alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Maman Singgung Gubernur Soal Kebijakan PPKM Mikro

PONTIANAK-Anggota DPRD Kota Pontianak M Yuli Armansyah melihat aturan pembatasan aktivitas hingga larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkesan tebang pilih. Jika ingin memberlakukan aturan pemberlakuan pos penjagaan dalam upaya menekan laju penyebaran covid seharusnya area batasan penjagaan di kabupaten kota ditutup total.

“Kalau mau benar-benar memberlakukan pembatasan pos penjagaan, harusnya penempatan pos tidak hanya di Batulayang saja. Kalau bisa ditutup saja semua, sehingga tidak ada akses buat masuk ke Kota Pontianak. Itu kalau mau benar-benar menerapkan aturan,” tegas politisi Nasdem M Yuli Armansyah kepada Pontianak Post, Jumat (7/5).

Kalau yang ia lihat sekarang, penempatan pos itu tidak terlalu efektif. Sebab masih terdapat celah jalur keluar masuk bagi masyarakat yang bakal pergi atau datang mudik.

Baca Juga :  Pelanggar PPKM Jalani Swab Antigen

Seperti pintu masuk dari Kabupaten Kubu Raya di Jalan Ayani menuju Kota Pontianak. Itu berapa banyak jalan tembus. Melihat celah tersebut harusnya menjadi perhatian.

Artinya dalam penerapan aturan juga jangan tebang pilih. Itu kalau memang benar-benar Gubernur Kalbar mau menekan covid di Kota Pontianak. Jika aturannya alang-alang, sebaiknya biarkan saja masyarakat mudik untuk bertemu sanak saudara buat bersilaturahmi.

Masyarakat juga sudah paham akan aturan prokes covid 19. Penggunaan masker, hand sanitizer dan jaga jarak pasti akan dilakukan.(iza)

PONTIANAK-Anggota DPRD Kota Pontianak M Yuli Armansyah melihat aturan pembatasan aktivitas hingga larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkesan tebang pilih. Jika ingin memberlakukan aturan pemberlakuan pos penjagaan dalam upaya menekan laju penyebaran covid seharusnya area batasan penjagaan di kabupaten kota ditutup total.

“Kalau mau benar-benar memberlakukan pembatasan pos penjagaan, harusnya penempatan pos tidak hanya di Batulayang saja. Kalau bisa ditutup saja semua, sehingga tidak ada akses buat masuk ke Kota Pontianak. Itu kalau mau benar-benar menerapkan aturan,” tegas politisi Nasdem M Yuli Armansyah kepada Pontianak Post, Jumat (7/5).

Kalau yang ia lihat sekarang, penempatan pos itu tidak terlalu efektif. Sebab masih terdapat celah jalur keluar masuk bagi masyarakat yang bakal pergi atau datang mudik.

Baca Juga :  Warga Komplek Ajak Patuhi PPKM Mikro

Seperti pintu masuk dari Kabupaten Kubu Raya di Jalan Ayani menuju Kota Pontianak. Itu berapa banyak jalan tembus. Melihat celah tersebut harusnya menjadi perhatian.

Artinya dalam penerapan aturan juga jangan tebang pilih. Itu kalau memang benar-benar Gubernur Kalbar mau menekan covid di Kota Pontianak. Jika aturannya alang-alang, sebaiknya biarkan saja masyarakat mudik untuk bertemu sanak saudara buat bersilaturahmi.

Masyarakat juga sudah paham akan aturan prokes covid 19. Penggunaan masker, hand sanitizer dan jaga jarak pasti akan dilakukan.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/