alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Vaksin Covid-19; Dokter Percayakan ke Pemerintah.

PONTIANAK–Jutaan masyarakat Kalimantan Barat akan menerima vaksin Covid-19 untuk mencegah penularan dan mematikan perkembangan virus yang dipercaya dari Wuhan, Cina
ini. Beberapa tenaga kesehatan ditunjuk sebagai ujung tombak menjadi perdana penerima vaksin. Ikatan Dokter Indonesia Pusat bahkan mendorong tenaga kesehatan, termasuk para
dokter menjadi contoh dari program vaksinasi Covid-19.

Dokter Irwanda Jamil salah satu tenaga dokter kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Pemerintah di Kalbar menyebutkan berdasarkan data prioritas memang tenaga kesehatan (nakes)
sebanyak 1,3 juta jiwa di Indonesia menjadi paling pertama divaksin (disuntik). “Kami (Nakes) pada dasarnya percaya dengan ilmu kesehatan secara scientific dan dijelaskan ilmiah lewat
beragam metode ujicoba diwajibkan. Secara klinis kami juga siap divaksin,” ucapnya, Kamis(7/1).

Menurut dia dari IDI Pusat dan Kalbar saja sudah menegaskan bahwa tenaga dokter di Kalimantan Barat sudah siap untuk divaksin. “Kalau memang kawan-kawan nakes lain masih ragu,
memang ini perlu menjadi PR pemerintah menjelaskan secara terbuka bagaimana keberhasilan vaksin pada ujicoba tahap 3 nanti. Apalagi nantinya yang disuntik bukan hanya satu vaksin
saja, misalnya Sinovac. Akan ada beberapa vaksin Covid-19 nantinya diberikan ke masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa memang tenaga dokter seperti dirinya, juga tidak mau atau dalam tanda kutip misalnya, dijadikan sebagai percobaan. Makanya, Irwanda lebih memilih hasil
ujicoba vaksin keluar 100 persen aman bagi penerima siapapun. “Tidak boleh gagal, meski hanya 1 persen saja. Ini menyangkut kesehatan dan nyawa,” ucap dia.

Baca Juga :  Satgas Temukan Lagi Kasus Covid-19 di Bioskop

Irwanda menyebutkan vaksin seperti imuniasi, memang harus diakui ada kendala, tapi sifatnya ringan saja. Misalnya, habis diimunisasi terkadang mengalami nyeri ringan atau paling
berat demam. Biasanya disebabkan munculnya beragam reaksi immnunitas (kekebalan) . “Nah, kalau ada kabar disuntik vaksin Covid-19 sampai meninggal dan kejang, itu hoax namanya.
Organisasi IDI saja sudah meminta tenaga kesehatan dokter sebagai garda terdepan. Saya pribadi saja sudah didata dinkes untuk disuntik perdana nantinya,” tukas dia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah mengumumkan akan ada enam jenis vaksin yang akan digunakan ke masyarakat. Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Jenis
Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Covid-19 sudah dijelaskan terperinci

Misalnya, vaksin diproduksi enam lembaga berbeda. Dari PT Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac Biotech. Hanya kabarnya vaksin Covid-19 baru
akan bisa dipakai setelah mendapatkan otorisasi penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tenaga nakes lainnya seperti Amelia-bukan nama sebenarnya– merupakan perawat pada salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalimantan Barat. Dia sendiri mengaku sedikit
khawatir menjadi yang pertama memperoleh vaksinasi. Sementara dari segi jaminan keamanan terkait efek samping belum diperoleh informasinya secara menyeluruh.

Baca Juga :  Pemuda Pancasila Kalbar Gelar Kaderisasi Tingkat Utama

“Intinya aman, saya siap yang pertama. Namun kalau jadi bahan percobaan ya takut juga sih, walaupun hari-hari saya berada di Rumah Sakit. Apalagi , saya pribadi punya komorbid
(penyakit penyerta) yang memang tidak terlalu berbahaya. Nah khawatir dan takut sayanya,” kata dia via telepon kemarin.

Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, sudah lama dia tidak pulang ke rumah. Harapannya memang dengan vaksin Covid-19 aman dan diakui dunia, maka tubuhnya dapat
menerima. “Jadi ketika melayani pasien terpapar Covid-19, saya aman dan tidak terjangkiti. Itu sih doa saya seandainya, kami (nakes) menjadi pertama penerima vaksin di tubuh,” ujarnya.

Tenaga kesehatan (nakes) lain, Hendra nama samaran ikut ragu untukk menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19. “Kan ini ujicoba coba tahap pertama. Dan orang pertama memang
diprioritaskan kepada nakes nya dulu. Kalau ada yang pertama bukan nakes, kemudian berhasil, saya siap tidak akan ragu,” katanya.(den)

PONTIANAK–Jutaan masyarakat Kalimantan Barat akan menerima vaksin Covid-19 untuk mencegah penularan dan mematikan perkembangan virus yang dipercaya dari Wuhan, Cina
ini. Beberapa tenaga kesehatan ditunjuk sebagai ujung tombak menjadi perdana penerima vaksin. Ikatan Dokter Indonesia Pusat bahkan mendorong tenaga kesehatan, termasuk para
dokter menjadi contoh dari program vaksinasi Covid-19.

Dokter Irwanda Jamil salah satu tenaga dokter kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Pemerintah di Kalbar menyebutkan berdasarkan data prioritas memang tenaga kesehatan (nakes)
sebanyak 1,3 juta jiwa di Indonesia menjadi paling pertama divaksin (disuntik). “Kami (Nakes) pada dasarnya percaya dengan ilmu kesehatan secara scientific dan dijelaskan ilmiah lewat
beragam metode ujicoba diwajibkan. Secara klinis kami juga siap divaksin,” ucapnya, Kamis(7/1).

Menurut dia dari IDI Pusat dan Kalbar saja sudah menegaskan bahwa tenaga dokter di Kalimantan Barat sudah siap untuk divaksin. “Kalau memang kawan-kawan nakes lain masih ragu,
memang ini perlu menjadi PR pemerintah menjelaskan secara terbuka bagaimana keberhasilan vaksin pada ujicoba tahap 3 nanti. Apalagi nantinya yang disuntik bukan hanya satu vaksin
saja, misalnya Sinovac. Akan ada beberapa vaksin Covid-19 nantinya diberikan ke masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa memang tenaga dokter seperti dirinya, juga tidak mau atau dalam tanda kutip misalnya, dijadikan sebagai percobaan. Makanya, Irwanda lebih memilih hasil
ujicoba vaksin keluar 100 persen aman bagi penerima siapapun. “Tidak boleh gagal, meski hanya 1 persen saja. Ini menyangkut kesehatan dan nyawa,” ucap dia.

Baca Juga :  Efikasi Vaksin Sputnik-V Capai 91,6%

Irwanda menyebutkan vaksin seperti imuniasi, memang harus diakui ada kendala, tapi sifatnya ringan saja. Misalnya, habis diimunisasi terkadang mengalami nyeri ringan atau paling
berat demam. Biasanya disebabkan munculnya beragam reaksi immnunitas (kekebalan) . “Nah, kalau ada kabar disuntik vaksin Covid-19 sampai meninggal dan kejang, itu hoax namanya.
Organisasi IDI saja sudah meminta tenaga kesehatan dokter sebagai garda terdepan. Saya pribadi saja sudah didata dinkes untuk disuntik perdana nantinya,” tukas dia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah mengumumkan akan ada enam jenis vaksin yang akan digunakan ke masyarakat. Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penetapan Jenis
Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Covid-19 sudah dijelaskan terperinci

Misalnya, vaksin diproduksi enam lembaga berbeda. Dari PT Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac Biotech. Hanya kabarnya vaksin Covid-19 baru
akan bisa dipakai setelah mendapatkan otorisasi penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tenaga nakes lainnya seperti Amelia-bukan nama sebenarnya– merupakan perawat pada salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalimantan Barat. Dia sendiri mengaku sedikit
khawatir menjadi yang pertama memperoleh vaksinasi. Sementara dari segi jaminan keamanan terkait efek samping belum diperoleh informasinya secara menyeluruh.

Baca Juga :  Pertanyakan Bantuan Warga Terdampak Covid-19

“Intinya aman, saya siap yang pertama. Namun kalau jadi bahan percobaan ya takut juga sih, walaupun hari-hari saya berada di Rumah Sakit. Apalagi , saya pribadi punya komorbid
(penyakit penyerta) yang memang tidak terlalu berbahaya. Nah khawatir dan takut sayanya,” kata dia via telepon kemarin.

Sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, sudah lama dia tidak pulang ke rumah. Harapannya memang dengan vaksin Covid-19 aman dan diakui dunia, maka tubuhnya dapat
menerima. “Jadi ketika melayani pasien terpapar Covid-19, saya aman dan tidak terjangkiti. Itu sih doa saya seandainya, kami (nakes) menjadi pertama penerima vaksin di tubuh,” ujarnya.

Tenaga kesehatan (nakes) lain, Hendra nama samaran ikut ragu untukk menjadi yang pertama disuntik vaksin Covid-19. “Kan ini ujicoba coba tahap pertama. Dan orang pertama memang
diprioritaskan kepada nakes nya dulu. Kalau ada yang pertama bukan nakes, kemudian berhasil, saya siap tidak akan ragu,” katanya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/