alexametrics
24.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Penampungan Gas Nitrogen PT. BJS Meledak, Ledakan Terdengar Enam Kilometer

PONTIANAK – Warga Pontianak dikejutkan dengan suara gemuruh ledakan yang bersumber dari ledakan tabung penampungan gas nitrogen yang dimiliki PT. Baja Sarana (BJS), yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa RT 001 RW 016, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Adapun kejadian ledakan gas nitrogen tersebut terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 03.00 WIB.

Terkait suara ledakan tersebut, Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Kalbar, Ateng Tanjaya mengatakan bahwa dampak dari ledakan tersebut bahkan terasa hingga ke kediamannya, yang berjarak kurang lebih enam kilometer dari pusat ledakan, yakni di PT. BJS. Bahkan, kata dia, suara dentuman yang kuat sempat membuat rumahnya bergetar.

“Kurang lebih jam 03.00 WIB, terdengar suara ledakan. Suaranya kurang lebih seperti meriam karbit, namun lebih kuat dan hanya berlangsung sekali saja,” ujarnya saat dikonfirmasi Pontianak Post.

“Di waktu yang bersamaan kita juga dapat laporan melalui alfa tango bahwa ada pabrik gas (PT. BJS) yang meledak,” timpalnya.

Mengetahui informasi tersebut, ia kemudian menginformasikan hal tersebut kepada anggota pemadam kebakaran swasta di Kota Pontianak, khususnya yang berada di sekitar Kecamatan Pontianak Utara. Sesampainya di lokasi, petugas pemadam hanya melihat sisa-sisa dari kepingan logam serta material bangunan yang terbakar akibat dampak dari ledakan tersebut.

“Kemungkinan ada kebocoran gas di lokasi tersebut, sehingga terjadi ledakan kuat tersebut bisa terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tabung Oksigen Meledak, Diduga tidak Standar

Lebih lanjut, Ateng melanjutkan, kondisi api saat petugas damkar tiba dalam keadaan tidak besar. Sehingga tidak merembet dan sampai menyentuh permukiman penduduk sekitar. Hanya saja, dampak dari ledakan tersebut tentu berdampak pada pemukiman penduduk di sekitar, misalnya kerusakan material bangunan rumah warga.

“Api memang dalam keadaan kecil, namun saya ingatkan kepada petugas yang terjun ke TKP untuk membawa tabung racun api. Mengingat keselamatan petugas juga harus diutamakan, karena ditakutkan adanya kebocoran minyak dan gas di lokasi kejadian tang berpotensi dapat menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

“Syukur hingga akhir evaluasi tak ada ledakan atau kebakaran susulan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian PT. BJS, Akhian menyatakan bahwa ada dua petugas keamanan di PT. BJS yang terkena dampak dari ledakan tersebut, namun hanya mengalami luka ringan.

“Saat kejadian mereka terlempar dan terguling-guling. Keduanya sudah kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, dan sudah di rontgen juga untuk memastikan keadaan mereka. Saat ini keduanya sudah kami minta beristirahat di rumah,” katanya saat diwawancarai di PT BJS.

Sementara terkait sisa puing-puing dampak ledakan yang terlempar dan mengenai rumah warga, ia belum mengetahui secara pasti berapa rumah yang terkena dampak dari ledakan tersebut. Namun yang pasti, saat ini pihaknya tengah mendata warga yang rumahnya terdampak akibat ledakan tersebut untuk kemudian ditangani.

Baca Juga :  Guru dan Murid Ikut Tes Usap dan Rapid Antigen

“Untuk upaya yang saat ini tengah dilakukan, saat ini, kita tengah berkoordinasi dengan pihak BPAS untuk membersihkan puing-puing serta melakukan penyemprotan untuk menghilangkan sisa ledakan di sekitar lokasi yang terdampak,” jelasnya.

“Untuk saat ini, tidak ada aktivitas di perusahaan. Terlebih sekarang masih di police line juga,” timpalnya.

Terkait penyebab dugaaan adanya aktivitas di perusahaan, Akhian menyebut sebelum kejadian ledakan terjadi perusahaan dalam keadaan tak ada aktivitas. Mengingat saat itu perusahaan sedang libur. “Untuk dugaan kemungkinan ada flek di tangki penampungan. Tapi kalau soal karena aktivitas rasanya tak mungkin, karena kemarin (minggu) perusahaan libur dan tak ada aktivitas,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Pontianak Timur, Ipda Hasan Abdullan memastikan bahwa yang meledak saat kejadian adalah tabung yang dijadikan wadah penampungan nitrogen di PT BJS. Sementara terkait penyebab terjadinya ledakan, sambungnya, sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak inafis dari Polresta Pontianak.

“Untuk penyebab pasti masih dilakukan penyelidikan lanjut, dan untuk kerugian materil yang harus ditanggung pihak perusahaan juga masih belum dapat ditaksir,” tutupnya. (Sig)

PONTIANAK – Warga Pontianak dikejutkan dengan suara gemuruh ledakan yang bersumber dari ledakan tabung penampungan gas nitrogen yang dimiliki PT. Baja Sarana (BJS), yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa RT 001 RW 016, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Adapun kejadian ledakan gas nitrogen tersebut terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 03.00 WIB.

Terkait suara ledakan tersebut, Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Kalbar, Ateng Tanjaya mengatakan bahwa dampak dari ledakan tersebut bahkan terasa hingga ke kediamannya, yang berjarak kurang lebih enam kilometer dari pusat ledakan, yakni di PT. BJS. Bahkan, kata dia, suara dentuman yang kuat sempat membuat rumahnya bergetar.

“Kurang lebih jam 03.00 WIB, terdengar suara ledakan. Suaranya kurang lebih seperti meriam karbit, namun lebih kuat dan hanya berlangsung sekali saja,” ujarnya saat dikonfirmasi Pontianak Post.

“Di waktu yang bersamaan kita juga dapat laporan melalui alfa tango bahwa ada pabrik gas (PT. BJS) yang meledak,” timpalnya.

Mengetahui informasi tersebut, ia kemudian menginformasikan hal tersebut kepada anggota pemadam kebakaran swasta di Kota Pontianak, khususnya yang berada di sekitar Kecamatan Pontianak Utara. Sesampainya di lokasi, petugas pemadam hanya melihat sisa-sisa dari kepingan logam serta material bangunan yang terbakar akibat dampak dari ledakan tersebut.

“Kemungkinan ada kebocoran gas di lokasi tersebut, sehingga terjadi ledakan kuat tersebut bisa terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  MUI Kalbar Terima Laporan Adanya Huruf yang Hilang di Alquran

Lebih lanjut, Ateng melanjutkan, kondisi api saat petugas damkar tiba dalam keadaan tidak besar. Sehingga tidak merembet dan sampai menyentuh permukiman penduduk sekitar. Hanya saja, dampak dari ledakan tersebut tentu berdampak pada pemukiman penduduk di sekitar, misalnya kerusakan material bangunan rumah warga.

“Api memang dalam keadaan kecil, namun saya ingatkan kepada petugas yang terjun ke TKP untuk membawa tabung racun api. Mengingat keselamatan petugas juga harus diutamakan, karena ditakutkan adanya kebocoran minyak dan gas di lokasi kejadian tang berpotensi dapat menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

“Syukur hingga akhir evaluasi tak ada ledakan atau kebakaran susulan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian PT. BJS, Akhian menyatakan bahwa ada dua petugas keamanan di PT. BJS yang terkena dampak dari ledakan tersebut, namun hanya mengalami luka ringan.

“Saat kejadian mereka terlempar dan terguling-guling. Keduanya sudah kami bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, dan sudah di rontgen juga untuk memastikan keadaan mereka. Saat ini keduanya sudah kami minta beristirahat di rumah,” katanya saat diwawancarai di PT BJS.

Sementara terkait sisa puing-puing dampak ledakan yang terlempar dan mengenai rumah warga, ia belum mengetahui secara pasti berapa rumah yang terkena dampak dari ledakan tersebut. Namun yang pasti, saat ini pihaknya tengah mendata warga yang rumahnya terdampak akibat ledakan tersebut untuk kemudian ditangani.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Kalbar Kecam Keras Pernyataan Girsang

“Untuk upaya yang saat ini tengah dilakukan, saat ini, kita tengah berkoordinasi dengan pihak BPAS untuk membersihkan puing-puing serta melakukan penyemprotan untuk menghilangkan sisa ledakan di sekitar lokasi yang terdampak,” jelasnya.

“Untuk saat ini, tidak ada aktivitas di perusahaan. Terlebih sekarang masih di police line juga,” timpalnya.

Terkait penyebab dugaaan adanya aktivitas di perusahaan, Akhian menyebut sebelum kejadian ledakan terjadi perusahaan dalam keadaan tak ada aktivitas. Mengingat saat itu perusahaan sedang libur. “Untuk dugaan kemungkinan ada flek di tangki penampungan. Tapi kalau soal karena aktivitas rasanya tak mungkin, karena kemarin (minggu) perusahaan libur dan tak ada aktivitas,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Pontianak Timur, Ipda Hasan Abdullan memastikan bahwa yang meledak saat kejadian adalah tabung yang dijadikan wadah penampungan nitrogen di PT BJS. Sementara terkait penyebab terjadinya ledakan, sambungnya, sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak inafis dari Polresta Pontianak.

“Untuk penyebab pasti masih dilakukan penyelidikan lanjut, dan untuk kerugian materil yang harus ditanggung pihak perusahaan juga masih belum dapat ditaksir,” tutupnya. (Sig)

Most Read

Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi

Jalan Berlumpur Kecamatan Sintang

Kerja Tulus dan Ikhlas

Jaga dan Lestarikan Kearifan Lokal

Artikel Terbaru

/