alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Sutarmidji Minta Jembatan Korek Dirapikan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meninjau progres pembangunan Jembatan Korek-Pasak di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (5/5). Meski sudah selesai dibangun 100 persen, jembatan tersebut dinilai masih perlu penyelesiaan akhir agar lebih rapi.

Midji sapaan karibnya mengatakan, jembatan tersebut membuka keterisolasian sebanyak enam desa yang ada di sekitar.

“Ini membuka keterisolisan enam desa dan beberapa kawasan di Ambawang. Sudah selesai (pembangunan) tapi saya minta pada pelaksana agar dirapikan, karena beberapa bagian tidak rapi,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Jumat (6/5).

Orang nomor satu di Kalbar tersebut memastikan, selama masih masa pemeliharaan dirinya akan terus memantau kondisi jembatan tersebut. Rencannya jembatan yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu akan dirapikan dengan diaspal dan dicat. Termasuk dibuat jalan akses untuk menghubungkan ke Jalan Trans Kalimantan.

“Insyallah jembatan ini akan dicat dan diaspal serta dibuat jalan akses dari (jalan) Trans Kalimantan. Setelah genah jembatan ini akan diserahkan ke (kabupaten) Kubu Raya karena masuk ranah kewenangan mereka,” katanya.

Baca Juga :  Anak Didik TPA Masjid Al-Amiin Diwisuda dan Khatam Al-Qur'an

Midji berharap dengan adanya jembatan tersebut perekonomian masyarakat di kawasan sekitar akan berkembang pesat. Warga bisa lebih mudah untuk mengangkut hasil-hasil pertanian yang akan dijual ke kota.

“Karena hasil pertanian dan kebun cukup baik. Saya harap yang melalui jembatan jangan ngebut, karena masing finishing,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Midji juga sekaligus menyapa dan bersilaturahmi dengan warga sekitar yang melintas.

Plt Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnaen menambahkan, enam desa yang terhubung dengan adanya jembatan tersebut antara lain, desa korek, desa simpang kanan, desa pugug, desa bengkarek, desa pasak dan desa pasak piang. Sebelum adanya jembatan itu dikatakan dia, masyakat dari enam desa tersebut melakukan interaksi sosial ekonomi menggunakan sarana transportasi air yaitu motor air atau biasa disebut dengan motor kelotok dan sampan bermesin.

Baca Juga :  OPD Baru Pemprov Kalbar Dikukuhkan, Berikut Dinas Berubah Nama

Terkait pembangunan jembatan tersebut dijelaskan dia, pelaksanaannya secara bertahap (multi years) dengan menggunakan anggaran Pemprov. Tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp10,26 miliar. Lalu dengan adanya pandemi Covid-19, tahap keduanya baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 dengan nilai anggaran sebesar Rp22,049 miliar.

“Konstruksi jembatan sepanjang 285 meter dan lebar efektifnya adalah enam meter. Secara fungsional,  jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya. Manfaat jembatan sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terlebih disaat merayakan Idulfitri saat ini,” katanya.

Pada saat kunjungan gubernur, menurut Iskandar pihaknya juga telah mendapat beberapa arahan untuk penyelesaian tahap akhir jembatan tersebut.

“Beliau (gubernur) memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan kegiatan finishing, seperti merapikan pekerjaan, lalu ke depannya untuk menuntaskan pekerjaan sampai kepada pengaspalan, pengecatan dan lain-lain,” tutupnya. (bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meninjau progres pembangunan Jembatan Korek-Pasak di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (5/5). Meski sudah selesai dibangun 100 persen, jembatan tersebut dinilai masih perlu penyelesiaan akhir agar lebih rapi.

Midji sapaan karibnya mengatakan, jembatan tersebut membuka keterisolasian sebanyak enam desa yang ada di sekitar.

“Ini membuka keterisolisan enam desa dan beberapa kawasan di Ambawang. Sudah selesai (pembangunan) tapi saya minta pada pelaksana agar dirapikan, karena beberapa bagian tidak rapi,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Jumat (6/5).

Orang nomor satu di Kalbar tersebut memastikan, selama masih masa pemeliharaan dirinya akan terus memantau kondisi jembatan tersebut. Rencannya jembatan yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) itu akan dirapikan dengan diaspal dan dicat. Termasuk dibuat jalan akses untuk menghubungkan ke Jalan Trans Kalimantan.

“Insyallah jembatan ini akan dicat dan diaspal serta dibuat jalan akses dari (jalan) Trans Kalimantan. Setelah genah jembatan ini akan diserahkan ke (kabupaten) Kubu Raya karena masuk ranah kewenangan mereka,” katanya.

Baca Juga :  Program Tak Terekspos Dengan Baik, Midji Keluhkan Kinerja Humas

Midji berharap dengan adanya jembatan tersebut perekonomian masyarakat di kawasan sekitar akan berkembang pesat. Warga bisa lebih mudah untuk mengangkut hasil-hasil pertanian yang akan dijual ke kota.

“Karena hasil pertanian dan kebun cukup baik. Saya harap yang melalui jembatan jangan ngebut, karena masing finishing,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Midji juga sekaligus menyapa dan bersilaturahmi dengan warga sekitar yang melintas.

Plt Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnaen menambahkan, enam desa yang terhubung dengan adanya jembatan tersebut antara lain, desa korek, desa simpang kanan, desa pugug, desa bengkarek, desa pasak dan desa pasak piang. Sebelum adanya jembatan itu dikatakan dia, masyakat dari enam desa tersebut melakukan interaksi sosial ekonomi menggunakan sarana transportasi air yaitu motor air atau biasa disebut dengan motor kelotok dan sampan bermesin.

Baca Juga :  Libatkan Perempuan Agen Perdamaian

Terkait pembangunan jembatan tersebut dijelaskan dia, pelaksanaannya secara bertahap (multi years) dengan menggunakan anggaran Pemprov. Tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp10,26 miliar. Lalu dengan adanya pandemi Covid-19, tahap keduanya baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 dengan nilai anggaran sebesar Rp22,049 miliar.

“Konstruksi jembatan sepanjang 285 meter dan lebar efektifnya adalah enam meter. Secara fungsional,  jembatan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya. Manfaat jembatan sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terlebih disaat merayakan Idulfitri saat ini,” katanya.

Pada saat kunjungan gubernur, menurut Iskandar pihaknya juga telah mendapat beberapa arahan untuk penyelesaian tahap akhir jembatan tersebut.

“Beliau (gubernur) memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan kegiatan finishing, seperti merapikan pekerjaan, lalu ke depannya untuk menuntaskan pekerjaan sampai kepada pengaspalan, pengecatan dan lain-lain,” tutupnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/