alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Lampion, Simbol Budaya Dalam Tradisi Imlek

Keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh dan Lampion menjadi simbol budaya dalam Tradisi Imlek.

Suasana Imlek kurang terasa tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan di Kota Pontianak, walaupun Tahun ini, Pemerintah Kota Pontianak dan Pemprov Kalbar telah mengeluarkan edaran untuk meniadakan Perayaan Cap Go Meh.

Tahun ini, Perayaan Tahun Baru Imlek 2572, Panitia hanya memasang lampion di sepanjang jalan di Kota Pontianak untuk memberikan nuasa tibanya Tahun Baru Imlek, dan Panitia juga tidak menggelar acara yang nuansanya mengundang keramaian seperti perayaan Cap Go Meh dan Pekan Kuliner CGM.

Ketua Panitia, Hendry Pangestu Lim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Bhakti Suci dan DPP MABT Kalbar dan masyarakat yang turut andil dalam pemasangan lampion di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak.

Baca Juga :  Imbau Warga Tak Bepergian

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada YBS dan DPP MABT Kalbar serta masyarakat yang turut andil dalam pemasangan Lampion di sepanjang jalan Kota Pontianak,” kata Hendry Pangestu Lim.

Dikatakannya, keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Lampion menjadi budaya yang menandai peralihan tahun.

“Imlek kurang terasa tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan di Kota Pontianak,” jelasnya.

Pemasangan Lampion yang dilaksanakan, masih kata Ketua DPD MABT Kota Pontianak tidak akan mengundang kerumunan Sehingga pasangan lampion dalam menyambut imlek telah dan sedang di pasang di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak.

Seseuai arahan Pemerintah Kota Pontianak dan Pemprov Kalbar bahwa Perayaan Cap Go Meh ditiadakan namun untuk acara peribadatan di Kelenteng maupin Vihara tetap dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan.**

Baca Juga :  Redam Penularan Covid-19, Ini Sederet Seruan Terkait Perayaan Imlek

 

Keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh dan Lampion menjadi simbol budaya dalam Tradisi Imlek.

Suasana Imlek kurang terasa tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan di Kota Pontianak, walaupun Tahun ini, Pemerintah Kota Pontianak dan Pemprov Kalbar telah mengeluarkan edaran untuk meniadakan Perayaan Cap Go Meh.

Tahun ini, Perayaan Tahun Baru Imlek 2572, Panitia hanya memasang lampion di sepanjang jalan di Kota Pontianak untuk memberikan nuasa tibanya Tahun Baru Imlek, dan Panitia juga tidak menggelar acara yang nuansanya mengundang keramaian seperti perayaan Cap Go Meh dan Pekan Kuliner CGM.

Ketua Panitia, Hendry Pangestu Lim menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Bhakti Suci dan DPP MABT Kalbar dan masyarakat yang turut andil dalam pemasangan lampion di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak.

Baca Juga :  Melihat Perayaan Imlek di Tengah Pandemi

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada YBS dan DPP MABT Kalbar serta masyarakat yang turut andil dalam pemasangan Lampion di sepanjang jalan Kota Pontianak,” kata Hendry Pangestu Lim.

Dikatakannya, keberadaan lampion tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Lampion menjadi budaya yang menandai peralihan tahun.

“Imlek kurang terasa tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut jalan di Kota Pontianak,” jelasnya.

Pemasangan Lampion yang dilaksanakan, masih kata Ketua DPD MABT Kota Pontianak tidak akan mengundang kerumunan Sehingga pasangan lampion dalam menyambut imlek telah dan sedang di pasang di beberapa ruas jalan di Kota Pontianak.

Seseuai arahan Pemerintah Kota Pontianak dan Pemprov Kalbar bahwa Perayaan Cap Go Meh ditiadakan namun untuk acara peribadatan di Kelenteng maupin Vihara tetap dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan.**

Baca Juga :  Menyambut Tahun Tikus Logam, Dari Pohon Mei Hua hingga Masak Ikan

 

Most Read

Artikel Terbaru

/