alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Wilayah Pesisir Diminta Waspada

Banjir Air Pasang

PONTIANAK-Puncak pasang dengan pasang maksimum 1.7 meter masih berpotensi terjadi pada 17, 18, 19, 20 dan 31 Desember 2020. BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menginformasikan pada 5 Desember 2020, terjadi pasang maksimun setinggi 1,7 dari pukul 10.00 hingga 11.00. Potensi ini masih harus diwaspadai hingga 8 Desember 2020.

“Untuk prakiraan tinggi pasang surut besok (hari ini,red) paling tinggi 1.6 meter. Sampai tanggal 7 masih 1.6 meter, untuk tanggal 8 pasang maksimum 1.5 meter,” ucap Kuntinah, prakirawan BMKG- Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, saat dihubungi Pontianak Post, Sabtu (5/12). Waspadai pada waktu tersebut untuk terjadi banjir ROB atau luapan dari sungai Kapuas dan tetap memantau informasi peringatan dini dari BMKG – Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

Baca Juga :  Banjir Terjang Jabodetabek

“Perlu diwaspadai terjadinya banjir Rob yang cukup tinggi, karena bukan hanya pasang maksimum saja namun bertepatan dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi sehingga semakin meningkatkan potensi terjadinya banjir rob,” jelasnya. Selain itu, waspadai kondisi angin yang cukup kencang yang berpotensi mendorong air kewilayah pesisir ” Jadi perlu diwaspadai terutama di wilayah wilayah pesisir Kalimantan Barat,” katanya.

Kuntinah mengatakan, perlu diwaspadai terjadinya gelombang rendah hingga sedang di wilayah pesisir. Beberapa hari kedepan, wilayah perairan Singkawang – Sambas berpotensi terjadi gelombang tinggi yakni 2.5 hingga 4.0 meter. Untuk pesisir Kalimantan Barat lainnya kategori rendah 0.5 hingga 1.25 meter dan kategori sedang 1.25 hingga 2.5 meter.

Baca Juga :  Ini Formasi CPNS 2019 se-Kalbar, Kalian Sudah Siap?

Dari pantauan Pontianak Post, air pasang sudah masuk ke rumah penduduk. Seperti di Kawasan Pontianak Barat, Gang Tebu Ceria, terdapat beberapa rumah penduduk yang banjir. Namun, air mulai surut ketika pukul 11.00. “Mudah-mudahan tidak ada angin dan hujan deras. Ini yang dikhawatirkan,dapur saya mulai acap,” ucap Ali salah satu warga. (mrd)

Banjir Air Pasang

PONTIANAK-Puncak pasang dengan pasang maksimum 1.7 meter masih berpotensi terjadi pada 17, 18, 19, 20 dan 31 Desember 2020. BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menginformasikan pada 5 Desember 2020, terjadi pasang maksimun setinggi 1,7 dari pukul 10.00 hingga 11.00. Potensi ini masih harus diwaspadai hingga 8 Desember 2020.

“Untuk prakiraan tinggi pasang surut besok (hari ini,red) paling tinggi 1.6 meter. Sampai tanggal 7 masih 1.6 meter, untuk tanggal 8 pasang maksimum 1.5 meter,” ucap Kuntinah, prakirawan BMKG- Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, saat dihubungi Pontianak Post, Sabtu (5/12). Waspadai pada waktu tersebut untuk terjadi banjir ROB atau luapan dari sungai Kapuas dan tetap memantau informasi peringatan dini dari BMKG – Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak.

Baca Juga :  Ratusan Rumah Terendam di Simpang Dua

“Perlu diwaspadai terjadinya banjir Rob yang cukup tinggi, karena bukan hanya pasang maksimum saja namun bertepatan dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi sehingga semakin meningkatkan potensi terjadinya banjir rob,” jelasnya. Selain itu, waspadai kondisi angin yang cukup kencang yang berpotensi mendorong air kewilayah pesisir ” Jadi perlu diwaspadai terutama di wilayah wilayah pesisir Kalimantan Barat,” katanya.

Kuntinah mengatakan, perlu diwaspadai terjadinya gelombang rendah hingga sedang di wilayah pesisir. Beberapa hari kedepan, wilayah perairan Singkawang – Sambas berpotensi terjadi gelombang tinggi yakni 2.5 hingga 4.0 meter. Untuk pesisir Kalimantan Barat lainnya kategori rendah 0.5 hingga 1.25 meter dan kategori sedang 1.25 hingga 2.5 meter.

Baca Juga :  Perpanjang Pembatasan Aktivitas Malam Kota Pontianak

Dari pantauan Pontianak Post, air pasang sudah masuk ke rumah penduduk. Seperti di Kawasan Pontianak Barat, Gang Tebu Ceria, terdapat beberapa rumah penduduk yang banjir. Namun, air mulai surut ketika pukul 11.00. “Mudah-mudahan tidak ada angin dan hujan deras. Ini yang dikhawatirkan,dapur saya mulai acap,” ucap Ali salah satu warga. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/