alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Syarat Negatif PCR Diperpanjang Hingga Cap Go Meh

PONTIANAK- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalimanatan Barat (Kalbar) bakal memperpanjang kebijakan negatif tes usap (swab) RT-PCR sebagai syarat bagi penumpang pesawat yang datang ke daerah ini. Kebijakan yang awalnya selesai di tanggal 8 Januari 2021 itu, rencananya bakal diperpanjang hingga selesai Imlek dan Cap Go Meh 2021.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan, saat ini dilihat dari kondisi di berbagai daerah memang masih terjadi peningkatan kasus Covid-19. Kemudian sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hampir semua daerah masih akan melakukan pengetatan.

“Kami sedang kaji apakah masuk Kalbar dengan negatif PCR tetap diberlakukan. Saya lebih cenderung diberlakukan sampai selesai Cap Go Meh,” ungkapnya usai menghadiri rapat virtual yang dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi Covid-19 dan rencana pelaksanaan vaksinasi, Rabu (6/1).

Baca Juga :  Fokus Benahi Kampung KB Percontohan

Pengetatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dari daerah luar Kalbar. Melihat dari pengalaman selama ini menurutnya angka keterjangkitan dari luar Kalbar memang sangat tinggi. Termasuk potensi untuk menjangkiti orang lainnya pun sangat tinggi.

Midji sapaan akrabnya mencontohkan ada satu kasus dimana satu orang, kepala keluarganya melakukan perjalanan ke luar Kalbar. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19, hingga akhirnya menjadi kluster keluarga, karena menjangkiti anggota keluarga yang lain.

“Makanya yang bersangkutan terjangkit di luar (Kalbar) dan meninggal dunia. Lalu yang meninggal itu sebagian besar memang keterjangkitan di luar Kalbar,” tegasnya.

Sementara untuk kasus-kasus transmisi lokal antar warga Kalbar yang tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, ia mengatakan cenderung tanpa gejala dan mudah untuk sembuh. Sedangkan kasus-kasus yang dari luar Kalbar, mereka yang positif kandungan virusnya (viral load) pasti tinggi dan memiliki cycle threshold (CT) yang rendah.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Kejari Pontianak Anggarkan Dana 20 Miliar

“Sehingga saya akan kaji setelah tanggal 8 Januari akan tetap memberlakukan masuk Kalbar tetap dengan negatif PCR. Karena hasil dari uji petik kita (penumpang) banyak yang positif, ketika menggunakan PCR hampir tidak ada kasus dari penerbangan,” paparnya.(bar)

PONTIANAK- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalimanatan Barat (Kalbar) bakal memperpanjang kebijakan negatif tes usap (swab) RT-PCR sebagai syarat bagi penumpang pesawat yang datang ke daerah ini. Kebijakan yang awalnya selesai di tanggal 8 Januari 2021 itu, rencananya bakal diperpanjang hingga selesai Imlek dan Cap Go Meh 2021.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan, saat ini dilihat dari kondisi di berbagai daerah memang masih terjadi peningkatan kasus Covid-19. Kemudian sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hampir semua daerah masih akan melakukan pengetatan.

“Kami sedang kaji apakah masuk Kalbar dengan negatif PCR tetap diberlakukan. Saya lebih cenderung diberlakukan sampai selesai Cap Go Meh,” ungkapnya usai menghadiri rapat virtual yang dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi Covid-19 dan rencana pelaksanaan vaksinasi, Rabu (6/1).

Baca Juga :  Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-250, POM Gelar Lomba Senam Jepin

Pengetatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dari daerah luar Kalbar. Melihat dari pengalaman selama ini menurutnya angka keterjangkitan dari luar Kalbar memang sangat tinggi. Termasuk potensi untuk menjangkiti orang lainnya pun sangat tinggi.

Midji sapaan akrabnya mencontohkan ada satu kasus dimana satu orang, kepala keluarganya melakukan perjalanan ke luar Kalbar. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19, hingga akhirnya menjadi kluster keluarga, karena menjangkiti anggota keluarga yang lain.

“Makanya yang bersangkutan terjangkit di luar (Kalbar) dan meninggal dunia. Lalu yang meninggal itu sebagian besar memang keterjangkitan di luar Kalbar,” tegasnya.

Sementara untuk kasus-kasus transmisi lokal antar warga Kalbar yang tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, ia mengatakan cenderung tanpa gejala dan mudah untuk sembuh. Sedangkan kasus-kasus yang dari luar Kalbar, mereka yang positif kandungan virusnya (viral load) pasti tinggi dan memiliki cycle threshold (CT) yang rendah.

Baca Juga :  Percepat Diversifikasi Pangan Melalui Pangan Lokal

“Sehingga saya akan kaji setelah tanggal 8 Januari akan tetap memberlakukan masuk Kalbar tetap dengan negatif PCR. Karena hasil dari uji petik kita (penumpang) banyak yang positif, ketika menggunakan PCR hampir tidak ada kasus dari penerbangan,” paparnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/