alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

FGD dan Rakor Kesbangpol Rumuskan Formulasi Tepat Atasi Konflik

PONTIANAK – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar, menggelar Focus Group Disscussion (FGD) dan Rapat Koordinasi Menyikapi Berkembangnya Paham Intolerensi dan Radikalisasi di Provinsi Kalbar, Rabu (6/10) pagi di Hotel Mahkota. Tema yang diusung dalam kegiatan ini “Harmonisasi Umat Beragama dalam Rangka Mereduksi Intoleransi Pro Kekerasan di Wilayah Provinvi Kalbar”.

Kegiatan tersebut tidak saja dilaksanakan secara offline, tapi juga online virtual zoom meeting yang terkoneksi di 14 kabupaten dan kota. Kegiatan offline (tatap muka) dihadiri Unsur Forkominda Provinsi Kalbar, Bupati dan Walikota dari 14 kabupaten dan kota serta kepala kantor, instansi, lembaga dan organisasi keagamaan. Sementara secara virtual zoom meeting di 14 kabupaten dan kota dihadiri para kapolres dan jajaran beserta unsur muspida, kepala kantor, instansi, lembaga badan, organisasi keagaman, budaya, etnis dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Menilik Program Kerukunan Kalbar,Pemeliharaan Lingkungan hingga Budidaya Ikan

Narasumber dalam kegiatan ini antara lain, Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Kajati Kalbar, Ketua MUI Kalbar, Pakar Budaya & Sejarah Untan serta Uskup Agung Kalbar.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji SH, M. Hum dalam kesempatan itu mengucap syukur karena pada kesempatan ini bisa dipertemukan untuk berbicara dan mendengarkan isu-isu terkait dengan hubungan antar pemeluk agama.

Membahas isu yang berkembang antar pemeluk agama menurut Sutarmidji lebih mudah untuk menyelesaikannya. Bicara toleransi juga menarik untuk dibahas karena bagaimana pun setiap agama itu ada ajaran dasarnya.

Sutarmidji berharap kepada semua unsur agar menjaga kebersamaan dan keharmonisan. Hal-hal besar yang terjadi kita buat sedemikian rupa supaya menjadi kecil. Kita harus selalu mendengar dengan baik, apa yang sedang terjadi, kemudian berupaya untuk menyikapi dan bersikap secara arif.

Baca Juga :  Kenaikan harga kebutuhan pokok Masih Wajar

Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Hermanus menjelaskan, kegiatan ini FGD dan Rakor ini bertujuan pertama, sebagai wadah harmonisasi umat beragama dalam rangka mereduksi berkembangnya toleransi di Kalbar. Sehingga akan ada jaminan terhadap bentuk-bentuk penolakan pendirian rumah ibadah. Seperti pengrusakan rumah ibadah hingga pembakaran rumah ibadah, ini tidak boleh terjadi kembali di Provinsi Kalimantan Barat.

Tujuan kedua lanjut Hermanus, agar bisa menghasilkan suatu kesimpulan dengan formulasi tepat untuk mengambil langkah-langkah penanganan konflik perbedan keyakinan umat beragama di Kalbar. Apalagi teradap konflik yang menimbulkan aksi dan tindakan anarkisme dari kelompok tertentu, perlu diformulasikan secara cermat lewat FGD ini. (vie)

PONTIANAK – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalbar, menggelar Focus Group Disscussion (FGD) dan Rapat Koordinasi Menyikapi Berkembangnya Paham Intolerensi dan Radikalisasi di Provinsi Kalbar, Rabu (6/10) pagi di Hotel Mahkota. Tema yang diusung dalam kegiatan ini “Harmonisasi Umat Beragama dalam Rangka Mereduksi Intoleransi Pro Kekerasan di Wilayah Provinvi Kalbar”.

Kegiatan tersebut tidak saja dilaksanakan secara offline, tapi juga online virtual zoom meeting yang terkoneksi di 14 kabupaten dan kota. Kegiatan offline (tatap muka) dihadiri Unsur Forkominda Provinsi Kalbar, Bupati dan Walikota dari 14 kabupaten dan kota serta kepala kantor, instansi, lembaga dan organisasi keagamaan. Sementara secara virtual zoom meeting di 14 kabupaten dan kota dihadiri para kapolres dan jajaran beserta unsur muspida, kepala kantor, instansi, lembaga badan, organisasi keagaman, budaya, etnis dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Kenaikan harga kebutuhan pokok Masih Wajar

Narasumber dalam kegiatan ini antara lain, Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Kajati Kalbar, Ketua MUI Kalbar, Pakar Budaya & Sejarah Untan serta Uskup Agung Kalbar.

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji SH, M. Hum dalam kesempatan itu mengucap syukur karena pada kesempatan ini bisa dipertemukan untuk berbicara dan mendengarkan isu-isu terkait dengan hubungan antar pemeluk agama.

Membahas isu yang berkembang antar pemeluk agama menurut Sutarmidji lebih mudah untuk menyelesaikannya. Bicara toleransi juga menarik untuk dibahas karena bagaimana pun setiap agama itu ada ajaran dasarnya.

Sutarmidji berharap kepada semua unsur agar menjaga kebersamaan dan keharmonisan. Hal-hal besar yang terjadi kita buat sedemikian rupa supaya menjadi kecil. Kita harus selalu mendengar dengan baik, apa yang sedang terjadi, kemudian berupaya untuk menyikapi dan bersikap secara arif.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Wajib Patuhi Aturan Level III

Kepala Badan Kesbangpol Kalbar, Hermanus menjelaskan, kegiatan ini FGD dan Rakor ini bertujuan pertama, sebagai wadah harmonisasi umat beragama dalam rangka mereduksi berkembangnya toleransi di Kalbar. Sehingga akan ada jaminan terhadap bentuk-bentuk penolakan pendirian rumah ibadah. Seperti pengrusakan rumah ibadah hingga pembakaran rumah ibadah, ini tidak boleh terjadi kembali di Provinsi Kalimantan Barat.

Tujuan kedua lanjut Hermanus, agar bisa menghasilkan suatu kesimpulan dengan formulasi tepat untuk mengambil langkah-langkah penanganan konflik perbedan keyakinan umat beragama di Kalbar. Apalagi teradap konflik yang menimbulkan aksi dan tindakan anarkisme dari kelompok tertentu, perlu diformulasikan secara cermat lewat FGD ini. (vie)

Most Read

Artikel Terbaru

IPM Kalbar Masih Peringkat 30

Harga Hewan Kurban Melonjak

Usut Tuntas Promo Miras Holywings

/