alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Hindari Denda, Lapor SPT Tahunan Lebih Awal

PONTIANAK – KPP Pratama Mempawah membuka layanan tatap muka pertama di tahun 2021. Seluruh jenis layanan sudah dapat diberikan, termasuk pelaporan SPT Tahunan 2020, Senin (04/01). Beberapa wajib pajak terlihat mendatangi KPP Pratama Mempawah yang beralamat di Jalan Sultan Abdurrahman Nomor 76 Pontianak.

Salah satunya wajib pajak tersebut ialah Rahmat (30), warga Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Atas kesadarannya sendiri, Rahmat datang untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2020 secara tepat waktu.

Dibimbing oleh petugas, Rahmat melaporkan SPT Tahunannya melalui saluran e-filing. Dengan terlebih dahulu dilakukan aktivasi EFIN, selanjutnya mengisi penghasilan dan data-data lainnya. Tak sampai 10 menit, Rahmat telah mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE).

Baca Juga :  Tunggak Pajak Rp2 M, Delapan Excavator Disita

“Cepat juga ya kak tidak seperti yang saya bayangkan. Terima kasih banyak atas  pelayanan KPP Pratama Mempawah yang telah diberikan.” ujarnya. Setelah melakukan pelaporan SPT Tahunan yang menjadi kewajibannya, KPP Pratama Mempawah memberikan suvenir kepada Rahmat untuk mengapresiasi atas kepatuhan untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya melalui pelaporan SPT Tahunan.

SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2020 sudah dapat dilaporkan secara online di laman djponline.pajak.go.id mulai tanggal 01 Januari 2021. Sementara untuk mendapatkan asistensi pelaporan SPT Tahunan di KPP Pratama Mempawah / KP2KP Mempawah sudah dapat dilakukan mulai hari ini.

Untuk SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi, batas waktu pelaporan adalah paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak (31 Maret). Sementara untuk SPT Tahunan Wajib Pajak Badan, batas waktu pelaporan adalah paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak (30 April).

Baca Juga :  Pantau Kesiapan Personel Penyemprotan Serentak

Sesuai Pasal 7 UU KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan), jika SPT tidak dilaporkan sesuai dengan masa jatuh tempo maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp100.000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan Rp1.000.000 untuk Wajib Pajak Badan.(*)

PONTIANAK – KPP Pratama Mempawah membuka layanan tatap muka pertama di tahun 2021. Seluruh jenis layanan sudah dapat diberikan, termasuk pelaporan SPT Tahunan 2020, Senin (04/01). Beberapa wajib pajak terlihat mendatangi KPP Pratama Mempawah yang beralamat di Jalan Sultan Abdurrahman Nomor 76 Pontianak.

Salah satunya wajib pajak tersebut ialah Rahmat (30), warga Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Atas kesadarannya sendiri, Rahmat datang untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2020 secara tepat waktu.

Dibimbing oleh petugas, Rahmat melaporkan SPT Tahunannya melalui saluran e-filing. Dengan terlebih dahulu dilakukan aktivasi EFIN, selanjutnya mengisi penghasilan dan data-data lainnya. Tak sampai 10 menit, Rahmat telah mendapatkan Bukti Penerimaan Elektronik (BPE).

Baca Juga :  Sosialisasi Revitalisasi Perpustakaan, Transformasi Berbasis Inklusi

“Cepat juga ya kak tidak seperti yang saya bayangkan. Terima kasih banyak atas  pelayanan KPP Pratama Mempawah yang telah diberikan.” ujarnya. Setelah melakukan pelaporan SPT Tahunan yang menjadi kewajibannya, KPP Pratama Mempawah memberikan suvenir kepada Rahmat untuk mengapresiasi atas kepatuhan untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya melalui pelaporan SPT Tahunan.

SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2020 sudah dapat dilaporkan secara online di laman djponline.pajak.go.id mulai tanggal 01 Januari 2021. Sementara untuk mendapatkan asistensi pelaporan SPT Tahunan di KPP Pratama Mempawah / KP2KP Mempawah sudah dapat dilakukan mulai hari ini.

Untuk SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi, batas waktu pelaporan adalah paling lama 3 bulan setelah akhir Tahun Pajak (31 Maret). Sementara untuk SPT Tahunan Wajib Pajak Badan, batas waktu pelaporan adalah paling lama 4 bulan setelah akhir Tahun Pajak (30 April).

Baca Juga :  Empat Nama Pimpinan Definitif DPRD Kalbar

Sesuai Pasal 7 UU KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan), jika SPT tidak dilaporkan sesuai dengan masa jatuh tempo maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp100.000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi dan Rp1.000.000 untuk Wajib Pajak Badan.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/