alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Produksi Kedelai di Kalbar Masih Rendah

PONTIANAK – Produksi komoditas kedelai di Kalimantan Barat (Kalbar) masih sangat rendah. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Dony Saiful Bahri mengatakan, berdasarkan Angka Ramalan (Aram) II Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, luas panen kedelai di Kalbar hanya 56 hektare.

“Dengan produktivitasnya sebesar 7,68 kuintal per hektare, dan produksi sebanyak 43 ton biji kering,” ungkap dia, Kamis (7/1).

Sementara kebutuhan kedelai di Kalbar pada tahun 2020 sebesar 41.485 ton biji kering. Angka ini, kata dia, dihitung dari jumlah penduduk Kalbar berdasarkan data Dukcapil 5.422.814 jiwa dikali konsumsi per kapita per tahun berdasarkan Susenas sebesar 7,65 kg kedelai.

Baca Juga :  Pengrajin Tempe Siasati Kenaikan Kedelai

Selain itu, realisasi produksi kedelai tahun 2020 juga menurun drastis apabila dibandingkan dengan produksi di tahun sebelumnya. Dia menyebut, produksi kedelai tahun 2020 menurun 91,89 persen dibandingkan Angka Tetap BPS tahun 2019 yaitu sebanyak 530 ton biji kering kedelai. Menurutnya, penurunan produksi kedelai tahun 2020 ini disebabkan menurunnya luas panen sebesar 90,85 persen dan menurunnya produktivitas sebesar 11,33 persen.

Doni mengatakan, kedelai merupakan komoditas unggulan utama karena banyak dibutuhkan masyarakat untuk bahan baku pembuatan tempe, tahu, kecap, tauco, dan industri susu kedelai. Menurutnya, pengembangan komoditas kedelai di Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya, ketertarikan petani yang minim, produktivitas yang rendah, kualitas, hingga keuntungan yang kecil. (sti)

Baca Juga :  Sarawak Butuh Komoditas Pertanian dari Kalbar

PONTIANAK – Produksi komoditas kedelai di Kalimantan Barat (Kalbar) masih sangat rendah. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Dony Saiful Bahri mengatakan, berdasarkan Angka Ramalan (Aram) II Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, luas panen kedelai di Kalbar hanya 56 hektare.

“Dengan produktivitasnya sebesar 7,68 kuintal per hektare, dan produksi sebanyak 43 ton biji kering,” ungkap dia, Kamis (7/1).

Sementara kebutuhan kedelai di Kalbar pada tahun 2020 sebesar 41.485 ton biji kering. Angka ini, kata dia, dihitung dari jumlah penduduk Kalbar berdasarkan data Dukcapil 5.422.814 jiwa dikali konsumsi per kapita per tahun berdasarkan Susenas sebesar 7,65 kg kedelai.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Perhatikan Perajin Tempe

Selain itu, realisasi produksi kedelai tahun 2020 juga menurun drastis apabila dibandingkan dengan produksi di tahun sebelumnya. Dia menyebut, produksi kedelai tahun 2020 menurun 91,89 persen dibandingkan Angka Tetap BPS tahun 2019 yaitu sebanyak 530 ton biji kering kedelai. Menurutnya, penurunan produksi kedelai tahun 2020 ini disebabkan menurunnya luas panen sebesar 90,85 persen dan menurunnya produktivitas sebesar 11,33 persen.

Doni mengatakan, kedelai merupakan komoditas unggulan utama karena banyak dibutuhkan masyarakat untuk bahan baku pembuatan tempe, tahu, kecap, tauco, dan industri susu kedelai. Menurutnya, pengembangan komoditas kedelai di Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya, ketertarikan petani yang minim, produktivitas yang rendah, kualitas, hingga keuntungan yang kecil. (sti)

Baca Juga :  Pemerintah Segera Atur Harga Tahu Tempe

Most Read

Artikel Terbaru

/