alexametrics
25.6 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

Kadin Kalbar Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Kijing

PONTIANAK- Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat (Kalbar) yang dipimpin Ketua Umum Joni Isnaini beserta jajaran pengurus lainnya beraudiensi dengan General Manager (GM) PT. Pelindo Adi Sugiri, Jumat (3/7). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut mengenai realisasi pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjungpura (Kijing) di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

Ketua Umum Kadin Kalbar Joni Isnaini menyambut baik keberadaan pelabuhan samudera tersebut yang hampir rampung pembangunan untuk tahap pertamanya. Joni melihat sangat penting potensi ke depan dan strategisnya peranan pelabuhan Samudera Kijing. Terutama dalam menunjang pembangunan di wilayah Kalbar. Khususnya di sektor perdagangan ekspor impor.

Ia berharap PT. Pelindo terus memacu percepatan pembangunannya. “Meski saat ini kita menghadapi masa new normal akibat wabah pandemi Covid-19. Ke depan kami juga berharap dengan beroperasinya pelabuhan kijing ini tentunya akan berdampak baik pada sektor lainnya,” ungkapnya.

Sektor yang dimaksud antara lain, seperti pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya juga di Kalbar. Lalu penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pariwisata, properti, transportasi, pergudangan, kargo maupun UKM dan UMKM yang ada.

Baca Juga :  UMKM maju bersama Telkom Kalimantan Barat

Joni mengatakan, Kadin sebagai wadah berhimpunnya para pengusaha dari semua sektor, baik kelas atas, menengah, maupun kelas kecil UKM dan UMKM, berharap agar Pelindo meningkatkan sinergisitas dan kerjasama dengan Kadin Kalbar. Ini tentu penting sebagai wujud dukungan penuh Kadin pada pembangunan pelabuhan samudera ini.

Untuk memaksimalkan pemberdayaan pelabuhan ini Kadin siap memfasilitasi maupun mensosialisasikan keberadaan pelabuhan tersebut. Baik itu di dalam internal Kadin Kalbar maupun kepada pihak-pihak eksternal lainnya. Seperti Kadin se-Kalimantan serta mitra-mitra di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan lainnya. “Dimana masa ke depan bisa memanfaatkan fasilitas pelabuhan samudera ini mengingat kapasitasnya yang besar untuk menunjang perdagangan ekspor, impor,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar Zainul Arifin menambahakan, untuk mengoptimalkan kapasitas yang besar dari pelabuhan samudera Kijing ini Kadin akan mendorong berbagai potensi sumber daya alam (SDA) Kalbar. Seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, kopra, bahan tambang dan lain sebagainya. Komoditas tersebut menurutnya mesti diolah menjadi produk turunan dahulu, agar nilai tambahnya lebih meningkat.

Baca Juga :  Siapkan Pergub Sanksi Pembakar Lahan

“Dan berkenaan dengan itu Kadin Kalbar akan mengkaji agar ada regulasi yang sifatnya bisa menekankan pada investor agar mau membuat industri turunan dari produk SDA Kalabr ini,” terangnya.

Regulasi yang dimaksud baik berupa Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) atau juga usulan Kepurtusan Presiden (Kepres) kepada pemerintah pusat. Dengan demikian Kalbar benar-benar bisa menikmati manfaat dari SDA dan atas keberadaan pelabuhan samudera tersebut. “Di sisi lain tentu negara dan daerah pasti diuntungkan karena ada pemasukan berupa pajak bea masuk dan pajak ekspor,” imbuhnya.

Di sisi lain Ketua Umum (Ketum) Kadin Rosan P Roslani, menyatakan akan memberikan dukungan penuh agar Kadin Kalbar bisa meningkatkan kemitraannya dengan berbagai pihak. Baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, BUMN maupun pihak-pihak swasta lainnya. (ndo/r)

PONTIANAK- Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat (Kalbar) yang dipimpin Ketua Umum Joni Isnaini beserta jajaran pengurus lainnya beraudiensi dengan General Manager (GM) PT. Pelindo Adi Sugiri, Jumat (3/7). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut mengenai realisasi pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjungpura (Kijing) di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

Ketua Umum Kadin Kalbar Joni Isnaini menyambut baik keberadaan pelabuhan samudera tersebut yang hampir rampung pembangunan untuk tahap pertamanya. Joni melihat sangat penting potensi ke depan dan strategisnya peranan pelabuhan Samudera Kijing. Terutama dalam menunjang pembangunan di wilayah Kalbar. Khususnya di sektor perdagangan ekspor impor.

Ia berharap PT. Pelindo terus memacu percepatan pembangunannya. “Meski saat ini kita menghadapi masa new normal akibat wabah pandemi Covid-19. Ke depan kami juga berharap dengan beroperasinya pelabuhan kijing ini tentunya akan berdampak baik pada sektor lainnya,” ungkapnya.

Sektor yang dimaksud antara lain, seperti pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya juga di Kalbar. Lalu penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, pariwisata, properti, transportasi, pergudangan, kargo maupun UKM dan UMKM yang ada.

Baca Juga :  Tolak Mata Pelajaran Sejarah Dihilangkan

Joni mengatakan, Kadin sebagai wadah berhimpunnya para pengusaha dari semua sektor, baik kelas atas, menengah, maupun kelas kecil UKM dan UMKM, berharap agar Pelindo meningkatkan sinergisitas dan kerjasama dengan Kadin Kalbar. Ini tentu penting sebagai wujud dukungan penuh Kadin pada pembangunan pelabuhan samudera ini.

Untuk memaksimalkan pemberdayaan pelabuhan ini Kadin siap memfasilitasi maupun mensosialisasikan keberadaan pelabuhan tersebut. Baik itu di dalam internal Kadin Kalbar maupun kepada pihak-pihak eksternal lainnya. Seperti Kadin se-Kalimantan serta mitra-mitra di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan lainnya. “Dimana masa ke depan bisa memanfaatkan fasilitas pelabuhan samudera ini mengingat kapasitasnya yang besar untuk menunjang perdagangan ekspor, impor,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar Zainul Arifin menambahakan, untuk mengoptimalkan kapasitas yang besar dari pelabuhan samudera Kijing ini Kadin akan mendorong berbagai potensi sumber daya alam (SDA) Kalbar. Seperti minyak kelapa sawit (CPO), karet, kopra, bahan tambang dan lain sebagainya. Komoditas tersebut menurutnya mesti diolah menjadi produk turunan dahulu, agar nilai tambahnya lebih meningkat.

Baca Juga :  BKKBN Gandeng AIMI Kalbar Buat Penanganan Stunting

“Dan berkenaan dengan itu Kadin Kalbar akan mengkaji agar ada regulasi yang sifatnya bisa menekankan pada investor agar mau membuat industri turunan dari produk SDA Kalabr ini,” terangnya.

Regulasi yang dimaksud baik berupa Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) atau juga usulan Kepurtusan Presiden (Kepres) kepada pemerintah pusat. Dengan demikian Kalbar benar-benar bisa menikmati manfaat dari SDA dan atas keberadaan pelabuhan samudera tersebut. “Di sisi lain tentu negara dan daerah pasti diuntungkan karena ada pemasukan berupa pajak bea masuk dan pajak ekspor,” imbuhnya.

Di sisi lain Ketua Umum (Ketum) Kadin Rosan P Roslani, menyatakan akan memberikan dukungan penuh agar Kadin Kalbar bisa meningkatkan kemitraannya dengan berbagai pihak. Baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, BUMN maupun pihak-pihak swasta lainnya. (ndo/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/