alexametrics
28 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Tekan Covid dengan Testing PCR

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mengoptimalkan upaya testing PCR warga. Hal tersebut dalam upaya pemetaan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak.

“Kita terus melakukan testing PCR terhadap masyarakat Kota Pontianak. Berdasarkan data Juli rata-rata jumlah testing diatas 500 hingga 1000 testing dalam sehari,” ucap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada Jumat (6/8).

Berdasarkan data ini telah terjadi penurunan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pontianak. Selain itu tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Kota Pontianak rata-rata telah menurun. Untuk ruang isolasi sudah rata-rata pada angka 60 persen.

“Lalu untuk ruang ICU masih sekitar 60 hingga 80 persen karena keterbatasan ruang ICU,” katanya.

Baca Juga :  Midji Sempat Terpapar Virus, Dikelilingi 25 Orang Positif Covid-19

Ia menambahkan sebagian pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit Kota Pontianak hanya warga Pontianak. Berdasarkan data rata-rata hanya sekitar 60 persen warga Kota Pontianak. Sisanya sekitar 30 persen merupakan warga diluar Kota Pontianak.

“Kota Pontianak memiliki fasilitas rumah sakit cukup lengkap seperti rumah sakit Pemerintah Provinsi Kalbar, TNI, Polri dan swasta,” tutur Edi.

Edi mengungkapkan angka positivity rate di Kota Pontianak juga mengalami penurunan. Berdasarkan data 31 Juli positivity rate Kota Pontianak berada pada angka 19 persen. Akan tetapi angka positivity rate Covid-19 di Kota Pontianak saat ini masih belum dianggap aman.

Dikatakannya angka positivity rate Covid-19 aman jika mencapai dibawah lima persen. Diharapkan angka tersebut terus menurun seiring upaya penanganan pandemi Covid-19 yang terus dilakukan.

Baca Juga :  Harisson Jawab Keluhan Bupati Karolin Soal Lamanya Hasil Tes Usap

“Jika sudah dibawah lima persen baru aman, sekarang kita masih diangka 19 persen,” jelasnya.

Edi mengajak semua warga Kota Pontianak untuk bekerjasama, tidak lengah dan tetap waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Saat ini menurutnya sebagian besar masyarakat Kota Pontianak sudah memahami upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jangan dianggap enteng jika kita ingin berubah ke zona hijau, ada juga kemungkinan terjadinya lonjakan kembali apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (iza)

 

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mengoptimalkan upaya testing PCR warga. Hal tersebut dalam upaya pemetaan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak.

“Kita terus melakukan testing PCR terhadap masyarakat Kota Pontianak. Berdasarkan data Juli rata-rata jumlah testing diatas 500 hingga 1000 testing dalam sehari,” ucap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada Jumat (6/8).

Berdasarkan data ini telah terjadi penurunan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Pontianak. Selain itu tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Kota Pontianak rata-rata telah menurun. Untuk ruang isolasi sudah rata-rata pada angka 60 persen.

“Lalu untuk ruang ICU masih sekitar 60 hingga 80 persen karena keterbatasan ruang ICU,” katanya.

Baca Juga :  Anies Baswedan Layani Tenaga Medis Covid-19 dengan Hotel Standar VIP

Ia menambahkan sebagian pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit Kota Pontianak hanya warga Pontianak. Berdasarkan data rata-rata hanya sekitar 60 persen warga Kota Pontianak. Sisanya sekitar 30 persen merupakan warga diluar Kota Pontianak.

“Kota Pontianak memiliki fasilitas rumah sakit cukup lengkap seperti rumah sakit Pemerintah Provinsi Kalbar, TNI, Polri dan swasta,” tutur Edi.

Edi mengungkapkan angka positivity rate di Kota Pontianak juga mengalami penurunan. Berdasarkan data 31 Juli positivity rate Kota Pontianak berada pada angka 19 persen. Akan tetapi angka positivity rate Covid-19 di Kota Pontianak saat ini masih belum dianggap aman.

Dikatakannya angka positivity rate Covid-19 aman jika mencapai dibawah lima persen. Diharapkan angka tersebut terus menurun seiring upaya penanganan pandemi Covid-19 yang terus dilakukan.

Baca Juga :  Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal,┬áHarga Relatif Stabil, Cabai dan Minyak Goreng Melonjak

“Jika sudah dibawah lima persen baru aman, sekarang kita masih diangka 19 persen,” jelasnya.

Edi mengajak semua warga Kota Pontianak untuk bekerjasama, tidak lengah dan tetap waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Saat ini menurutnya sebagian besar masyarakat Kota Pontianak sudah memahami upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jangan dianggap enteng jika kita ingin berubah ke zona hijau, ada juga kemungkinan terjadinya lonjakan kembali apabila masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (iza)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/