alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Kembangkan Jagung di Bengkayang, Bangun 1.100 Hektare Lahan

PONTIANAK – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini akan mengembangkan sekitar 1.100 hektare lahan jagung di Kabupaten Bengkayang. Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum mengatakan, program pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Bengkayang tersebut bersumber dari APBN seluas 1.000 hektare dan dari APBD 100 hektare.

“Pemerintah Provinsi Kalbar sebagaimana arahan Gubernur sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk untuk tanaman jagung. Untuk itu program pengembangan jagung hibrida terus dikucurkan,” ungkapnya.

Dia menyebut, produksi jagung di Bengkayang pada 2020 mencapai 269.855 ton pipil kering. Sementara menurutnya, kebutuhan di Kabupaten ini hanya 144 ton saja, sehingga ada kelebihan produksi jagung sebanyak 269.711 ton pipil kering. Adapun kelebihan produksi jagung di Bengkayang diperuntukkan mereka demi memenuhi kebutuhan peternak telur di Kota Singkawang.

Baca Juga :  Dewan Sayangkan Rp1 Triliun APBD tak Terserap

“Kelebihan jagung di Bengkayang tersebut dibawa pengepul desa untuk memenuhi kebutuhan peternak telur di Kota Singkawang yang membutuhkan sebesar 319.910 ton pipil kering,” tuturnya

Jika melihat kebutuhan peternak telur di Singkawang saja, produksi jagung dari Kabupaten Bengkayang, diakui dia, belum mampu 100 persen memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan begitu, pengembangan 1.100 hektare lahan jagung di Kabupaten Bengkayang adalah langkah tepat mereka, mengingat pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Hal ini juga diharapkan dia, menjadi peluang bagi petani daerah tersebut memaksimalkan potensi daerah sebagai sentra jagung.

“Artinya pasar untuk jagung luas dan masih kurang dari kelebihan produksi di Bengkayang. Bahkan masih didatangkan dari luar,” kata dia.

Di samping itu, dirinya juga meyakini kebutuhan jagung untuk pakan ternak terus meningkat setiap tahunnya, seiring bertambahnya kebutuhan telur dan ayam, guna memenuhi permintaan pasar lantaran kenaikan jumlah penduduk. “Kondisi ini menjadi peluang Kalbar untuk terus memacu peningkatan produksi jagung,” tambahnya.

Baca Juga :  Tekan Kluster Silaturahmi Lebaran, Guru Dilarang Gelar Open House

Dia mengatakan, untuk menangkap peluang tersebut, perlu peningkatan luas tanam dan panen jagung untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia. Selanjutnya mereka akan membuka areal penumbuhan yang baru didukung sub sistem hilir atau pemasaran. Tak hanya luas tanam, pegembangan lahan baru jagung tersebut, menurut dia, juga harus dilakukan upaya-upaya dalam memaksimalkan produktivitas agar produksinya lebih besar.

“Kemudian meningkatkan produktivitas penanaman jagung hibrida dan penerapan budidaya sesuai SOP. Terpenting juga peningkatan SDM mulai penyuluh, petani, TNI hingga masyarakat sebagai implementasi program Kostra Tani,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini akan mengembangkan sekitar 1.100 hektare lahan jagung di Kabupaten Bengkayang. Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum mengatakan, program pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Bengkayang tersebut bersumber dari APBN seluas 1.000 hektare dan dari APBD 100 hektare.

“Pemerintah Provinsi Kalbar sebagaimana arahan Gubernur sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk untuk tanaman jagung. Untuk itu program pengembangan jagung hibrida terus dikucurkan,” ungkapnya.

Dia menyebut, produksi jagung di Bengkayang pada 2020 mencapai 269.855 ton pipil kering. Sementara menurutnya, kebutuhan di Kabupaten ini hanya 144 ton saja, sehingga ada kelebihan produksi jagung sebanyak 269.711 ton pipil kering. Adapun kelebihan produksi jagung di Bengkayang diperuntukkan mereka demi memenuhi kebutuhan peternak telur di Kota Singkawang.

Baca Juga :  Tujuh Daerah Minimal Harus Zona Kuning

“Kelebihan jagung di Bengkayang tersebut dibawa pengepul desa untuk memenuhi kebutuhan peternak telur di Kota Singkawang yang membutuhkan sebesar 319.910 ton pipil kering,” tuturnya

Jika melihat kebutuhan peternak telur di Singkawang saja, produksi jagung dari Kabupaten Bengkayang, diakui dia, belum mampu 100 persen memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan begitu, pengembangan 1.100 hektare lahan jagung di Kabupaten Bengkayang adalah langkah tepat mereka, mengingat pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Hal ini juga diharapkan dia, menjadi peluang bagi petani daerah tersebut memaksimalkan potensi daerah sebagai sentra jagung.

“Artinya pasar untuk jagung luas dan masih kurang dari kelebihan produksi di Bengkayang. Bahkan masih didatangkan dari luar,” kata dia.

Di samping itu, dirinya juga meyakini kebutuhan jagung untuk pakan ternak terus meningkat setiap tahunnya, seiring bertambahnya kebutuhan telur dan ayam, guna memenuhi permintaan pasar lantaran kenaikan jumlah penduduk. “Kondisi ini menjadi peluang Kalbar untuk terus memacu peningkatan produksi jagung,” tambahnya.

Baca Juga :  Kafilah Kalbar Terima Cenderamata dari Gubernur Sumbar

Dia mengatakan, untuk menangkap peluang tersebut, perlu peningkatan luas tanam dan panen jagung untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia. Selanjutnya mereka akan membuka areal penumbuhan yang baru didukung sub sistem hilir atau pemasaran. Tak hanya luas tanam, pegembangan lahan baru jagung tersebut, menurut dia, juga harus dilakukan upaya-upaya dalam memaksimalkan produktivitas agar produksinya lebih besar.

“Kemudian meningkatkan produktivitas penanaman jagung hibrida dan penerapan budidaya sesuai SOP. Terpenting juga peningkatan SDM mulai penyuluh, petani, TNI hingga masyarakat sebagai implementasi program Kostra Tani,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/