alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Bagikan 52 Ribu Sertipikat untuk Masyarakat Kalbar

Tahap Pertama Program TORA 2021

Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menerima sertipikat tanah objek reforma agraria (TORA) program pemerintah pusat. Di tahap pertama tahun 2021 ini ada 52 ribu sertipikat yang diserahkan kepada masyarakat.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

ALHAMDULILLAH, mudah-mudahan dipenyerahan yang kedua nanti bisa lebih banyak, kalau perlu sampai 100 ribu (sertipikat),” ungkap Gubernur Kalbar, Sutarmidji usai penyerahan sertipikat tanah untuk rakyat yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo secara virtual, Selasa (5/1).

Midji sapaan akrabnya berharap program ini bise terus berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Kalau perlu menurutnya sebelum tahun 2025 seluruh lahan di Provinsi Kalbar sudah disertipikatkan. Melihat target dari BPN, khusus untuk Kota Pontianak yang peta tanahnya sudah lengkap, dalam dua tahun diperkirakan seluruh lahan di ibu kota provinsi ini sudah bersertipikat.

Baca Juga :  Sempat Beri Minuman Susu Sebelum Ibunda Wafat

“Kalbar mungkin 2023-2024 bisa selesai. Kalau tumpang tindih, kalau sudah ada buku tanahnya lengkap dengan koordinatnya, saya rasa tak akan tumpang tindih lagi,” katanya.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat penerima sertipikat agar menggunakannya dengan bijak. Jika pun ingin digunakan untuk peminjaman dana di bank, maka harus yang bersifat produktif. “Harus dikalkulasi betul apakah bisa mengembalikan angsuran atau tidak. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bapak/ibu semua dan kalau itu sebagai modal dasar untuk usaha, pertumbuhan ekonomi kita akan membaik,” pungkasnya.

Sementara itu dalam sambutannya secara virtual, Presiden RI Joko Widodo mengatakan program ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk terus mempercepat penyertipikatan tanah di seluruh Indonesia. Meski diakui untuk tahun 2020 lalu realisasi yang dicapai belum sesuai terget karena terganjal pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Mempawah Dapat Kuota 4.870 Sertifikat Gratis

“Tahun 2020 targetnya 11 juta (sertipikat), namun dikarenakan pandemi realisasinya sebesar 6,8 juta,” katanya.

Presiden juga berpesan kepada para penerima sertipikat dapat menyimpan atau menggunakannya dengan baik. Mengingat sertipikat tanah adalah bukti hak atas kepemilikan tanah yang dapat menyelesaikan konflik atau sengketa yang masih terjadi.(*)

Tahap Pertama Program TORA 2021

Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menerima sertipikat tanah objek reforma agraria (TORA) program pemerintah pusat. Di tahap pertama tahun 2021 ini ada 52 ribu sertipikat yang diserahkan kepada masyarakat.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

ALHAMDULILLAH, mudah-mudahan dipenyerahan yang kedua nanti bisa lebih banyak, kalau perlu sampai 100 ribu (sertipikat),” ungkap Gubernur Kalbar, Sutarmidji usai penyerahan sertipikat tanah untuk rakyat yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo secara virtual, Selasa (5/1).

Midji sapaan akrabnya berharap program ini bise terus berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Kalau perlu menurutnya sebelum tahun 2025 seluruh lahan di Provinsi Kalbar sudah disertipikatkan. Melihat target dari BPN, khusus untuk Kota Pontianak yang peta tanahnya sudah lengkap, dalam dua tahun diperkirakan seluruh lahan di ibu kota provinsi ini sudah bersertipikat.

Baca Juga :  Air Bersih di Rusun Harapan Jaya Tak Mengalir, Warga Sampai Urunan Beli Air Bersih

“Kalbar mungkin 2023-2024 bisa selesai. Kalau tumpang tindih, kalau sudah ada buku tanahnya lengkap dengan koordinatnya, saya rasa tak akan tumpang tindih lagi,” katanya.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat penerima sertipikat agar menggunakannya dengan bijak. Jika pun ingin digunakan untuk peminjaman dana di bank, maka harus yang bersifat produktif. “Harus dikalkulasi betul apakah bisa mengembalikan angsuran atau tidak. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bapak/ibu semua dan kalau itu sebagai modal dasar untuk usaha, pertumbuhan ekonomi kita akan membaik,” pungkasnya.

Sementara itu dalam sambutannya secara virtual, Presiden RI Joko Widodo mengatakan program ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk terus mempercepat penyertipikatan tanah di seluruh Indonesia. Meski diakui untuk tahun 2020 lalu realisasi yang dicapai belum sesuai terget karena terganjal pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Serahkan 2.930 Sertifikat Tanah, Silakan Gadai Demi Ekonomi Produktif

“Tahun 2020 targetnya 11 juta (sertipikat), namun dikarenakan pandemi realisasinya sebesar 6,8 juta,” katanya.

Presiden juga berpesan kepada para penerima sertipikat dapat menyimpan atau menggunakannya dengan baik. Mengingat sertipikat tanah adalah bukti hak atas kepemilikan tanah yang dapat menyelesaikan konflik atau sengketa yang masih terjadi.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/