alexametrics
31 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Periksa Istri Mantan Dirut PT Asabri

PENYIDIK Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa istri tersangka mantan Direktur Utama PT Asabri (Persero) Mayjen TNI (Purn) Adam Rachmat Damiri berinisial HK terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan bahwa istri tersangka tersebut diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Menurut Leonard, alasan tim penyidik memeriksa HK yaitu untuk mengklarifikasi sejumlah aset milik mantan Direktur Utama Asabri tersebut. “Saksi diperiksa terkait aset milik tersangka ARD,” tuturnya, Kamis (6/5).

Leonard menjelaskan selain HK, para saksi lain yang telah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung yaitu berinisial ET dan ES yang nama kedua orang tersebut sempat dicatut oleh tersangka Benny Tjokrosaputro.

Baca Juga :  Wali Kota Pontianak Butuh Dukungan Semua Pihak Wujudkan Kota Pintar

Kemudian, saksi berinisial I yang berperan sebagai pengelola aset tersangka Benny Tjokrosaputro, lalu saksi berinisial TJ selaku Direktur Panin Sekuritas, DH selaku staf keuangan tersangka Benny Tjokro dan JIH selaku Direktur of Equity Sales PT Korea Investment Sekuritas Indonesia. “Para saksi diperiksa dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus korupsi PT Asabri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masyhudi menyatakan, Kejaksaan Agung terus bekerja menyelesaikan kasus korupsi di PT Asabri. Menurut Masyhudi, Kejati Kalbar ikut membantu penyidik Kejagung terkait tindakan hukum yang ada di wilayah hukum Kejati Kalbar.

“Kejati Kalbar memberikan dukungan bagi para penyidik Kejagung. Ada beberapa aset dari tersangka korupsi PT Asabri yang lokasinya berada di Kalimantan Barat,” ujar Masyhudi.

Baca Juga :  Kadin Kalbar Desak Wujudkan Pipanisasi Gas Trans Kalimantan

Menurut Masyhudi, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri. (mrd)

PENYIDIK Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa istri tersangka mantan Direktur Utama PT Asabri (Persero) Mayjen TNI (Purn) Adam Rachmat Damiri berinisial HK terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan bahwa istri tersangka tersebut diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Menurut Leonard, alasan tim penyidik memeriksa HK yaitu untuk mengklarifikasi sejumlah aset milik mantan Direktur Utama Asabri tersebut. “Saksi diperiksa terkait aset milik tersangka ARD,” tuturnya, Kamis (6/5).

Leonard menjelaskan selain HK, para saksi lain yang telah diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung yaitu berinisial ET dan ES yang nama kedua orang tersebut sempat dicatut oleh tersangka Benny Tjokrosaputro.

Baca Juga :  AKD Lewat Voting; Golkar Ingin Komisi Usai Fraksi Pemenang

Kemudian, saksi berinisial I yang berperan sebagai pengelola aset tersangka Benny Tjokrosaputro, lalu saksi berinisial TJ selaku Direktur Panin Sekuritas, DH selaku staf keuangan tersangka Benny Tjokro dan JIH selaku Direktur of Equity Sales PT Korea Investment Sekuritas Indonesia. “Para saksi diperiksa dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus korupsi PT Asabri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Masyhudi menyatakan, Kejaksaan Agung terus bekerja menyelesaikan kasus korupsi di PT Asabri. Menurut Masyhudi, Kejati Kalbar ikut membantu penyidik Kejagung terkait tindakan hukum yang ada di wilayah hukum Kejati Kalbar.

“Kejati Kalbar memberikan dukungan bagi para penyidik Kejagung. Ada beberapa aset dari tersangka korupsi PT Asabri yang lokasinya berada di Kalimantan Barat,” ujar Masyhudi.

Baca Juga :  Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Menurut Masyhudi, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/