alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Merajut Harmoni di Bumi Khatulistiwa

Film Dokumenter tentang Kerukunan

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kalbar meluncurkan film bertajuk Merajut Harmoni di Bumi Khatulistiwa. Film dokumenter berdurasi 13 menit itu menggambarkan kerukunan Kalimantan Barat di tengah keberagaman.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

AKHIR 2019, FKUB Kalbar memformulasikan kerukunan umat beragama dengan melibatkan anak muda. Bila selama ini, kerukunan lebih banyak bicara tentang orang tua, tokoh agama, maka sudah semestinya meluas ke anak muda. Peran anak muda menyerukan kedamaian di tengah keberagaman penting dilakukan.

Ismail Ruslan, Ketua FKUB Kalbar mengatakan, pendekatan yang dilakukan juga mesti dengan cara anak muda. Salah satunya melalui  film dokumenter.

Ismail mengatakan, para ahli berpendapat bahwa Kalbar merupakan laboratoriumnya Indonesia. Berbagai etnis hidup berdampingan di Kalbar. Begitu juga dari sisi agama. Enam agama dapat hidup berdampingan di Kalbar.

Baca Juga :  Bangun Kembali Pengolahan Sampah Biodigester

Menurut Ismail, keberagaman ini bisa menjadi ruang mempersatukan di tengah perbedaan, tetapi disisi lain berpotensi sebagai pemisah. Bergantung dari cara masyarakat member penilaian dan merespon perbedaan.

Tidak ada dalam catatan para sejarahwan, sosiolog terkait konflik kelompok agama di Kalbar. Namun, kata Ismail peristiwa tempat lain yang bersinggungan dengan agama tak dipungkiri getarannya ikut terasa di Kalbar.

“Enam agama selalu berikhtiar dan merakit damai agar Kalbar tetap kondusif. Kami sosialisasikan kepada masyarakat pentingnya menjaga kedamaian di Kalbar, agar hidup bisa damai,” kata dia.

Dalam film ini juga menyampaikan testimoni enam tokoh agama. Memberikan pesan menjaga kerukunan dan ketentraman. Juga seruan dari Polda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, dan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar.

Baca Juga :  Bantu Warga Landak, PKS Berikan Bantuan Makanan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam testimoninya juga mengatakan keharmonisan antar umat beragam cukup baik. Artinya masalah berkaitan dengan agama di Kalbar hampir tidak ada. “Ini perlu di tumbuh kembangkan, supaya harmonisasi tercipta. Karena harmonisasi itu modal dasar membangun Kalbar,” jelasnya.

Film ini diluncurkan beberapa waktu lalu ini dapat ditonton di chanel youtube FKUB Kalbar. Film ini dibuat dari kerjasama FKUB dan Program Studi Agama-agama IAIN Pontianak. Melibatkan anak muda, dan tim ahli dari Jakarta. Tujuan lain dari film ini agar masyarakat juga tidak mudah percaya dengan berita-berita bohong yang merusak kerukunan umat beragama.(*)

Film Dokumenter tentang Kerukunan

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kalbar meluncurkan film bertajuk Merajut Harmoni di Bumi Khatulistiwa. Film dokumenter berdurasi 13 menit itu menggambarkan kerukunan Kalimantan Barat di tengah keberagaman.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

AKHIR 2019, FKUB Kalbar memformulasikan kerukunan umat beragama dengan melibatkan anak muda. Bila selama ini, kerukunan lebih banyak bicara tentang orang tua, tokoh agama, maka sudah semestinya meluas ke anak muda. Peran anak muda menyerukan kedamaian di tengah keberagaman penting dilakukan.

Ismail Ruslan, Ketua FKUB Kalbar mengatakan, pendekatan yang dilakukan juga mesti dengan cara anak muda. Salah satunya melalui  film dokumenter.

Ismail mengatakan, para ahli berpendapat bahwa Kalbar merupakan laboratoriumnya Indonesia. Berbagai etnis hidup berdampingan di Kalbar. Begitu juga dari sisi agama. Enam agama dapat hidup berdampingan di Kalbar.

Baca Juga :  Bantu Warga Landak, PKS Berikan Bantuan Makanan

Menurut Ismail, keberagaman ini bisa menjadi ruang mempersatukan di tengah perbedaan, tetapi disisi lain berpotensi sebagai pemisah. Bergantung dari cara masyarakat member penilaian dan merespon perbedaan.

Tidak ada dalam catatan para sejarahwan, sosiolog terkait konflik kelompok agama di Kalbar. Namun, kata Ismail peristiwa tempat lain yang bersinggungan dengan agama tak dipungkiri getarannya ikut terasa di Kalbar.

“Enam agama selalu berikhtiar dan merakit damai agar Kalbar tetap kondusif. Kami sosialisasikan kepada masyarakat pentingnya menjaga kedamaian di Kalbar, agar hidup bisa damai,” kata dia.

Dalam film ini juga menyampaikan testimoni enam tokoh agama. Memberikan pesan menjaga kerukunan dan ketentraman. Juga seruan dari Polda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, dan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar.

Baca Juga :  Norsan Ajak Jamaah Shalat Idul Adha Taati Protokol Kesehatan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam testimoninya juga mengatakan keharmonisan antar umat beragam cukup baik. Artinya masalah berkaitan dengan agama di Kalbar hampir tidak ada. “Ini perlu di tumbuh kembangkan, supaya harmonisasi tercipta. Karena harmonisasi itu modal dasar membangun Kalbar,” jelasnya.

Film ini diluncurkan beberapa waktu lalu ini dapat ditonton di chanel youtube FKUB Kalbar. Film ini dibuat dari kerjasama FKUB dan Program Studi Agama-agama IAIN Pontianak. Melibatkan anak muda, dan tim ahli dari Jakarta. Tujuan lain dari film ini agar masyarakat juga tidak mudah percaya dengan berita-berita bohong yang merusak kerukunan umat beragama.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/