alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Relokasi Kios Ngurah Rai, Pedagang Menolak

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali dihadapkan dengan polemik pemindahan pedagang. Kali ini para pedagang yang menempati 36 Kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai bakal direlokasi ke Pasar Cempaka dan Pasar Tengah Blok Ciliwung lantai dua dikarenakan lokasi kios-kios itu akan dibangun taman, dalam upaya mendukung penataan kawasan waterfront.

Relokasi pedagang yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak untuk Kios Jalan I Gusti Ngurah Rai, sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, relokasi pedagang juga pernah dilakukan. Salah satunya pedagang Pasar Asahan yang dipindah ke lantai dua, area bangunan baru Pasar Tengah dulu, kondisinya sepi. Harusnya kejadian ini menjadi cermin pemerintah dalam menindaklanjuti satu aturan dan tetap menomorsatukan solusi agar pedagang yang direlokasi tetap berjualan.

Abdurahman, salah satu Pedagang Jalan Asahan saat ini malah tidak berjualan di lokasi tersebut. Kios lantai dua di Pasar Tengah yang diperuntukkan Dinas Perdagangan untuk berjualan, kini tak lagi digunakannya buat berdagang. Relokasi dirinya sebagai pedagang di Jalan Asahan, ke lantai dua kios Pasar Tengah tak sesuai harapan. “Semenjak dipindah ke lantai dua, penjualan sulit. Konsumen jarang naik ke lantai atas. Kalau dagangan tak laku, kita mau makan apa,” ujar Abdurahman kepada Pontianak Post, Jumat (5/2).

Berbeda saat Pasar Tengah belum direnovasi. Hasil jualan di Jalan Asahan dapat mencukupi kebutuhan hari-hari. Sekarang ia kerja serabutan. Persoalan pembongkaran kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai, sebenarnya tak jauh berbeda dengan persoalan Pedagang Jalan Asahan dulu.

Sebenarnya kata dia, pedagang selalu mendukung rencana Pemerintah Kota Pontianak. Namun, dalam menjalankan aturan, solusi mesti dipikirkan. Dengan demikian, saat relokasi pedagang dilakukan, pedagang tidak lagi bingung mesti kemana mencari tempat berjualan yang baru.

Abdurahman berpandangan, Lantai dua Pasar tradisional di Kota Pontianak hingga saat ini belum mampu mengembalikan geliat ekonomi. Padahal Pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk menghidupkan kembali pasar Lantai dua itu. Baru-baru ini malahan Wali Kota Pontianak berwacana membuat mall pelayanan publik. Itu upaya pemerintah buat menghidupkan kembali pasar lantai dua yang masih sepi.

Baca Juga :  Bantu Pedagang Pulihkan Ekonomi

Salah satu pedagang yang menempati Kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Yuanda membenarkan rencana pembongkaran kios oleh Pemkot Pontianak. Dari 36 kios di sini, dua kiosnya bahkan sudah dibongkar. Informasinya, pemerintah akan mendirikan taman di lokasi tempat ia berjualan, sebagai upaya mendukung kawasan waterfront agar semakin bagus.

Ia menuturkan sebenarnya wacana pembongkaran kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai sudah terdengar sejak 2012 silam. Karena terkendala tempat, sehingga relokasi pedagang pun ditunda.

Informasi terbaru, hasil pertemuan perwakilan pedagang dengan Dinas Perdagangan yang dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak belum lama ini, sebenarnya telah menenangkan pedagang. Pasalnya setelah kios-kios tersebut dibongkar, rencana selanjutnya pedagang akan direlokasi ke dua tempat. Yaitu di Pasar Lantai dua, Cempaka dan Pasar Tengah lantai dua, Blok Ciliwung. “Saya sendiri akan dipindahkan ke Blok Ciliwung nomor 41,” ungkapnya.

Itu membuat sedikit lega. Karena dalam menjalankan aturan, Pemerintah mengedepankan nasib pedagang. Iapun lantas mengecek Pasar Tengah Lantai dua, tepatnya di Blok Ciliwung nomor 41. Setelah kesana, iapun terkejut. Ternyata blok tersebut sudah ditempati oleh pedagang lain.

Kejadian itu membuat ia kembali khawatir. Takut setelah relokasi, ia tak dapat tempat buat berjualan. Padahal kawan-kawan di sini telah sepakat akan rencana Pemkot Pontianak. Asalkan teman-teman pedagang di sini miliki tempat berjualan lagi.

Mengenai pembongkaran kios yang dilakukan itu, juga menjadi pertanyaan pedagang. Pasalnya pembongkaran kios dilakukan tengah malam dan tidak diketahui oleh pemilik kios. “Inikan jadi pertanyaan. Kami belum diajak koordinasi, tiba-tiba kios sudah dibongkar,” ujarnya.

Ini lanjut dia, Pemkot Pontianak berjanji di 12 Februari, tempat buat pedagang berjualan disediakan. Asalkan kios tersebut legal dan miliki surat menyurat dan atas nama tiap pedagang di sini, iapun tidak akan melakukan protes. Namun jika tempat tidak ada, tentu ia akan mempertahankan lokasi tempat ia berdagang ini.

Baca Juga :  Kisah Pedagang Baju di Pasar Asahan Saat Covid-19

Ditanya soal penjualan, diakui dia sejak covid 19 melanda, pemasukan sepi. Namun tetap ada. Pas-pas buat makan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menjelaskan rencana penataan kawasan I Gusti Ngurah Rai telah ada sejak masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Karena memang sudah tidak sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang tidak memperbolehkan berdagang atau berjualan diatas trotoar.  “Pada hari ini berdasarkan koordinasi dan komunikasi dengan pedagang, maka pedagang telah menyetujui untuk di pindahkan ke Pasar Cempaka lantai dua bagi pedagang kuliner,” ucapnya.

Ia menambahkan penataan dilakukan sejalan dengan pembangunan Waterfront dan mall pelayanan publik di eks Pasar Kapuas Indah. Dengan adanya mall pelayanan publik, lantai dua pasar cempaka akan memiliki prospek yang menjanjikan untuk pedagang.

Dia memastikan Pemerintah Kota Pontianak akan terus hadir dan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pedagang dan masyarakat Kota Pontianak. Sehingga bisa melakukan aktivitas berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag), Junaidi mengatakan penataan tersebut bagian dari upaya integritas Jalan I Gusti Ngurah Rai dengan Waterfront City yang tengah dibangun pemerintah. Pada lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran jalan dan pembuatan taman.  “Pemerintah Kota Pontianak tentu akan memfasilitasi pemindahan pedagang tersebut. Para pedagang juga telah membuat pernyataan akan membongkar sendiri kiosnya pada 12 Februari mendatang,” ucapnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan ada 36 kios pedagang pada lokasi tersebut. Pemerintah Kota Pontianak akan memindahkan pedagang berdasarkan kesepakatan awal. Yakni dua kios sepeda dan penjual pakaian sudah dipersiapkan tempatnya di pasar tengah. “Untuk pedagang kuliner akan kita tempatkan pada lantai dua pasar cempaka. Namun proses administrasinya kita lengkapi terlebih dahulu,” tandasnya. (iza)

 

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak kembali dihadapkan dengan polemik pemindahan pedagang. Kali ini para pedagang yang menempati 36 Kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai bakal direlokasi ke Pasar Cempaka dan Pasar Tengah Blok Ciliwung lantai dua dikarenakan lokasi kios-kios itu akan dibangun taman, dalam upaya mendukung penataan kawasan waterfront.

Relokasi pedagang yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak untuk Kios Jalan I Gusti Ngurah Rai, sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, relokasi pedagang juga pernah dilakukan. Salah satunya pedagang Pasar Asahan yang dipindah ke lantai dua, area bangunan baru Pasar Tengah dulu, kondisinya sepi. Harusnya kejadian ini menjadi cermin pemerintah dalam menindaklanjuti satu aturan dan tetap menomorsatukan solusi agar pedagang yang direlokasi tetap berjualan.

Abdurahman, salah satu Pedagang Jalan Asahan saat ini malah tidak berjualan di lokasi tersebut. Kios lantai dua di Pasar Tengah yang diperuntukkan Dinas Perdagangan untuk berjualan, kini tak lagi digunakannya buat berdagang. Relokasi dirinya sebagai pedagang di Jalan Asahan, ke lantai dua kios Pasar Tengah tak sesuai harapan. “Semenjak dipindah ke lantai dua, penjualan sulit. Konsumen jarang naik ke lantai atas. Kalau dagangan tak laku, kita mau makan apa,” ujar Abdurahman kepada Pontianak Post, Jumat (5/2).

Berbeda saat Pasar Tengah belum direnovasi. Hasil jualan di Jalan Asahan dapat mencukupi kebutuhan hari-hari. Sekarang ia kerja serabutan. Persoalan pembongkaran kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai, sebenarnya tak jauh berbeda dengan persoalan Pedagang Jalan Asahan dulu.

Sebenarnya kata dia, pedagang selalu mendukung rencana Pemerintah Kota Pontianak. Namun, dalam menjalankan aturan, solusi mesti dipikirkan. Dengan demikian, saat relokasi pedagang dilakukan, pedagang tidak lagi bingung mesti kemana mencari tempat berjualan yang baru.

Abdurahman berpandangan, Lantai dua Pasar tradisional di Kota Pontianak hingga saat ini belum mampu mengembalikan geliat ekonomi. Padahal Pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk menghidupkan kembali pasar Lantai dua itu. Baru-baru ini malahan Wali Kota Pontianak berwacana membuat mall pelayanan publik. Itu upaya pemerintah buat menghidupkan kembali pasar lantai dua yang masih sepi.

Baca Juga :  Pontianak Segera Miliki Perda Toleransi

Salah satu pedagang yang menempati Kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Yuanda membenarkan rencana pembongkaran kios oleh Pemkot Pontianak. Dari 36 kios di sini, dua kiosnya bahkan sudah dibongkar. Informasinya, pemerintah akan mendirikan taman di lokasi tempat ia berjualan, sebagai upaya mendukung kawasan waterfront agar semakin bagus.

Ia menuturkan sebenarnya wacana pembongkaran kios di Jalan I Gusti Ngurah Rai sudah terdengar sejak 2012 silam. Karena terkendala tempat, sehingga relokasi pedagang pun ditunda.

Informasi terbaru, hasil pertemuan perwakilan pedagang dengan Dinas Perdagangan yang dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak belum lama ini, sebenarnya telah menenangkan pedagang. Pasalnya setelah kios-kios tersebut dibongkar, rencana selanjutnya pedagang akan direlokasi ke dua tempat. Yaitu di Pasar Lantai dua, Cempaka dan Pasar Tengah lantai dua, Blok Ciliwung. “Saya sendiri akan dipindahkan ke Blok Ciliwung nomor 41,” ungkapnya.

Itu membuat sedikit lega. Karena dalam menjalankan aturan, Pemerintah mengedepankan nasib pedagang. Iapun lantas mengecek Pasar Tengah Lantai dua, tepatnya di Blok Ciliwung nomor 41. Setelah kesana, iapun terkejut. Ternyata blok tersebut sudah ditempati oleh pedagang lain.

Kejadian itu membuat ia kembali khawatir. Takut setelah relokasi, ia tak dapat tempat buat berjualan. Padahal kawan-kawan di sini telah sepakat akan rencana Pemkot Pontianak. Asalkan teman-teman pedagang di sini miliki tempat berjualan lagi.

Mengenai pembongkaran kios yang dilakukan itu, juga menjadi pertanyaan pedagang. Pasalnya pembongkaran kios dilakukan tengah malam dan tidak diketahui oleh pemilik kios. “Inikan jadi pertanyaan. Kami belum diajak koordinasi, tiba-tiba kios sudah dibongkar,” ujarnya.

Ini lanjut dia, Pemkot Pontianak berjanji di 12 Februari, tempat buat pedagang berjualan disediakan. Asalkan kios tersebut legal dan miliki surat menyurat dan atas nama tiap pedagang di sini, iapun tidak akan melakukan protes. Namun jika tempat tidak ada, tentu ia akan mempertahankan lokasi tempat ia berdagang ini.

Baca Juga :  Hindari Motor, Sopir Banting Stir, Truk Terbalik

Ditanya soal penjualan, diakui dia sejak covid 19 melanda, pemasukan sepi. Namun tetap ada. Pas-pas buat makan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menjelaskan rencana penataan kawasan I Gusti Ngurah Rai telah ada sejak masa kepemimpinan Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Karena memang sudah tidak sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang tidak memperbolehkan berdagang atau berjualan diatas trotoar.  “Pada hari ini berdasarkan koordinasi dan komunikasi dengan pedagang, maka pedagang telah menyetujui untuk di pindahkan ke Pasar Cempaka lantai dua bagi pedagang kuliner,” ucapnya.

Ia menambahkan penataan dilakukan sejalan dengan pembangunan Waterfront dan mall pelayanan publik di eks Pasar Kapuas Indah. Dengan adanya mall pelayanan publik, lantai dua pasar cempaka akan memiliki prospek yang menjanjikan untuk pedagang.

Dia memastikan Pemerintah Kota Pontianak akan terus hadir dan bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pedagang dan masyarakat Kota Pontianak. Sehingga bisa melakukan aktivitas berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag), Junaidi mengatakan penataan tersebut bagian dari upaya integritas Jalan I Gusti Ngurah Rai dengan Waterfront City yang tengah dibangun pemerintah. Pada lokasi tersebut akan dilakukan pelebaran jalan dan pembuatan taman.  “Pemerintah Kota Pontianak tentu akan memfasilitasi pemindahan pedagang tersebut. Para pedagang juga telah membuat pernyataan akan membongkar sendiri kiosnya pada 12 Februari mendatang,” ucapnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan ada 36 kios pedagang pada lokasi tersebut. Pemerintah Kota Pontianak akan memindahkan pedagang berdasarkan kesepakatan awal. Yakni dua kios sepeda dan penjual pakaian sudah dipersiapkan tempatnya di pasar tengah. “Untuk pedagang kuliner akan kita tempatkan pada lantai dua pasar cempaka. Namun proses administrasinya kita lengkapi terlebih dahulu,” tandasnya. (iza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/