alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Gerindra Kerucutkan Nama Bacalonkada 2020

PONTIANAK—Aturan anggota DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi yang akan maju pada pilkada serentak tahun 2020 harus mundur masih berlaku. Makanya banyak kader partai menyurutkan langkahnya untuk melamar ke partai politik. Namun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalimantan Barat punya pendapat sendiri ketika kadernya diminta maju.

“Memang banyak ogah maju karena harus meninggalkan jabatannya di legislatif. Akan tetapi kalau partai menugaskan, mau tidak mau harus maju pilkada,” ungkap Suriansyah, Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Senin (06/01)

Aturan legislator atau anggota dewan harus mundur sendiri tertuang dalam
UU No. 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Legislator atau anggota DPRD Kota/kabupaten, DPRD Propinsi, DPD RI dan DPR RI harus mundur ketika hendak maju sebagai kontestan kepala daerah.

Baca Juga :  Edy Kusuma Terpilih jadi Ketua FOBI Priode 2020-2024

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini memberikan contoh bahwa Ketua DPRD Bengkayang dengan Ketua DPRD Sambas adalah kader Gerindra. Harusnya memang diamanahkan maju sebagai bakal calon kepala daerah (Bacalon) pada Pilkada serentak tahun 2020.

“Akan tetapi, mereka sepertinya belum siap melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPRD,” ujarnya.

Kedua kader Gerindra tersebut cukup potensial memenangkan Pilkada tahun 2020. Gerindra jelas mendorong untuk maju. “Tetap kami (Gerindra) dorong, akan tetapi masih pada tingkatan DPD dulu,” ucap dia.

Untuk tingkatan DPC Gerindra memang sudah melaporkan hasil dan proses seleksi penjaringan cakada tahun 2020. Bahkan beberapa sudah mampu mengkerucutkan nama-nama yang diusung Partai Gerindra, meski beberapa DPC belum menyerahkan.

Hasil rekomendasi Rapimda sebelumnya, bacalonkada dinilai cukup kuat sudah terdeteksi. Misalnya saja i Kabupaten Sekadau kemungkinan terdapat dua pasang, yakni Aron dan Subandrio. Untuk Kabupaten Sintang diketahui tiga nama yang dinilai kuat, yakni Jarot Winarno, Askiman dan Jefray.

Baca Juga :  BisaKerja.co.id Permudah Peserta Didik Mencari Kerja

“Untuk Kabupaten masih mengambang seperti Ketapang ada nama Martin Rantan dan Farhan melobi kami. Adapula bacalon lain masih komunikasi dengan Gerindra,” jelasnya.

Untuk data sekarang, masih mentah yakni berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bacalonkadanya sudah mengajukan. Hanya memang masih ada masalah pada partai asalnya. “Rencananya beliau akan maju bersama kader kami (Gerindra),” jelas Suriansyah.

Lebih lanjut dikatakan bahwa nama-nama berhasil dijaring pada tingkatan DPC selanjutnya kan diajukan ke DPP Gerindra pada 15 Januari 2020. Kemudian DPP akan memroses lebih lanjut, sampai sebelum pendaftaran.(den)

PONTIANAK—Aturan anggota DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi yang akan maju pada pilkada serentak tahun 2020 harus mundur masih berlaku. Makanya banyak kader partai menyurutkan langkahnya untuk melamar ke partai politik. Namun Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalimantan Barat punya pendapat sendiri ketika kadernya diminta maju.

“Memang banyak ogah maju karena harus meninggalkan jabatannya di legislatif. Akan tetapi kalau partai menugaskan, mau tidak mau harus maju pilkada,” ungkap Suriansyah, Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Senin (06/01)

Aturan legislator atau anggota dewan harus mundur sendiri tertuang dalam
UU No. 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Legislator atau anggota DPRD Kota/kabupaten, DPRD Propinsi, DPD RI dan DPR RI harus mundur ketika hendak maju sebagai kontestan kepala daerah.

Baca Juga :  Menyesuaikan Protokol Kesehatan, Anggaran Pilkada Bisa Tembus Rp 20 T

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini memberikan contoh bahwa Ketua DPRD Bengkayang dengan Ketua DPRD Sambas adalah kader Gerindra. Harusnya memang diamanahkan maju sebagai bakal calon kepala daerah (Bacalon) pada Pilkada serentak tahun 2020.

“Akan tetapi, mereka sepertinya belum siap melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPRD,” ujarnya.

Kedua kader Gerindra tersebut cukup potensial memenangkan Pilkada tahun 2020. Gerindra jelas mendorong untuk maju. “Tetap kami (Gerindra) dorong, akan tetapi masih pada tingkatan DPD dulu,” ucap dia.

Untuk tingkatan DPC Gerindra memang sudah melaporkan hasil dan proses seleksi penjaringan cakada tahun 2020. Bahkan beberapa sudah mampu mengkerucutkan nama-nama yang diusung Partai Gerindra, meski beberapa DPC belum menyerahkan.

Hasil rekomendasi Rapimda sebelumnya, bacalonkada dinilai cukup kuat sudah terdeteksi. Misalnya saja i Kabupaten Sekadau kemungkinan terdapat dua pasang, yakni Aron dan Subandrio. Untuk Kabupaten Sintang diketahui tiga nama yang dinilai kuat, yakni Jarot Winarno, Askiman dan Jefray.

Baca Juga :  H Baiduri Semakin Dijagokan, Masih Elus Nama Wakilnya

“Untuk Kabupaten masih mengambang seperti Ketapang ada nama Martin Rantan dan Farhan melobi kami. Adapula bacalon lain masih komunikasi dengan Gerindra,” jelasnya.

Untuk data sekarang, masih mentah yakni berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Bacalonkadanya sudah mengajukan. Hanya memang masih ada masalah pada partai asalnya. “Rencananya beliau akan maju bersama kader kami (Gerindra),” jelas Suriansyah.

Lebih lanjut dikatakan bahwa nama-nama berhasil dijaring pada tingkatan DPC selanjutnya kan diajukan ke DPP Gerindra pada 15 Januari 2020. Kemudian DPP akan memroses lebih lanjut, sampai sebelum pendaftaran.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/