alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Koma Beberapa Bulan, Riza Kini Terbaring Lemah

Riza Oktaviani, Penderita Radang Selaput Otak

Keceriaan Riza Oktaviani hilang ketika usia 11 bulan. Ia mengalami radang selaput otak. Koma beberapa bulan, kini Riza hanya terbaring lemah di tempat tidur. Dua kali seminggu, Riza harus rutin kontrol ke dokter untuk memeriksakan kondisi radang selaput otak, tuberkolosis, dan infeksi perdarahan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

PENYAKIT meningitis (radang selaput otak) menjadi momok buat balita. Penyakit ini memengaruhi tumbuh kembang si kecil. Gejala klinis meningitis yang khas biasanya ditandai dengan demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran dengan ditandai berkurangnya respons terhadap rangsangan.

Ini pula yang dialami Riza Oktiviani. Di usianya menginjak 11 bulan, anak kedua dari pasangan Herwani dan Nurul ini mengalami muntaber. Kedua orang tuanya membawa buah hati ke dokter. Riza mendapatkan perawatan medis, kemudian mengalami kejang-kejang. Bahkan sempat mengalami koma hingga beberapa bulan.

Nurul (22 tahun), ibu Riza bercerita sebelum terserang radang selaput otak, kondisi anaknya baik-baik saja. Tumbuh kembang anaknya normal sejak lahir. Bahkan, Riza mulai menunjukkan kemampuannya berjalan.

Baca Juga :  Kain Tenun Motif Corak Insang Khas Pontianak

“Waktu lahir tidak ada kejala apa-apa. Bagus perkembangannya. Bahkan beberapa waktu sebelum sudah bisa jalan-jalan jatuh gitu,” paparnya warga Sungai Nyirih, Desa Sungai Rengas, Kubu Raya.

Saat ini, kondisi Riza masih lemah. Di usianya menginjak satu tahun empat bulan ini, hanya bisa terbaring di rumah. Setiap dua minggu sekali dibawa ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Meski tidak lagi koma, tetapi matanya belum bisa merespon dengan baik.

Pihak keluarga ingin membawa anaknya untuk periksa ke dokter spesialis mata. Berharap ada solusi agar buah hati bisa melihat dengan normal. “Ingin bawa periksa ke dokter mata. Matanya itu melek tapi tidak merespon,” ungkap Nurul.

Sementara bagian tubuh lainnya, seperti kaki masih kaku. Setiap hari, Riza hanya mengonsumsi susu yang disalurkan lewat selang. “Jadi dia tidak makan nasi, hanya susu. Itu lewat selang masukkannya,” papar dia.

Baca Juga :  PT Landak Agro Utama Bantu Masyarakat Terdampak Covid -19

Ayah Riza bekerja sebagai buruh di pelabuhan. Pendapatan sehari-hari cukup untuk membeli susu dan popok buah hatinya. Dia juga harus bekerja lebih ekstra untuk mengumpulkan uang pengobatan anaknya. Sedikitnya setiap dua minggu sekali merogoh biaya Rp500 ribu. Pengobatan tidak menggunakan BPJS Kesehatan.

“Kontrolnya itu kadang sebulan dua sampai tiga kali. Kami menggunakan biaya umum. Tidak menggunakan BPJS. Ini untuk terapi karena berobat langsung di tempat praktik dokter,” kata dia.

Pihak keluarga disarankan untuk membawa Riza berobat ke Khucing. Namun, terkendala biaya, karena dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pontianak Post melalui Program Dompet Simpatik, kerjasama dengan Dompet Ummat akan menggalang bantuan periode Februari 2020. Dana terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan Riza.(*)

 

Riza Oktaviani, Penderita Radang Selaput Otak

Keceriaan Riza Oktaviani hilang ketika usia 11 bulan. Ia mengalami radang selaput otak. Koma beberapa bulan, kini Riza hanya terbaring lemah di tempat tidur. Dua kali seminggu, Riza harus rutin kontrol ke dokter untuk memeriksakan kondisi radang selaput otak, tuberkolosis, dan infeksi perdarahan.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

PENYAKIT meningitis (radang selaput otak) menjadi momok buat balita. Penyakit ini memengaruhi tumbuh kembang si kecil. Gejala klinis meningitis yang khas biasanya ditandai dengan demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran dengan ditandai berkurangnya respons terhadap rangsangan.

Ini pula yang dialami Riza Oktiviani. Di usianya menginjak 11 bulan, anak kedua dari pasangan Herwani dan Nurul ini mengalami muntaber. Kedua orang tuanya membawa buah hati ke dokter. Riza mendapatkan perawatan medis, kemudian mengalami kejang-kejang. Bahkan sempat mengalami koma hingga beberapa bulan.

Nurul (22 tahun), ibu Riza bercerita sebelum terserang radang selaput otak, kondisi anaknya baik-baik saja. Tumbuh kembang anaknya normal sejak lahir. Bahkan, Riza mulai menunjukkan kemampuannya berjalan.

Baca Juga :  Bilal langsung diperiksa oleh Dokter

“Waktu lahir tidak ada kejala apa-apa. Bagus perkembangannya. Bahkan beberapa waktu sebelum sudah bisa jalan-jalan jatuh gitu,” paparnya warga Sungai Nyirih, Desa Sungai Rengas, Kubu Raya.

Saat ini, kondisi Riza masih lemah. Di usianya menginjak satu tahun empat bulan ini, hanya bisa terbaring di rumah. Setiap dua minggu sekali dibawa ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Meski tidak lagi koma, tetapi matanya belum bisa merespon dengan baik.

Pihak keluarga ingin membawa anaknya untuk periksa ke dokter spesialis mata. Berharap ada solusi agar buah hati bisa melihat dengan normal. “Ingin bawa periksa ke dokter mata. Matanya itu melek tapi tidak merespon,” ungkap Nurul.

Sementara bagian tubuh lainnya, seperti kaki masih kaku. Setiap hari, Riza hanya mengonsumsi susu yang disalurkan lewat selang. “Jadi dia tidak makan nasi, hanya susu. Itu lewat selang masukkannya,” papar dia.

Baca Juga :  PT Landak Agro Utama Bantu Masyarakat Terdampak Covid -19

Ayah Riza bekerja sebagai buruh di pelabuhan. Pendapatan sehari-hari cukup untuk membeli susu dan popok buah hatinya. Dia juga harus bekerja lebih ekstra untuk mengumpulkan uang pengobatan anaknya. Sedikitnya setiap dua minggu sekali merogoh biaya Rp500 ribu. Pengobatan tidak menggunakan BPJS Kesehatan.

“Kontrolnya itu kadang sebulan dua sampai tiga kali. Kami menggunakan biaya umum. Tidak menggunakan BPJS. Ini untuk terapi karena berobat langsung di tempat praktik dokter,” kata dia.

Pihak keluarga disarankan untuk membawa Riza berobat ke Khucing. Namun, terkendala biaya, karena dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pontianak Post melalui Program Dompet Simpatik, kerjasama dengan Dompet Ummat akan menggalang bantuan periode Februari 2020. Dana terkumpul nantinya akan digunakan untuk membantu biaya pengobatan Riza.(*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/