alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Canggihnya Perangkat Teknologi Mempermudah Prosesi Sakral Berjalan  

Prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan PKB BKKBN Melalui Media Virtual

Di tengah pandemi covid 19, kebanyakan kegiatan ditataran pemerintahan sekarang dilakukan melalui media virtual.  Selain rapat-rapat program kerja, pengambilan sumpah jabatan juga dilakukan melalui virtual. Bagaimana proses pengambilan janji sakral dalam jabatan itu ?

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Perangkat utama jaringan internet ditambah peralatan pendukung seperti komputer beserta  monitor, mixer, mix dan kabel-kabel panjang semuanya telah dihubungkan. Tombol utamapun ditekan oleh teknisi. Seketika prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi tenaga Fungsional PKB, ditataran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Jumat lalupun berjalan dengan lancar.

Hari itu, Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton mengambil sumpah jabatan kepada tiga orang tenaga fungsional PKB di tiga kabupaten. Masing-masing perwakilan PKB dari Kabupaten Kayong Utara,Landak dan Kabupaten Melawi. Prosesi pengambilan sumpah jabatan di tengah pandemi covid 19, memang tak seperti biasanya. Jika pengambilan sumpah secara normal, dilakukan di satu ruang lengkap dengan orang pengambil sumpah dan yang di sumpah. Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan menggunakan media virtual ini, hanya diikuti satu orang perwakilan yang diambil sumpahnya. Namun dua orang lainnya tetap mengikuti prosesi sumpah jabatan. Tetapi di daerah masing-masing melalui  layar komputer yang  telah terhubung.

Baca Juga :  Sikat Habis Koruptor, Kajati Tahan 18 Tersangka Korupsi dalam Dua Bulan

Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Tenny Calvenny Soriton menjelaskan, pengambilan sumpah jabatan tenaga fungsional PKB, dilakukan kepada tiga pegawai dari Kabupaten Landak, Kayong Utara dan Kabupaten Melawi. Karena masa pandemi covid-19. Pelaksanaan pengambilan sumpah pun dilakukan secara virtual. Dimana ia beserta perwakilan dari BKKBN Kalbar hadir dalam satu ruangan. Kemudian, untuk yang diambil sumpahnya, diwakili satu orang yaitu tenaga fungsional PKB dari Kabupaten Landak. Untuk perwakilan dari dua Kabupaten Kayong Utara dan Melawi tetap mengikuti sumpahnya dengan menggunakan media virtual. Prosesi pengambilan sumpah pun kata dia, berjalan dengan lancar.

“Sumpah jabatan ini memang harus kami lakukan terhadap tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN Kalbar yang sebelumnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menjadi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Karena setiap ASN yang mengalami kenaikan jabatan prosedurnya memang harus disumpah dan setiap jabatan itu punya tanggungjawab yang berbeda-beda,” kata  Kaper BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton.

Baca Juga :  Perempuan Perawat Kerukunan dan Perdamaian

Ia menjelaskan untuk saat ini, di wilayah Kalbar tenaga fungsional PKB masih dirasakan kurang. Dimana jumlah tenaga PKB sekitar 250 an. Sementara jumlah desa binaan seluruh Kalbar berjumlah sekitar 2000 lebih. Itu lanjut dia, masih belum cukup. Karena kalau dihitung-hitung dengan jumlah tenaga PKB yang ada, maka satu orang tenaga PKB memegang enam sampai tujuh desa. Ini merupakan tanggungjawab besar dan bagi para tenaga PKB yang ada saat ini. Apa lagi dengan kondisi jangkauan antar desa ke desa itu masih ada yang sulit dilalui. Walau demikian ujarnya menambahkan, kondisi itu tidaklah menyurutkan kinerja BKKBN Kalbar dalam menciptakan keluarga sejahtera dan bahagia. Mudah-mudahan tiga orang terlantik ini bisa menjalankan tugas dengan baik.(**)

Prosesi Pengambilan Sumpah Jabatan PKB BKKBN Melalui Media Virtual

Di tengah pandemi covid 19, kebanyakan kegiatan ditataran pemerintahan sekarang dilakukan melalui media virtual.  Selain rapat-rapat program kerja, pengambilan sumpah jabatan juga dilakukan melalui virtual. Bagaimana proses pengambilan janji sakral dalam jabatan itu ?

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Perangkat utama jaringan internet ditambah peralatan pendukung seperti komputer beserta  monitor, mixer, mix dan kabel-kabel panjang semuanya telah dihubungkan. Tombol utamapun ditekan oleh teknisi. Seketika prosesi pengambilan sumpah jabatan bagi tenaga Fungsional PKB, ditataran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat, Jumat lalupun berjalan dengan lancar.

Hari itu, Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Tenny Calvenny Soriton mengambil sumpah jabatan kepada tiga orang tenaga fungsional PKB di tiga kabupaten. Masing-masing perwakilan PKB dari Kabupaten Kayong Utara,Landak dan Kabupaten Melawi. Prosesi pengambilan sumpah jabatan di tengah pandemi covid 19, memang tak seperti biasanya. Jika pengambilan sumpah secara normal, dilakukan di satu ruang lengkap dengan orang pengambil sumpah dan yang di sumpah. Dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan menggunakan media virtual ini, hanya diikuti satu orang perwakilan yang diambil sumpahnya. Namun dua orang lainnya tetap mengikuti prosesi sumpah jabatan. Tetapi di daerah masing-masing melalui  layar komputer yang  telah terhubung.

Baca Juga :  Antisipasi Baby Boom, Pelayanan KB Dilakukan Jemput Bola

Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Tenny Calvenny Soriton menjelaskan, pengambilan sumpah jabatan tenaga fungsional PKB, dilakukan kepada tiga pegawai dari Kabupaten Landak, Kayong Utara dan Kabupaten Melawi. Karena masa pandemi covid-19. Pelaksanaan pengambilan sumpah pun dilakukan secara virtual. Dimana ia beserta perwakilan dari BKKBN Kalbar hadir dalam satu ruangan. Kemudian, untuk yang diambil sumpahnya, diwakili satu orang yaitu tenaga fungsional PKB dari Kabupaten Landak. Untuk perwakilan dari dua Kabupaten Kayong Utara dan Melawi tetap mengikuti sumpahnya dengan menggunakan media virtual. Prosesi pengambilan sumpah pun kata dia, berjalan dengan lancar.

“Sumpah jabatan ini memang harus kami lakukan terhadap tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) BKKBN Kalbar yang sebelumnya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) menjadi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Karena setiap ASN yang mengalami kenaikan jabatan prosedurnya memang harus disumpah dan setiap jabatan itu punya tanggungjawab yang berbeda-beda,” kata  Kaper BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton.

Baca Juga :  Mupen dan Motor KB on the Road 2020

Ia menjelaskan untuk saat ini, di wilayah Kalbar tenaga fungsional PKB masih dirasakan kurang. Dimana jumlah tenaga PKB sekitar 250 an. Sementara jumlah desa binaan seluruh Kalbar berjumlah sekitar 2000 lebih. Itu lanjut dia, masih belum cukup. Karena kalau dihitung-hitung dengan jumlah tenaga PKB yang ada, maka satu orang tenaga PKB memegang enam sampai tujuh desa. Ini merupakan tanggungjawab besar dan bagi para tenaga PKB yang ada saat ini. Apa lagi dengan kondisi jangkauan antar desa ke desa itu masih ada yang sulit dilalui. Walau demikian ujarnya menambahkan, kondisi itu tidaklah menyurutkan kinerja BKKBN Kalbar dalam menciptakan keluarga sejahtera dan bahagia. Mudah-mudahan tiga orang terlantik ini bisa menjalankan tugas dengan baik.(**)

Most Read

Dinas PU-PR Lakukan Perbaikan

Jenazah Jahara Akhirnya Ditemukan

Artikel Terbaru

/