan Balai). Kabupaten Melawi (Sokan, Tanah Pinoh Barat, Belimbing, dan Belimbing Hulu). Untuk Kabupaten Sekadau (Belitang Hulu, Nanga Mahap, Belitang Hilir, Belitang). Sementara di Kabupaten Sintang terjadi di Ketungau Hilir, dan Ambalau.

Nanang melanjutkan berdasarkan prakiraan curah hujan probalistik dasarian (10 harian) disampaikan Stasiun Klimatologi Mempawah pada tanggal 31 Oktober 2021, diprakirakan peluang terjadi curah hujan lebih dari 150 mm/dasarian dengan probabilitas >70 persen di sebagian wilayah Kapuas Hulu dan Sintang. Sementara pada dasarian II dan III November 2021 diprakirakan peluang curah hujan tinggi >150 mm/dasarian) sangat rendah di wilayah Kalbar bagian tengah hingga timur.

Dengan kata lain, diprakirakan pada periode Dasarian II dan III November 2021 berpotensi terjadinya genangan tidak akan semasif dasarian I November 2021. Namun demikian, pada Dasarian II dan III peluang terjadi curah hujan >150 mm sangat rendah, banjir atau genangan tentunya memerlukan waktu untuk surut.

Baca Juga :  Potensi Hujan Awal Maret

Diprakirakan pada dasarian I-III bulan November 2021 ini peluang terjadi curah hujan >150 mm/dasarian di wilayah pesisir barat Kalbar 10 – 60 persen. Artinya masih terdapat potensi terjadi genangan juga nanti di pesisir barat Kalbar, yaitu Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Kota Pontianak, Mempawah, Bengkayang, dan Kota Singkawang.

BMKG Supadio Pontianak merincikan kesimpulan dan rekomendasinya adalah masih perlu meningkatan kewaspadaan menghadapi dampak yang dipicu dari potensi terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat dalam 1 minggu ke depan di sebagian wilayah Kalbar.

Lainnya Wilayah Kalimantan Barat bagian Timur ( Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu) masih perlu terus waspada karena beberapa hari ke depan masih akan berpotensi terjadi hujan lebat. Untuk Wilayah pesisir barat Kalbar juga perlu mewaspadai potensi terjadinya genangan atau banjir karena terdapatnya potensi pasang air maksimum dan diprakirakan secara umum curah hujan pada bulan November hingga desember 2021 pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. (den)

Most Read

Tetap Terapkan Prokes

Ikan Tapah Bobot 54 Kg

Bajakah dan Kelestarian Lingkungan Hidup

Artikel Terbaru

/