alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Demokrat Kalbar Tolak KLB

PONTIANAK – Ketua DPD Demokrat Kalimantan Barat, Erma Suryani Ranik menegaskan pihaknya menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal. Ia mengajak semua kader Demokrat Kalbar untuk tetap mendukung kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya sudah membuat surat pernyataan sebagai pemilik suara sah dan sebagai Ketua DPD Demokrat Kalbar untuk menolak KLB yang jelas tidak sah. Untuk itu, saya menyatakan menolak KLB tersebut dan setia kepada kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” kata Erma di Pontianak, Jumat.

Dia menyatakan, kepemimpinan AHY sah sesuai hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 dan sudah disahkan oleh Kemenkumham nomor M HH-15 AH 11 01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025 tertanggal 27 Juli 2020.

“Pernyataan ini bersifat final dan mengikat secara hukum dan apabila ada surat pernyataan lain yang dibuat mengatasnamakan saya, maka itu adalah ilegal dan dapat dituntut secara hukum,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Erma juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat atau menandatangani surat kuasa yang diberikan kepada siapa pun untuk menghadiri atau mewakili dirinya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Baca Juga :  Silahturami Kebangsaan Demokrat dan PKS

“Apabila ada yang mengatasnamakan saya menghadiri atau mewakili dalam KLB adalah tidak benar, ilegal dan suatu perbuatan tindak pidana dan dapat dituntut secara hukum,” katanya.

Sementara, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalbar Aquino Ceger sebelumnya juga pernah angkat bicara terkait gerakan gerakan atau manuver politik kudeta atau KLB Partai Demokrat. “Sudah kami pastikan bahwa  1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota di Kalbar tetap solid mendukung kepemimpinan AHY. Kami (Demokrat Kalbar) tidak terkontaminasi gerakan politik kudeta oknum-oknum luar atau mengikuti KLB. Sejauh ini, Demokrat Kalbar masih solid di bawah AHY,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dia memastikan bahwa kepengurusan DPD dan DPC Kabupaten/Kota di Kalbar yang masuk dalam jajaran kepengurusan di Kemenkumham dilarang menghadiri KLB di Sumut. Apabila ada pihak-pihak ingin mengkudeta AHY, maka jajaran DPD Partai Demokrat Kalbar bersama Demokrat Kabupaten/Kota akan berada di garis paling depan melakukan perlawanan.

“Kami masih solid di bawah komando Ketum AHY. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan Demokrat. Kami akan lawan. Kami tidak mau diganggu  siapapun. Tidak ada KLB bagi kami, kepemimpinan AHY sudah sah dan final,” ujarnya.

Baca Juga :  Ariadi Dukung Pemecatan Kader DPP Demokrat Yang Membelot

Ceger mengingatkan seandainya ada oknum pengurus berani bermain api, akibat diimingi sesuatu, Demokrat Kalbar pastikan akan berbuatg sangat tegas. Selain sanksi tegas juga ancaman pidana ke aparat hukum berani membawa nama Demokrat Kalbar yang sudah final di bawah Ketum AHY.

 KLB Sahkan Moeldoko Ketum

Sementara di Sumatera Utara, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum terpilih. Hal ini berdasarkan voting yang dilakukan dalam KLB.

“Atas voting kedua calon tersebut, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2021-2025,” kata pimpinan sidang Jhoni Allen Marbun saat membacakan putusan sidang pleno di The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3).

Moeldoko diputuskan sebagai Ketua Umum terpilih setelah melalui proses pencalonan. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang dicalonkan oleh DPD NTB. Sementara Moeldoko dicalonkan DPD Kalteng, Sulteng, Papua Barat, hingga Aceh. Namun Moeldoko tak tampak hadir di lokasi KLB Demokrat.

Jhoni Allen kemudian bertanya kepada sidang apakah hasil tersebut disepakati. Seluruh peserta sidang KLB Demokrat menyetujuinya. “Setuju,” jawab kompak peserta sidang dalam siaran medsos Facebook.(den/ant)

 

 

 

 

PONTIANAK – Ketua DPD Demokrat Kalimantan Barat, Erma Suryani Ranik menegaskan pihaknya menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal. Ia mengajak semua kader Demokrat Kalbar untuk tetap mendukung kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya sudah membuat surat pernyataan sebagai pemilik suara sah dan sebagai Ketua DPD Demokrat Kalbar untuk menolak KLB yang jelas tidak sah. Untuk itu, saya menyatakan menolak KLB tersebut dan setia kepada kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” kata Erma di Pontianak, Jumat.

Dia menyatakan, kepemimpinan AHY sah sesuai hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 dan sudah disahkan oleh Kemenkumham nomor M HH-15 AH 11 01 Tahun 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025 tertanggal 27 Juli 2020.

“Pernyataan ini bersifat final dan mengikat secara hukum dan apabila ada surat pernyataan lain yang dibuat mengatasnamakan saya, maka itu adalah ilegal dan dapat dituntut secara hukum,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Erma juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat atau menandatangani surat kuasa yang diberikan kepada siapa pun untuk menghadiri atau mewakili dirinya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Baca Juga :  Ariadi Dukung Pemecatan Kader DPP Demokrat Yang Membelot

“Apabila ada yang mengatasnamakan saya menghadiri atau mewakili dalam KLB adalah tidak benar, ilegal dan suatu perbuatan tindak pidana dan dapat dituntut secara hukum,” katanya.

Sementara, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalbar Aquino Ceger sebelumnya juga pernah angkat bicara terkait gerakan gerakan atau manuver politik kudeta atau KLB Partai Demokrat. “Sudah kami pastikan bahwa  1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota di Kalbar tetap solid mendukung kepemimpinan AHY. Kami (Demokrat Kalbar) tidak terkontaminasi gerakan politik kudeta oknum-oknum luar atau mengikuti KLB. Sejauh ini, Demokrat Kalbar masih solid di bawah AHY,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dia memastikan bahwa kepengurusan DPD dan DPC Kabupaten/Kota di Kalbar yang masuk dalam jajaran kepengurusan di Kemenkumham dilarang menghadiri KLB di Sumut. Apabila ada pihak-pihak ingin mengkudeta AHY, maka jajaran DPD Partai Demokrat Kalbar bersama Demokrat Kabupaten/Kota akan berada di garis paling depan melakukan perlawanan.

“Kami masih solid di bawah komando Ketum AHY. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan Demokrat. Kami akan lawan. Kami tidak mau diganggu  siapapun. Tidak ada KLB bagi kami, kepemimpinan AHY sudah sah dan final,” ujarnya.

Baca Juga :  Silahturami Kebangsaan Demokrat dan PKS

Ceger mengingatkan seandainya ada oknum pengurus berani bermain api, akibat diimingi sesuatu, Demokrat Kalbar pastikan akan berbuatg sangat tegas. Selain sanksi tegas juga ancaman pidana ke aparat hukum berani membawa nama Demokrat Kalbar yang sudah final di bawah Ketum AHY.

 KLB Sahkan Moeldoko Ketum

Sementara di Sumatera Utara, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum terpilih. Hal ini berdasarkan voting yang dilakukan dalam KLB.

“Atas voting kedua calon tersebut, maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2021-2025,” kata pimpinan sidang Jhoni Allen Marbun saat membacakan putusan sidang pleno di The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Jumat (5/3).

Moeldoko diputuskan sebagai Ketua Umum terpilih setelah melalui proses pencalonan. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang dicalonkan oleh DPD NTB. Sementara Moeldoko dicalonkan DPD Kalteng, Sulteng, Papua Barat, hingga Aceh. Namun Moeldoko tak tampak hadir di lokasi KLB Demokrat.

Jhoni Allen kemudian bertanya kepada sidang apakah hasil tersebut disepakati. Seluruh peserta sidang KLB Demokrat menyetujuinya. “Setuju,” jawab kompak peserta sidang dalam siaran medsos Facebook.(den/ant)

 

 

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/