alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Dampak Pandemi, Penurunan Penumpang Damri Capai 100 Persen

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu berdampak pada turunnya jumlah pengguna jasa Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri). Salah satunya disebabkan penghentian sementara operasional bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) sejak Maret 2020 lalu.

SEPERTI yang terjadi di Damri Cabang Pontianak, penurunan penumpang sejak pandemi mencapai 100 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri Sandry Pasambuna mengatakan, sejak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) antara Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia ditutup, sampai saat ini Damri belum bisa melayani penumpang bus ALBN.

Terkait hal itu, pihaknya sudah berdiskusi dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji yang siap mendukung menyuarakan ke pemerintah pusat. Harapannya pemerintah pusat lebih intens lagi berkomunikasi dengan pemerintah Malaysia, agar PLBN bisa segera dibuka.   “Sampai saat ini sejak pandemi (PLBN) ditutup, sampai sekarang belum dibuka. Di masa pandemi bukan hanya ALBN, hampir semua transportasi ditutup dan hampir semua operator transportasi mengalami kerugian,” ungkap Sandry belum lama ini. Namun ia bersyukur Damri masih bisa menjaga aktivitas usahanya. Tahun 2021 menurutnya masih dalam tahap bertahan dengan harapan di tahun 2022 semua sudah bisa kembali normal. “Insyallah tahun 2022 transportasi di Indonesia sudah kembali normal,” harapnya.

Baca Juga :  Damri Kembali Layani Bus ALBN namun Masih Sistem Transit ke Malaysia

Terpisah, GM Damri Cabang Pontianak Heri Indra Setiawan menjelaskan, angkutan ALBN dari Kalbar yang selama pandemi terhenti ada dua trayek, yaitu Pontianak-Kuching (Malaysia) dan Pontianak-Bandar Seri Begawan (Brunei).

Dari data tahun 2020 secara keseluruhan penumpang yang bisa diangkut ada sebanyak 190 ribu orang. Penurunan jumlah penumpang terjadi 100 persen. Di banding tahun 2019, Damri Cabang Pontianak masih bisa melayani penumpang sampai 380 ribu orang.  Sementara khusus penumpang yang melintas antar negara melalui PLBN Entikong, data tahun 2019 jumlahnya mencapai 70.087 orang. Atau rata-rata per bulan ada sekitar 5.840 pelintas negara yang menggunakan bus Damri.

Dampak dari penutupan PLBN ini memang dinilai cukup besar. Baik dari sisi pelayanan, pergerakan bus dan lain sebagainya. “Artinyakan bus-bus yang selama ini kami plot untuk melayani ALBN mau tidak mau sebagian kami stop, namun juga kadang kami perbantukan untuk rute lain. Tapi tentu dengan perizinan yang sudah kami dapat dari Dinas terkait,” paparnya.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Perkembangan Covid-19 di Kalbar

Dari informasi terbaru menurutnya perkiraan layanan ALBN belum bisa beroperasi hingga Agustus 2021. Namun hal itu bisa saja kembali diperpanjang secara berkala melihat situasi tren pandemi Covid-19 ke depan. “Memang harapan dari semua pihak kami bisa melayani untuk rute tersebut, karena memang jumlah pelintas di PLBN cukup tinggi,” pungkasnya.(bar)

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu berdampak pada turunnya jumlah pengguna jasa Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri). Salah satunya disebabkan penghentian sementara operasional bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) sejak Maret 2020 lalu.

SEPERTI yang terjadi di Damri Cabang Pontianak, penurunan penumpang sejak pandemi mencapai 100 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri Sandry Pasambuna mengatakan, sejak Pos Lintas Batas Negara (PLBN) antara Kalbar, Indonesia dengan Sarawak, Malaysia ditutup, sampai saat ini Damri belum bisa melayani penumpang bus ALBN.

Terkait hal itu, pihaknya sudah berdiskusi dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji yang siap mendukung menyuarakan ke pemerintah pusat. Harapannya pemerintah pusat lebih intens lagi berkomunikasi dengan pemerintah Malaysia, agar PLBN bisa segera dibuka.   “Sampai saat ini sejak pandemi (PLBN) ditutup, sampai sekarang belum dibuka. Di masa pandemi bukan hanya ALBN, hampir semua transportasi ditutup dan hampir semua operator transportasi mengalami kerugian,” ungkap Sandry belum lama ini. Namun ia bersyukur Damri masih bisa menjaga aktivitas usahanya. Tahun 2021 menurutnya masih dalam tahap bertahan dengan harapan di tahun 2022 semua sudah bisa kembali normal. “Insyallah tahun 2022 transportasi di Indonesia sudah kembali normal,” harapnya.

Baca Juga :  Arus Mudik di Kalbar Dipastikan Melonjak

Terpisah, GM Damri Cabang Pontianak Heri Indra Setiawan menjelaskan, angkutan ALBN dari Kalbar yang selama pandemi terhenti ada dua trayek, yaitu Pontianak-Kuching (Malaysia) dan Pontianak-Bandar Seri Begawan (Brunei).

Dari data tahun 2020 secara keseluruhan penumpang yang bisa diangkut ada sebanyak 190 ribu orang. Penurunan jumlah penumpang terjadi 100 persen. Di banding tahun 2019, Damri Cabang Pontianak masih bisa melayani penumpang sampai 380 ribu orang.  Sementara khusus penumpang yang melintas antar negara melalui PLBN Entikong, data tahun 2019 jumlahnya mencapai 70.087 orang. Atau rata-rata per bulan ada sekitar 5.840 pelintas negara yang menggunakan bus Damri.

Dampak dari penutupan PLBN ini memang dinilai cukup besar. Baik dari sisi pelayanan, pergerakan bus dan lain sebagainya. “Artinyakan bus-bus yang selama ini kami plot untuk melayani ALBN mau tidak mau sebagian kami stop, namun juga kadang kami perbantukan untuk rute lain. Tapi tentu dengan perizinan yang sudah kami dapat dari Dinas terkait,” paparnya.

Baca Juga :  Enam Penumpang dari KKU Dites Usap

Dari informasi terbaru menurutnya perkiraan layanan ALBN belum bisa beroperasi hingga Agustus 2021. Namun hal itu bisa saja kembali diperpanjang secara berkala melihat situasi tren pandemi Covid-19 ke depan. “Memang harapan dari semua pihak kami bisa melayani untuk rute tersebut, karena memang jumlah pelintas di PLBN cukup tinggi,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/