alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pengusaha Tempe Keluhkan Kenaikan Kedelai

PONTIANAK – Para pelaku usaha tempe-tahu mengeluh akan naiknya harga bahan baku kedelai impor pada tahun 2021 ini. Dampaknya tahu-tempe, juga ikutan resmi naik beberapa puluh persen. Kabarnya kenaikan hampir merata terjadi di seluruh Indonesia.

“Pilihannya terpaksa naik. Per hari ini memang sudah mulai naik di beberapa lapak atau pasar. Kami bingung, karena seandainya naik, takutnya tidak laku. Ada pikiran untuk memperkecil dan memperpendek ukuran,”  ungkap Abun, salah satu pelaku usaha Tahu-Tempe di Kubu Raya.

Menurutnya beberapa pedagang lain memang sudah menaikan harga tahu dan tempe untuk kemasan kecil. Harga dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kemasan. Sementara tahu dan tempe ukuran besar, harganya naik dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu per kemasan. “Saya lihat di beberapa lapak teman. Namun saya belum tahu, menunggu dulu kesepakatan bersama kawan-kawan pelaku usaha.” ucapnya.

Baca Juga :  RS ProMEDIKA Tutup Sementara kegiatan Operasional

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Affandie AR, menambahkan bahwa kenaikan harga tahu-tempe tidak semata-mata mendongkrak keuntungan perajin saja. Sebab  kenaikan terpaksa dilakukan dampak dari  mahalnya harga kedelai di dalam negeri.

Ini juga tidak terlepas dari dampak kenaikan harga kedelai di pasar internasional. Sebagaimana diketahui selama ini, untuk membuat panganan tahu-tempe, Indonesia mengandalkan kedelai impor sebagai bahan baku di dalam negeri.

“Sangat mungkin kenaikan harga kedelai sudah mencapai di atas 35 persen. Makanya,  kenaikan harga tahu dan tempe harus terjadi mengikuti bahan baku,” ucapnya. Dia menambahkan bahwa sangat mungkin pelaku usaha tahu dan tempe masih dibayangi  kerugian. Akan tetapi, mereka sadar tidak dapat menaikkan harga secara signifikan dan terlalu cepat.

Baca Juga :  Empat Hotel Tutup Sementara, 187 Karyawan Dirumahkan

Harusnya memang kenaikan kedelai di pasar nasional, pemerintah pusat mengatur supaya harga stabil. sebab para pelaku usaha memang tidak mencari untung besar, tetapi sekedar bisa hidup dan makan saja.(den)

PONTIANAK – Para pelaku usaha tempe-tahu mengeluh akan naiknya harga bahan baku kedelai impor pada tahun 2021 ini. Dampaknya tahu-tempe, juga ikutan resmi naik beberapa puluh persen. Kabarnya kenaikan hampir merata terjadi di seluruh Indonesia.

“Pilihannya terpaksa naik. Per hari ini memang sudah mulai naik di beberapa lapak atau pasar. Kami bingung, karena seandainya naik, takutnya tidak laku. Ada pikiran untuk memperkecil dan memperpendek ukuran,”  ungkap Abun, salah satu pelaku usaha Tahu-Tempe di Kubu Raya.

Menurutnya beberapa pedagang lain memang sudah menaikan harga tahu dan tempe untuk kemasan kecil. Harga dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kemasan. Sementara tahu dan tempe ukuran besar, harganya naik dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu per kemasan. “Saya lihat di beberapa lapak teman. Namun saya belum tahu, menunggu dulu kesepakatan bersama kawan-kawan pelaku usaha.” ucapnya.

Baca Juga :  Harga Kedelai Tinggi, Produsen Kurangi Ukuran Tempe

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Barat, Affandie AR, menambahkan bahwa kenaikan harga tahu-tempe tidak semata-mata mendongkrak keuntungan perajin saja. Sebab  kenaikan terpaksa dilakukan dampak dari  mahalnya harga kedelai di dalam negeri.

Ini juga tidak terlepas dari dampak kenaikan harga kedelai di pasar internasional. Sebagaimana diketahui selama ini, untuk membuat panganan tahu-tempe, Indonesia mengandalkan kedelai impor sebagai bahan baku di dalam negeri.

“Sangat mungkin kenaikan harga kedelai sudah mencapai di atas 35 persen. Makanya,  kenaikan harga tahu dan tempe harus terjadi mengikuti bahan baku,” ucapnya. Dia menambahkan bahwa sangat mungkin pelaku usaha tahu dan tempe masih dibayangi  kerugian. Akan tetapi, mereka sadar tidak dapat menaikkan harga secara signifikan dan terlalu cepat.

Baca Juga :  Bentangkan Bendera dan Heningkan Cipta

Harusnya memang kenaikan kedelai di pasar nasional, pemerintah pusat mengatur supaya harga stabil. sebab para pelaku usaha memang tidak mencari untung besar, tetapi sekedar bisa hidup dan makan saja.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/