alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Rekrut 1.023 Formasi Guru PPPK

Pengajuan data perekrutan PPPK dan formasi CPNS buat tenaga teknis dan kesehatan sudah kami (BKPSDM) ajukan ke Menpan RB. Di tahun ini, jumlahnya mencapai 1.023 orang

Multi Juto Bhatarrendro

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bakal merekrut 1.023 tenaga guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tahun ini. Jika tidak terkendala, pelaksanaan tes akan dilangsungkan Maret mendatang. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Multi Juto Batarendro kepada Pontianak Post, Rabu (6/1).

“Pengajuan data perekrutan PPPK dan formasi CPNS buat tenaga teknis dan kesehatan sudah kami (BKPSDM) ajukan ke Menpan RB. Di tahun ini, perekrutan PPPK khusus formasi guru paling banyak. Mencapai 1.023 orang,” ujar Multi.

Dijelaskan Multi, tenaga guru ini nantinya akan berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mereka juga bagian dari ASN di lingkup Pemkot Pontianak. Mendapatkan gaji dengan hak yang sama.

Perekrutan 1.023 formasi guru ini merata. Artinya, tidak didominasi dengan guru lulusan PGSD. Namun untuk jurusan lain yang memang diperlukan di sekolah juga akan dibuka. Dengan demikian ini menjadi peluang besar bagi masyarakat umum berlatar sarjana pendidikan.

Formasi guru ini, kata Multi, setidaknya dapat menutupi jumlah kekurangan guru di Pontianak. Setiap tahun, Pontianak kehilangan guru karena pensiun. Jumlahnya cukup banyak. Sekitar 40 persen dari rata-rata pensiun.

Baca Juga :  Argoeduwisata dari Faperta untuk Kalbar

Kemudian, dilanjutkan dia, dalam perekrutan 1.023 PPPK ini, pihaknya juga memberikan jalur sutera pada guru kategori dua yang tersisa, termasuk tenaga honorer saat ini.

Ditanya soal batas umur 35 yang menjadi benturan teman-teman K2 dan tenaga honorer, sehingga dapat mengecilkan peluang mereka menjadi PPPK, dalam penjelasan Multi akan diringankan. Di PPPK ini mereka justru lebih leluasa. Karena syarat pendaftaran mulai dari umur 18 sampai 58 tahun.

Bahkan dalam tes nanti, mereka (K2) diberikan kesempatan hingga tiga kali tes. Bila kesempatan pertama gagal bisa dilanjutkan kesempatan ke dua dan ke tiga. “Namun jika tiga kesempatan ini gagal, artinya peserta tak mampu penuhi kompetensinya,” ujarnya.

Untuk gaji teman-teman PPPK nanti dibayarkan dari Pemerintah pusat menggunakan Dana Transfer Umum (DTU). “Selain 1.023 formasi guru, tahun ini juga akan merekrut 173 CPNS, terdiri dari tenaga teknis 32 dan tenaga kesehatan 141 formasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35 tahun ke atas, Kota Pontianak, M Syahiudin memandang perekrutan guru PPPK ini masih dibilang belum jelas dari segi perekrutannya. “Di sini pasti ada yang diuntungkan dan dirugikan, karena wacana ini hanya untuk sekolah yang ada di Kemendikbud saja. Bagaimana yang dari Kemenag, belum jelas titik terangnya gimana?,” ujar Syahiudin.

Baca Juga :  Pelaku Penganiayaan Satu Keluarga Ditangkap

Ia berharap, perekrutan PPPK ini bisa dilakukan diseluruh elemen pendidikan. Baik di bawah Kemendikbud dan di bawah Kemenag bisa berjalan seiring. Menurutnya, jika perekrutan PPPK hanya dilakukan di Kemendikbud, akan muncul pandangan anak tiri bagi guru yang berada di bawah naungan Kemenag.

Kemudian lanjutnya, terkait masalah usia sebagian dari teman-teman guru honorer sudah berumur lebih di atas 35 tahun. Tidak tepat rasanya, jika dalam perekrutan PPPK nanti golongan ini disatukan dengan semua kalangan umur.

“Jadi kami berharap kepada pemerintah kota lebih jeli dalam perekrutan guru ini. Usahakan untuk CPNS tetap diadakan, karena banyak sekali kekurangan guru khususnya di Kota Pontianak ini, dan kalaupun tetap terlaksana PPPK ini tolong yang 35 tahun ke atas diprioritaskan karena tidak mungkin mereka bersaing dengan yang baru mengajar di sekolah,” ujarnya.

Selain tenaga pendidik, tenaga di bidang kependidikan (tata usaha dan operator diminta untuk diperhatikan dengan membuka formasinya.(iza)

Pengajuan data perekrutan PPPK dan formasi CPNS buat tenaga teknis dan kesehatan sudah kami (BKPSDM) ajukan ke Menpan RB. Di tahun ini, jumlahnya mencapai 1.023 orang

Multi Juto Bhatarrendro

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bakal merekrut 1.023 tenaga guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tahun ini. Jika tidak terkendala, pelaksanaan tes akan dilangsungkan Maret mendatang. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak Multi Juto Batarendro kepada Pontianak Post, Rabu (6/1).

“Pengajuan data perekrutan PPPK dan formasi CPNS buat tenaga teknis dan kesehatan sudah kami (BKPSDM) ajukan ke Menpan RB. Di tahun ini, perekrutan PPPK khusus formasi guru paling banyak. Mencapai 1.023 orang,” ujar Multi.

Dijelaskan Multi, tenaga guru ini nantinya akan berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mereka juga bagian dari ASN di lingkup Pemkot Pontianak. Mendapatkan gaji dengan hak yang sama.

Perekrutan 1.023 formasi guru ini merata. Artinya, tidak didominasi dengan guru lulusan PGSD. Namun untuk jurusan lain yang memang diperlukan di sekolah juga akan dibuka. Dengan demikian ini menjadi peluang besar bagi masyarakat umum berlatar sarjana pendidikan.

Formasi guru ini, kata Multi, setidaknya dapat menutupi jumlah kekurangan guru di Pontianak. Setiap tahun, Pontianak kehilangan guru karena pensiun. Jumlahnya cukup banyak. Sekitar 40 persen dari rata-rata pensiun.

Baca Juga :  Berikan Solusi untuk Rekrutmen CPNS dan PPPK

Kemudian, dilanjutkan dia, dalam perekrutan 1.023 PPPK ini, pihaknya juga memberikan jalur sutera pada guru kategori dua yang tersisa, termasuk tenaga honorer saat ini.

Ditanya soal batas umur 35 yang menjadi benturan teman-teman K2 dan tenaga honorer, sehingga dapat mengecilkan peluang mereka menjadi PPPK, dalam penjelasan Multi akan diringankan. Di PPPK ini mereka justru lebih leluasa. Karena syarat pendaftaran mulai dari umur 18 sampai 58 tahun.

Bahkan dalam tes nanti, mereka (K2) diberikan kesempatan hingga tiga kali tes. Bila kesempatan pertama gagal bisa dilanjutkan kesempatan ke dua dan ke tiga. “Namun jika tiga kesempatan ini gagal, artinya peserta tak mampu penuhi kompetensinya,” ujarnya.

Untuk gaji teman-teman PPPK nanti dibayarkan dari Pemerintah pusat menggunakan Dana Transfer Umum (DTU). “Selain 1.023 formasi guru, tahun ini juga akan merekrut 173 CPNS, terdiri dari tenaga teknis 32 dan tenaga kesehatan 141 formasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35 tahun ke atas, Kota Pontianak, M Syahiudin memandang perekrutan guru PPPK ini masih dibilang belum jelas dari segi perekrutannya. “Di sini pasti ada yang diuntungkan dan dirugikan, karena wacana ini hanya untuk sekolah yang ada di Kemendikbud saja. Bagaimana yang dari Kemenag, belum jelas titik terangnya gimana?,” ujar Syahiudin.

Baca Juga :  Selain Wisata, Sarawak Tujuan Utama untuk Berobat

Ia berharap, perekrutan PPPK ini bisa dilakukan diseluruh elemen pendidikan. Baik di bawah Kemendikbud dan di bawah Kemenag bisa berjalan seiring. Menurutnya, jika perekrutan PPPK hanya dilakukan di Kemendikbud, akan muncul pandangan anak tiri bagi guru yang berada di bawah naungan Kemenag.

Kemudian lanjutnya, terkait masalah usia sebagian dari teman-teman guru honorer sudah berumur lebih di atas 35 tahun. Tidak tepat rasanya, jika dalam perekrutan PPPK nanti golongan ini disatukan dengan semua kalangan umur.

“Jadi kami berharap kepada pemerintah kota lebih jeli dalam perekrutan guru ini. Usahakan untuk CPNS tetap diadakan, karena banyak sekali kekurangan guru khususnya di Kota Pontianak ini, dan kalaupun tetap terlaksana PPPK ini tolong yang 35 tahun ke atas diprioritaskan karena tidak mungkin mereka bersaing dengan yang baru mengajar di sekolah,” ujarnya.

Selain tenaga pendidik, tenaga di bidang kependidikan (tata usaha dan operator diminta untuk diperhatikan dengan membuka formasinya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/