alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Buka Masjid untuk Salat Jumat, Wajib Pakai Masker dan Renggangkan Saf

PONTIANAK – Umat Islam mulai menunaikan salat Jumat  Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Jumat, 5 Juni 2020 merupakan salat Jumat perdana setelah kurang lebih dua bulan dianjurkan pemerintah untuk beribadah di rumah masing-masing selama pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak Thamrin Usman mengatakan, pelaksanaan salat Jumat itu tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dalam penanggulangan Pandemi Covid-19.

Penerapan potokol itu di masjid dilanjutkan Thamrin tetap dilakukan selama belum diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Hal itu dilakukan agar jamaah tenang dalam melaksanakan ibadah.

“Kami berharap protokol ini sesegera mungkin tidak lagi diberlakukan dengan seiring hilang Covid-19,” ucap Ketua Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Thamrin Usman saat diwawancarai usai pelaksanaan salat Jumat pada (5/6).

Thamrin menyebutkan, protokol kesehatan yang dilakukan itu diumumkan dalam bentuk running teks. Di antaranya dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan pemeriksaan suhu badan.

“Kami juga mempersiapkan masker ketika memang jamaah tidak membawanya,” kata Thamrin.

Selain itu dilanjutkannya diatur juga jarak saf antar jamaah dengan memberikan tanda. Ia memastikan seluruh protokol itu siap diterapkan untuk meyakinkan jemaah yang datang ke Masjid Raya Mujahidin bersih dan bebaskan dari infeksi virus corona.

Baca Juga :  Gadis Bawah Umur Dicabuli Tetangganya

Thamrin menambahkan pihaknya sudah menyiapkan juga 100 wastafel dengan dilengkapi sabun pencuci tangan. Begitu juga dengan kotak infak yang disediakan hanya di depan tangga. Sedangkan kotak infak yang bergeser dari jemaah ke jemaah tidak digunakan.

Kemudian ditambahkan Thamrin pelaksanaan kajian-kajian yang selalu rutin digelar akan disesuaikan dengan seiring membaiknya kondisi sekarang.  “Perlu dipahami juga jika kajian itu tidak disampaikan di sini tapi kita menyampaikannya di radio dan televisi Mujahidin,” jelas Thamrin.

Thamrin melanjutkan, dengan kondisi menuju normal baru nanti pelaksanan salat tetap mengikuti protokol yang diterapkan.

Salah jamaah, Muhammad Damanhuri menyambut antusias atas pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin pertama di tengah pandemi Covid-19. Dirinya yang juga turut membawa beberapa santrinya untuk bersama melaksanakan salat Jumat.

“Kami bersyukur dan menyambut antusias atas dibukanya Masjid Raya Mujahidin untuk melaksanakan salat Jumat pertama,” kata Damanhuri.

Ia menambahkan bahwa Masjid Raya Mujahidin Pontianak sudah mempersiapkan dengan matang untuk penerapan  protokol kesehatan. Seperti memberi tanda pembatas antar jemaah.

Baca Juga :  Manisnya Bisnis Cemilan Jelang Lebaran

Ia berharap jemaah yang datang pun tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diumumkan. Apalagi aturan itu juga diumumkan di sekitar Masjid Raya Mujahidin.

“Saya berharap jamaah untuk bisa mentaati semua aturan yang diberikan,” harap Damanhuri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Ridwansyah mengatakan kegiatan keagamaan terutama pelaksanaan salat berjamaah di masjid untuk tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Mudahan-mudahan ini bisa meningkatkan semangat kerinduan umat yang menginginkan bisa melaksanakan salat berjamaah,” kata Ridwan.

Menurutnya kedisplinan penerapan protokol kesehatan adalah upaya untuk mengurangi penyebaran virus corona hingga kemudian benar-benar tidak ada lagi.

Ia pun menyebutkan bahwa penerapan kebijakan protokol kesehatan tidak hanya di masjid tetapi dilakukan juga di gereja dan tempat ibadah lainnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji berharap kurva kasus Covid-19 terus menurun. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien yang sembuh dan tidak adanya tambahan kasus baru. “Semoga kasus di Covid-19 di Kalbar cepat berlalu. Masyarakat tetap patuhui protokol kesehatan tentang pandemi Covid-19,” harap Sutarmidji. (mse)

 

PONTIANAK – Umat Islam mulai menunaikan salat Jumat  Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Jumat, 5 Juni 2020 merupakan salat Jumat perdana setelah kurang lebih dua bulan dianjurkan pemerintah untuk beribadah di rumah masing-masing selama pandemi Covid-19.

Ketua Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak Thamrin Usman mengatakan, pelaksanaan salat Jumat itu tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dalam penanggulangan Pandemi Covid-19.

Penerapan potokol itu di masjid dilanjutkan Thamrin tetap dilakukan selama belum diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Hal itu dilakukan agar jamaah tenang dalam melaksanakan ibadah.

“Kami berharap protokol ini sesegera mungkin tidak lagi diberlakukan dengan seiring hilang Covid-19,” ucap Ketua Yayasan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Thamrin Usman saat diwawancarai usai pelaksanaan salat Jumat pada (5/6).

Thamrin menyebutkan, protokol kesehatan yang dilakukan itu diumumkan dalam bentuk running teks. Di antaranya dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan pemeriksaan suhu badan.

“Kami juga mempersiapkan masker ketika memang jamaah tidak membawanya,” kata Thamrin.

Selain itu dilanjutkannya diatur juga jarak saf antar jamaah dengan memberikan tanda. Ia memastikan seluruh protokol itu siap diterapkan untuk meyakinkan jemaah yang datang ke Masjid Raya Mujahidin bersih dan bebaskan dari infeksi virus corona.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Kompetisi Film Pendek Islami 2022

Thamrin menambahkan pihaknya sudah menyiapkan juga 100 wastafel dengan dilengkapi sabun pencuci tangan. Begitu juga dengan kotak infak yang disediakan hanya di depan tangga. Sedangkan kotak infak yang bergeser dari jemaah ke jemaah tidak digunakan.

Kemudian ditambahkan Thamrin pelaksanaan kajian-kajian yang selalu rutin digelar akan disesuaikan dengan seiring membaiknya kondisi sekarang.  “Perlu dipahami juga jika kajian itu tidak disampaikan di sini tapi kita menyampaikannya di radio dan televisi Mujahidin,” jelas Thamrin.

Thamrin melanjutkan, dengan kondisi menuju normal baru nanti pelaksanan salat tetap mengikuti protokol yang diterapkan.

Salah jamaah, Muhammad Damanhuri menyambut antusias atas pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Mujahidin pertama di tengah pandemi Covid-19. Dirinya yang juga turut membawa beberapa santrinya untuk bersama melaksanakan salat Jumat.

“Kami bersyukur dan menyambut antusias atas dibukanya Masjid Raya Mujahidin untuk melaksanakan salat Jumat pertama,” kata Damanhuri.

Ia menambahkan bahwa Masjid Raya Mujahidin Pontianak sudah mempersiapkan dengan matang untuk penerapan  protokol kesehatan. Seperti memberi tanda pembatas antar jemaah.

Baca Juga :  Manisnya Bisnis Cemilan Jelang Lebaran

Ia berharap jemaah yang datang pun tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah diumumkan. Apalagi aturan itu juga diumumkan di sekitar Masjid Raya Mujahidin.

“Saya berharap jamaah untuk bisa mentaati semua aturan yang diberikan,” harap Damanhuri.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Ridwansyah mengatakan kegiatan keagamaan terutama pelaksanaan salat berjamaah di masjid untuk tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

“Mudahan-mudahan ini bisa meningkatkan semangat kerinduan umat yang menginginkan bisa melaksanakan salat berjamaah,” kata Ridwan.

Menurutnya kedisplinan penerapan protokol kesehatan adalah upaya untuk mengurangi penyebaran virus corona hingga kemudian benar-benar tidak ada lagi.

Ia pun menyebutkan bahwa penerapan kebijakan protokol kesehatan tidak hanya di masjid tetapi dilakukan juga di gereja dan tempat ibadah lainnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji berharap kurva kasus Covid-19 terus menurun. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah pasien yang sembuh dan tidak adanya tambahan kasus baru. “Semoga kasus di Covid-19 di Kalbar cepat berlalu. Masyarakat tetap patuhui protokol kesehatan tentang pandemi Covid-19,” harap Sutarmidji. (mse)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/