alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Awalnya untuk Konsumsi, Kini Digandrungi Sebagai Ikan Hias

Memelihara ikan hias tak melulu hanya arwana dan cupang. Namun ada ikan lain yang daya tariknya juga tidak kalah. Ikan Channa Maru namanya. 

Ramses Tobing, Pontianak

Dua ruangan di Gedung Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Ikan Non Konsumsi Kalimantan Barat dipenuhi pada penghobi Ikan Channa Maru. Minggu (6/6) siang, mereka sedang ikut kontes. Masing-masing membawa ikan Channa Maru yang menjadi jagoannya.

Ikan Channa Maru masih terhitung keluarga gabus. Jika dulu hanya untuk konsumsi. Sekarang justru malah diminati banyak orang untuk dijadikan ikan hias.

Memeliharanya pun tak sesulit ikan hias lainnya. Sebab habitat ikan ini di rawa-rawa maupun danau atau perairan gambut. Sehingga ikan ini bisa hidup di air yang minim oksigen.

Jefry Pay, salah satu peserta kontes mengatakan ada dua jenis ikan ini. Warna kuning atau dikenal Yellow Channa Maru dan merah atau Red Channa Maru.

Ia memelihara Channa Maru dari ukuran 8-10 cm. Di awal mulai memelihara ia tak langsung memasukkan Channa Maru ke dalam aquarium.

Ikan itu justru dimasukkan ke dalam tambak. Begitu ukuran tubuhnya mulai bertambah baru dimasukkan ke dalam aquarium.

Sebagai orang yang hobi memancing, Jefry juga pernah mendapatkan ikan ini saat casting. Ikan yang didapatkannya itu berukuran 50 cm meter.

Baca Juga :  Gandeng LAN RI untuk Pendampingan, Jadikan Pemprov Objek Wisata Birokrasi

Meski demikian tampilannya berbeda dengan yang dirawat di aquarium. Utamanya pada warna. “Kalau dari alam liar warna kuning tidak pekat. Beda jika di aquarium, warna kuning bisa pekat pengaruh dari pigmen makanan yang diberikan,” jelas Jefry di Pontianak, kemarin.

Meski merawat mudah namun tak sembarang. Sebab untuk menang kontes harus memenuhi beberapa kriteria. Antara lain mental, tampilan motif bunga, hingga bar di tubuhnya.

Mental itu artinya tidak takut sama manusia. Kalau bar itu motir di tubuhnya. Ada yang berbentuk angka sembilan, tujuh maupun delapan. Tetapi motif yang bagus itu angkat sembilan. Ada juga motif bunga berwarna putih. Semakin banyak motif bunga semakin baik.

Khusus untuk pakan biasanya Udang, kodok, jangkrik, ulat hongkong. Pakan pun tak harus setiap hari. Jefry menyebutkan ia biasa memberikan makan dua kali seminggu.

Ketua Panitia Kontes Ikan Channa Maru Alvianto mengatakan kontes yang digelar itu pertama kali di Pontianak. Ikan Channa Maru yang ikut kontes ini tidak hanya endemik Kalimantan Barat, tapi juga impor. Secara total ada 50 peserta yang ikut kontes dengan jumlah total ikan 70 ekor. Dimana satu peserta mengikutsertakan dua ikannya dalam kontes.

Baca Juga :  Ikan Hias Bernilai Ekonomis, Corak Unik di Tubuh Channa

Kemudian dari total ikan yang ikut kontes, 50 ekor ikan endemik lokal. Sisanya merupakan ikan impor yang ikut dalam kontes. Untuk ikan import berasal dari India dan Filipina.

“Jadi kami mempertemukan semua leader maupun penjual ikan dalam satu kontes,” kata Alvin.

Untuk kategori lomba antara lain Yellow Channa Maru. Kemudian dibagi untuk senior dan yunior. Begitu juga dengan Red Channa Maru yang dibagi dalam kategori senior dan yunior. Kemudian ada klas jumbo, impor campuran dan klas berat. “Ini hari kedua. Kami mulai kontes, Sabtu kemarin,” sebut Alvin.

Ia menambahkan ikan yang menang mesti memenuhi kategori. Antara lain penguasaan aquarium, bentuk badan ikan, bunga dan warna. “Ada tiga yang melakukan penilaian,” ujar Alvin.

Ia berharap dari kontes yang digelar meningkatkan nilai jual ikan Channa Maru. Dari ikan yang dikonsumsi menjadi ikan hias. “Semoga semakin dikenal luas. Mungkin saja setara dengan Ika Arwana atau ikan hias lainnya. Apalagi peminat di Pontianak cukup ramai,” pungkasnya. (*)

Memelihara ikan hias tak melulu hanya arwana dan cupang. Namun ada ikan lain yang daya tariknya juga tidak kalah. Ikan Channa Maru namanya. 

Ramses Tobing, Pontianak

Dua ruangan di Gedung Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Ikan Non Konsumsi Kalimantan Barat dipenuhi pada penghobi Ikan Channa Maru. Minggu (6/6) siang, mereka sedang ikut kontes. Masing-masing membawa ikan Channa Maru yang menjadi jagoannya.

Ikan Channa Maru masih terhitung keluarga gabus. Jika dulu hanya untuk konsumsi. Sekarang justru malah diminati banyak orang untuk dijadikan ikan hias.

Memeliharanya pun tak sesulit ikan hias lainnya. Sebab habitat ikan ini di rawa-rawa maupun danau atau perairan gambut. Sehingga ikan ini bisa hidup di air yang minim oksigen.

Jefry Pay, salah satu peserta kontes mengatakan ada dua jenis ikan ini. Warna kuning atau dikenal Yellow Channa Maru dan merah atau Red Channa Maru.

Ia memelihara Channa Maru dari ukuran 8-10 cm. Di awal mulai memelihara ia tak langsung memasukkan Channa Maru ke dalam aquarium.

Ikan itu justru dimasukkan ke dalam tambak. Begitu ukuran tubuhnya mulai bertambah baru dimasukkan ke dalam aquarium.

Sebagai orang yang hobi memancing, Jefry juga pernah mendapatkan ikan ini saat casting. Ikan yang didapatkannya itu berukuran 50 cm meter.

Baca Juga :  Tenaga Penyuluh KB di Kalbar Kurang, Satu Penyuluh KB Tangani Hingga 12 Desa

Meski demikian tampilannya berbeda dengan yang dirawat di aquarium. Utamanya pada warna. “Kalau dari alam liar warna kuning tidak pekat. Beda jika di aquarium, warna kuning bisa pekat pengaruh dari pigmen makanan yang diberikan,” jelas Jefry di Pontianak, kemarin.

Meski merawat mudah namun tak sembarang. Sebab untuk menang kontes harus memenuhi beberapa kriteria. Antara lain mental, tampilan motif bunga, hingga bar di tubuhnya.

Mental itu artinya tidak takut sama manusia. Kalau bar itu motir di tubuhnya. Ada yang berbentuk angka sembilan, tujuh maupun delapan. Tetapi motif yang bagus itu angkat sembilan. Ada juga motif bunga berwarna putih. Semakin banyak motif bunga semakin baik.

Khusus untuk pakan biasanya Udang, kodok, jangkrik, ulat hongkong. Pakan pun tak harus setiap hari. Jefry menyebutkan ia biasa memberikan makan dua kali seminggu.

Ketua Panitia Kontes Ikan Channa Maru Alvianto mengatakan kontes yang digelar itu pertama kali di Pontianak. Ikan Channa Maru yang ikut kontes ini tidak hanya endemik Kalimantan Barat, tapi juga impor. Secara total ada 50 peserta yang ikut kontes dengan jumlah total ikan 70 ekor. Dimana satu peserta mengikutsertakan dua ikannya dalam kontes.

Baca Juga :  Cetak e-KTP Cukup di Kantor Camat

Kemudian dari total ikan yang ikut kontes, 50 ekor ikan endemik lokal. Sisanya merupakan ikan impor yang ikut dalam kontes. Untuk ikan import berasal dari India dan Filipina.

“Jadi kami mempertemukan semua leader maupun penjual ikan dalam satu kontes,” kata Alvin.

Untuk kategori lomba antara lain Yellow Channa Maru. Kemudian dibagi untuk senior dan yunior. Begitu juga dengan Red Channa Maru yang dibagi dalam kategori senior dan yunior. Kemudian ada klas jumbo, impor campuran dan klas berat. “Ini hari kedua. Kami mulai kontes, Sabtu kemarin,” sebut Alvin.

Ia menambahkan ikan yang menang mesti memenuhi kategori. Antara lain penguasaan aquarium, bentuk badan ikan, bunga dan warna. “Ada tiga yang melakukan penilaian,” ujar Alvin.

Ia berharap dari kontes yang digelar meningkatkan nilai jual ikan Channa Maru. Dari ikan yang dikonsumsi menjadi ikan hias. “Semoga semakin dikenal luas. Mungkin saja setara dengan Ika Arwana atau ikan hias lainnya. Apalagi peminat di Pontianak cukup ramai,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/