alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

1.200 WNA Cina Dilarang Tinggalkan Kalbar

Hanya Boleh Jika Mendesak

PONTIANAK – Sebanyak 1.200-an Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang berada di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sementara dilarang untuk meninggalkan daerah ini. Izin agar bisa kembali ke negara asalnya hanya diberikan jika ada hal yang mendesak, dan ketika sudah pulang mereka tidak diperkenankan kembali.

Kebijakan ini diambil pemerintah hingga batas waktu yang belum ditentukan, untuk mengantisipasi masuknya wabah virus corona (2019-nCoV) di Indonesia. Seperti diungkapkan Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Kalbar Husni Thamrin, bahwa pemerintah pusat melarang sementara seluruh penerbangan dari dan menuju ke Cina mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Adanya aturan tersebut sekaligus mencabut fasilitas bebas visa kunjungan, visa on arrival dan izin tinggal dalam keadaan terpaksa bagi WNA asal Cina di Indonesia. “Itu mereka kan (selama ini) dapat tiga kemudahan itu, ketiga itu sudah dicabut, berlaku sejak semalam (kemarin) jam 00.00 WIB. Artinya warga negara asing Cina, dari tiongkok tidak boleh lagi masuk ke Indonesia,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (5/2).

Baca Juga :  Pesan Wali Kota ke Pengurus Basnaz; Penyaluran Zakat Mesti Tepat Sasar

Sementara bagi WNA asal Cina yang sudah berada di Kalbar, sementara tidak diperbolehkan keluar dari wilayah Indonesia. Akan tetapi, jika mereka memiliki urusan yang sangat mendesak maka dipersilahkan untuk meninggalkan Indonesia. Dengan catatan tidak boleh kembali lagi ke Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan.

“Yang di sini sepanjang tidak keluar dari wilayah Indonesia itu untuk pekerja masih (beraktivitas), karena berada di wilayah kita dan pada intinya tidak membahayakan. Kecuali yang urgent secara kemanusiaan dipersilakan (meninggalkan Indonesia),tapi sementara ini tidak ada masalah dan tidak ada yang kelihatannya resah untuk pulang ke negaranya,” papar Husni.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari data yang ada, saat ini jumlah orang asing pemegang izin tinggal Keimigrasian di Kalbar ada sejumlah 1.629 orang. Itu terdiri dari beberapa warga negara yang tersebar di beberapa daerah seperti di Pontianak, Singkawang, Sambas, Sanggau, Entikong, Putussibau, Ketapang. Sementara khusus warga negara asal cina ada sekitar 1.200-an orang.

Baca Juga :  Targetkan Seluruh Kampung KB di 2024 Miliki Rumah Data

“Itu di seluruh wilayah Kalbar, baik tenaga kerja asing maupun istri dan anaknya, jumlahnya 1.200-an yang berkebangsaan cina. Sisanya negara lain seperti Amerika, Malaysia, eropa, semuanya mencapai 1.629 orang,” pungkasnya.(bar)

Hanya Boleh Jika Mendesak

PONTIANAK – Sebanyak 1.200-an Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang berada di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sementara dilarang untuk meninggalkan daerah ini. Izin agar bisa kembali ke negara asalnya hanya diberikan jika ada hal yang mendesak, dan ketika sudah pulang mereka tidak diperkenankan kembali.

Kebijakan ini diambil pemerintah hingga batas waktu yang belum ditentukan, untuk mengantisipasi masuknya wabah virus corona (2019-nCoV) di Indonesia. Seperti diungkapkan Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Kalbar Husni Thamrin, bahwa pemerintah pusat melarang sementara seluruh penerbangan dari dan menuju ke Cina mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Adanya aturan tersebut sekaligus mencabut fasilitas bebas visa kunjungan, visa on arrival dan izin tinggal dalam keadaan terpaksa bagi WNA asal Cina di Indonesia. “Itu mereka kan (selama ini) dapat tiga kemudahan itu, ketiga itu sudah dicabut, berlaku sejak semalam (kemarin) jam 00.00 WIB. Artinya warga negara asing Cina, dari tiongkok tidak boleh lagi masuk ke Indonesia,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Rabu (5/2).

Baca Juga :  Bantuan ADP, Masker dan Hand Sanitizer Diperuntukkan  Petugas Medis dan Lapangan

Sementara bagi WNA asal Cina yang sudah berada di Kalbar, sementara tidak diperbolehkan keluar dari wilayah Indonesia. Akan tetapi, jika mereka memiliki urusan yang sangat mendesak maka dipersilahkan untuk meninggalkan Indonesia. Dengan catatan tidak boleh kembali lagi ke Indonesia sampai waktu yang belum ditentukan.

“Yang di sini sepanjang tidak keluar dari wilayah Indonesia itu untuk pekerja masih (beraktivitas), karena berada di wilayah kita dan pada intinya tidak membahayakan. Kecuali yang urgent secara kemanusiaan dipersilakan (meninggalkan Indonesia),tapi sementara ini tidak ada masalah dan tidak ada yang kelihatannya resah untuk pulang ke negaranya,” papar Husni.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari data yang ada, saat ini jumlah orang asing pemegang izin tinggal Keimigrasian di Kalbar ada sejumlah 1.629 orang. Itu terdiri dari beberapa warga negara yang tersebar di beberapa daerah seperti di Pontianak, Singkawang, Sambas, Sanggau, Entikong, Putussibau, Ketapang. Sementara khusus warga negara asal cina ada sekitar 1.200-an orang.

Baca Juga :  Warga Kecewa BBM Tidak Turun, Malah BPJS Kes Dinaikan

“Itu di seluruh wilayah Kalbar, baik tenaga kerja asing maupun istri dan anaknya, jumlahnya 1.200-an yang berkebangsaan cina. Sisanya negara lain seperti Amerika, Malaysia, eropa, semuanya mencapai 1.629 orang,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/