alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Terjerat Tali Layangan Pengendara Alami Kecelakaan

PONTIANAK – Beberapa pengendara motor yang melintas di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, alami kecalakaan akibat terjerat tali layangan. Rabu (6/1).

Kecelakaan itu terjadi tak jauh dari SMK Negeri 4 Pontianak. Dua pengendara dari arah kota terjatuh akibat terjerat tali layangan. Sementara beberapa pengendara lain yang ada di belakang terjatuh.

Saksi mata, Edi Zulkarnain, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 disaat aktivitas lalu lintas di Jalan Kom Yos Sudarso sedang ramai.

Dia menuturkan, tiba – tiba beberapa pengendara yang datang dari arah pusat kota terlibat kecelakaan beruntun.

“Terdengar suara benturan yang keras, Saya kira tabrakan, ternyata beberapa kendaraan jatuh akibat terjerat tali layangan,” kata Edi.

Ia menerangkan, saat itu ada sepeda motor yang terjatuh, dan sejumlah lainnya berhenti mendadak dan sempat saling tabrak.

“Ada pengendara bawa istri dan anak jatuh, ada juga pengendara yang jatuh dan tertimpa motor,” terangnya.

Baca Juga :  Sutarmidji Ucapkan Belasungkawa Meninggalnya Kamaruddin Sjam

Akibat kejadian itu, lanjut Edi, beberapa korban mengalami luka akibat tertimpa motor serta luka sayat berdarah di bagian leher dan tangan akibat tali layangan.

Edi Zulkarnain, yang juga merupakan sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Pontianak berharap pemerintah Kota Pontianak dapat lebih tegas menindak para pemain layang – layang yang tidak bertanggung jawab, agar tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban.

“Pemerintah harus bisa lebih tegas lagi untuk menindak pemain layangan yang mengancam keselamatan orang,”harap Edi.

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Eko Mardianto mengatakan, pihaknya sampai dengan saat ini belum menerima laporan kasus kecelakaan tersebut.

“Laporan dari piket lantas dan SPKT, tidak ada laporan kecelakaan yang masuk,” kata Eko.

Eko menyatakan, permainan layangan di wilayah hukumnya memang marak. Pihaknya sudah beberapa kali membantu Satuan Polisi Pamongpraja melakukan razia.

Baca Juga :  Tegakkan Kampanye Prokes New Normal

Eko menghimbau, kepada warga Pontianak Barat, anak – anak agar tidak bermain layangan di pinggir jalan.  Karena itu bisa membahayakan para pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor. Selain membahayakan pengguna jalan, seperti menjerat leher pengendara motor, bermain layangan dijalan juga riskan terhadap anak-anak yang berusaha mengejar layangan putus.

Eko menyatakan, Keselamatan anak tersebut sangat riskan saat mengejar layangan putus, dampaknya kemungkinan terbesar akan tertabrak pengendara. Tali layangan juga bisa berdampak lebih tragis yakni jika mengenai kabel listrik bertegangan tinggi.

“Diharapkan juga adanya peran orangtua untuk mengingatkan anak anaknya
agar tidak bermain Layang layang di jalanan atau dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi, karena resiko yang ditimbulkan lebih besar,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Beberapa pengendara motor yang melintas di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, alami kecalakaan akibat terjerat tali layangan. Rabu (6/1).

Kecelakaan itu terjadi tak jauh dari SMK Negeri 4 Pontianak. Dua pengendara dari arah kota terjatuh akibat terjerat tali layangan. Sementara beberapa pengendara lain yang ada di belakang terjatuh.

Saksi mata, Edi Zulkarnain, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 disaat aktivitas lalu lintas di Jalan Kom Yos Sudarso sedang ramai.

Dia menuturkan, tiba – tiba beberapa pengendara yang datang dari arah pusat kota terlibat kecelakaan beruntun.

“Terdengar suara benturan yang keras, Saya kira tabrakan, ternyata beberapa kendaraan jatuh akibat terjerat tali layangan,” kata Edi.

Ia menerangkan, saat itu ada sepeda motor yang terjatuh, dan sejumlah lainnya berhenti mendadak dan sempat saling tabrak.

“Ada pengendara bawa istri dan anak jatuh, ada juga pengendara yang jatuh dan tertimpa motor,” terangnya.

Baca Juga :  Gelar Kongres, Asprov PSSI Kalbar Cari Nahkoda Baru

Akibat kejadian itu, lanjut Edi, beberapa korban mengalami luka akibat tertimpa motor serta luka sayat berdarah di bagian leher dan tangan akibat tali layangan.

Edi Zulkarnain, yang juga merupakan sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Swasta Pontianak berharap pemerintah Kota Pontianak dapat lebih tegas menindak para pemain layang – layang yang tidak bertanggung jawab, agar tidak ada lagi pengendara yang menjadi korban.

“Pemerintah harus bisa lebih tegas lagi untuk menindak pemain layangan yang mengancam keselamatan orang,”harap Edi.

Sementara itu, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Eko Mardianto mengatakan, pihaknya sampai dengan saat ini belum menerima laporan kasus kecelakaan tersebut.

“Laporan dari piket lantas dan SPKT, tidak ada laporan kecelakaan yang masuk,” kata Eko.

Eko menyatakan, permainan layangan di wilayah hukumnya memang marak. Pihaknya sudah beberapa kali membantu Satuan Polisi Pamongpraja melakukan razia.

Baca Juga :  BRI Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati dalam Surfing Digital

Eko menghimbau, kepada warga Pontianak Barat, anak – anak agar tidak bermain layangan di pinggir jalan.  Karena itu bisa membahayakan para pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor. Selain membahayakan pengguna jalan, seperti menjerat leher pengendara motor, bermain layangan dijalan juga riskan terhadap anak-anak yang berusaha mengejar layangan putus.

Eko menyatakan, Keselamatan anak tersebut sangat riskan saat mengejar layangan putus, dampaknya kemungkinan terbesar akan tertabrak pengendara. Tali layangan juga bisa berdampak lebih tragis yakni jika mengenai kabel listrik bertegangan tinggi.

“Diharapkan juga adanya peran orangtua untuk mengingatkan anak anaknya
agar tidak bermain Layang layang di jalanan atau dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi, karena resiko yang ditimbulkan lebih besar,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/