alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Parkir Cap Go Meh Diarahkan ke Gedung Parkir

PONTIANAK-Antisipasi kemacetan dan sulitnya masyarakat buat mengakses parkir, pada acara Cap Go Meh ke depan, maka Dinas Perhubungan Pontianak pun mengambil kebijakan pengalihan parkir dengan arahan ke Gedung Parkir. Untuk angkutan antar jemput masyarakatnya, pihak Dishub bakal menyediakan bus untuk menuju ke lokasi acara.

“Pelaksanaan Cap Go Meh sebentar lagi. Sebagai evaluasi tahun lalu, pengaturan parkir jadi acuan kami. Agar di tahun ini tidak terjadi penumpukan kendaraan, kamipun akan mengarahkan parkir kendaraannya ke gedung parkir yang baru,” ucap kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi kepada Pontianak Post, Senin (6/1).

Menuju ke lokasi acara dari gedung parkir, pihaknya akan menyediakan bus-bus buat masyarakat ke lokasi tujuan. Begitupula dilokasi acara, akan ada bus-bus yang berada di sana.

Baca Juga :  Mulyadi Nahkodai Asprov Futsal Kalbar

Dengan menerapkan kebijakan tersebut, diharap dapat menekan terjadinya kemacetan seperti di tahun lalu. Selain itu, kebijakan yang diambil Dishub juga upaya menekan munculnya jukir liar dengan penarikan tarif tidak sesuai ketentuan.

Diingatkan Utin, untuk tarif parkir kendaraan tepi jalan umum, khusus motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. “Semuanya belum berubah.Jukir liar kadang menentukan tarif seenaknya. Temuan sudah ada dan langsung kami tindak dengan melaporkannya ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Pontianak, Rino Pandriya menyatakan, jika aturan tersebut dijalankan Dishub, maka petugas di lapangan harus benar-benar siap menjalankan tugasnya di lapangan.

Utamanya kesiapan unit bus yang ada harus dikaji dengan perkiraan volume masyarakat yang akan datang diacara tersebut. Jangan sampai, aturan pengalihan parkir ke gedung parkir dijalankan, namun Dishub justru saat aturannya berjalan, petugas dibuat kelimpungan karena jumlah masyarakat datang begitu ramai.

Baca Juga :  Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

Pengawasan munculnya jukir liar dengan mematok tarif motor hingga Rp 5000 per sekali parkir juga menjadi tugas Dishub di acara ini. “Tahun ini pengawasan tata kelola parkir dan keamamanan mesti jadi perhatian Dishub. Dengan lancarnya pengaturan parkir, juga turut mensukseskan acara Cap Go Meh nanti,” tandasnya.(iza)

PONTIANAK-Antisipasi kemacetan dan sulitnya masyarakat buat mengakses parkir, pada acara Cap Go Meh ke depan, maka Dinas Perhubungan Pontianak pun mengambil kebijakan pengalihan parkir dengan arahan ke Gedung Parkir. Untuk angkutan antar jemput masyarakatnya, pihak Dishub bakal menyediakan bus untuk menuju ke lokasi acara.

“Pelaksanaan Cap Go Meh sebentar lagi. Sebagai evaluasi tahun lalu, pengaturan parkir jadi acuan kami. Agar di tahun ini tidak terjadi penumpukan kendaraan, kamipun akan mengarahkan parkir kendaraannya ke gedung parkir yang baru,” ucap kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi kepada Pontianak Post, Senin (6/1).

Menuju ke lokasi acara dari gedung parkir, pihaknya akan menyediakan bus-bus buat masyarakat ke lokasi tujuan. Begitupula dilokasi acara, akan ada bus-bus yang berada di sana.

Baca Juga :  Restu Anggi Mohon Doa Restu Warga Kalbar di Sea Games Vietnam 2022

Dengan menerapkan kebijakan tersebut, diharap dapat menekan terjadinya kemacetan seperti di tahun lalu. Selain itu, kebijakan yang diambil Dishub juga upaya menekan munculnya jukir liar dengan penarikan tarif tidak sesuai ketentuan.

Diingatkan Utin, untuk tarif parkir kendaraan tepi jalan umum, khusus motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. “Semuanya belum berubah.Jukir liar kadang menentukan tarif seenaknya. Temuan sudah ada dan langsung kami tindak dengan melaporkannya ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Pontianak, Rino Pandriya menyatakan, jika aturan tersebut dijalankan Dishub, maka petugas di lapangan harus benar-benar siap menjalankan tugasnya di lapangan.

Utamanya kesiapan unit bus yang ada harus dikaji dengan perkiraan volume masyarakat yang akan datang diacara tersebut. Jangan sampai, aturan pengalihan parkir ke gedung parkir dijalankan, namun Dishub justru saat aturannya berjalan, petugas dibuat kelimpungan karena jumlah masyarakat datang begitu ramai.

Baca Juga :  PAN Buka Pendaftaran Bacalon Kepala Daerah

Pengawasan munculnya jukir liar dengan mematok tarif motor hingga Rp 5000 per sekali parkir juga menjadi tugas Dishub di acara ini. “Tahun ini pengawasan tata kelola parkir dan keamamanan mesti jadi perhatian Dishub. Dengan lancarnya pengaturan parkir, juga turut mensukseskan acara Cap Go Meh nanti,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/