alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Membangun Kemandirian Wirausaha di Kampung Beting

PENCEGAHAN dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu peran aktif dari seluruh elemen baik Pemerintah Pusat, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, dan seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu, satu demi satu daerah rawan Narkoba di wilayah NKRI dirangkul Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan melakukan komunikasi intens disalah satu daerah rawan narkoba.

Sebagai upaya dalam membangun kemandirian wirausaha program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Badan Narkotika Nasional melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan pemberdayaan alternatif berupa pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.

Untuk pertama kalinya Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan kegiatan pengembangan kewirausahaan di Istana Kadriah, Pontianak Timur, Selasa (3/9) kemarin.

BNN melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan program pengembangan kewirausahaan, melalui kreatifitas kerajinan tangan yang ditujukan untuk masyarakat di sekitar Kampung Beting, yang diadakan tanggal 3 – 5 September 2019. di aula Istana Kadriah, Pontianak Timur, Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Mendes Bakal Kloning Pola Kebijakan Kelola Desa

Praktisi yang juga trainer kerajinan tangan, drg. Indah Wahyuningsih mengatakan materi yang diberikan di hari kedua ini berupa pembuatan Batik Shibori pada kaos dan selendang dengan menggunakan teknik ; Pola segi 4, Pola segi 3, Ikat dengan karet, tali rapia dan tali Kasur S. Selain itu pelatihan yang didapat di hari berikutnya berupa Kerudung Lukis dan Decoupage.

“Para peserta sangat antusias dan penuh konsentrasi untuk menghasilkan kualitas yang baik, sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi perbaikan tingkat perekonomian di kampung Beting,” harapnya.

Kepala BNNP Kalimantan Barat, Brigjen Pol Drs Suyatmo. M.Si sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini mewakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan maksud diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai upaya memberikan pembekalan dalam membangun kemandirian wirausaha untuk meningkatkan peran serta masyarakat sehingga terbentuk sebuah kekuatan ekonomi mandiri yang timbul dari masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan masyarakat dan peredaran gelap narkoba.

Baca Juga :  200 Karung Beras Mulai Didistribusikan ke Warga

Hal ini merupakan bentuk kepedulian, komitmen dan kesadaran yang tinggi untuk mengatasi permasalahan narkoba di wilayah yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba hanya dapat ditolak oleh kekuatan masyarakat itu sendiri,” ujar dia.

Sementara itu, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta dan dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Pontianak Agus Sudiman, Sultan IX Pontianak, Sultan Syarief Machmud Melvin Bin Sultan Syarief Abubakar Alkadrie beserta Ibu Ratu, Wakil Walikota Pontianak Bahasan, Kepala BNNP Kalbar Suyatmo, Camat Pontianak Timur  Ismail Abdurrahman, dan  beberapa pejabat instansi terkait.(pms/ser)

PENCEGAHAN dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu peran aktif dari seluruh elemen baik Pemerintah Pusat, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, dan seluruh elemen masyarakat.

Untuk itu, satu demi satu daerah rawan Narkoba di wilayah NKRI dirangkul Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan melakukan komunikasi intens disalah satu daerah rawan narkoba.

Sebagai upaya dalam membangun kemandirian wirausaha program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Badan Narkotika Nasional melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan pemberdayaan alternatif berupa pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.

Untuk pertama kalinya Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan kegiatan pengembangan kewirausahaan di Istana Kadriah, Pontianak Timur, Selasa (3/9) kemarin.

BNN melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan program pengembangan kewirausahaan, melalui kreatifitas kerajinan tangan yang ditujukan untuk masyarakat di sekitar Kampung Beting, yang diadakan tanggal 3 – 5 September 2019. di aula Istana Kadriah, Pontianak Timur, Kalimantan Barat.

Baca Juga :  200 Karung Beras Mulai Didistribusikan ke Warga

Praktisi yang juga trainer kerajinan tangan, drg. Indah Wahyuningsih mengatakan materi yang diberikan di hari kedua ini berupa pembuatan Batik Shibori pada kaos dan selendang dengan menggunakan teknik ; Pola segi 4, Pola segi 3, Ikat dengan karet, tali rapia dan tali Kasur S. Selain itu pelatihan yang didapat di hari berikutnya berupa Kerudung Lukis dan Decoupage.

“Para peserta sangat antusias dan penuh konsentrasi untuk menghasilkan kualitas yang baik, sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi perbaikan tingkat perekonomian di kampung Beting,” harapnya.

Kepala BNNP Kalimantan Barat, Brigjen Pol Drs Suyatmo. M.Si sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini mewakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan maksud diselenggarakan kegiatan ini adalah sebagai upaya memberikan pembekalan dalam membangun kemandirian wirausaha untuk meningkatkan peran serta masyarakat sehingga terbentuk sebuah kekuatan ekonomi mandiri yang timbul dari masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan masyarakat dan peredaran gelap narkoba.

Baca Juga :  Gubernur Ajak Mahasiswa Ciptakan Peluang Usaha

Hal ini merupakan bentuk kepedulian, komitmen dan kesadaran yang tinggi untuk mengatasi permasalahan narkoba di wilayah yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba hanya dapat ditolak oleh kekuatan masyarakat itu sendiri,” ujar dia.

Sementara itu, kegiatan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta dan dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Pontianak Agus Sudiman, Sultan IX Pontianak, Sultan Syarief Machmud Melvin Bin Sultan Syarief Abubakar Alkadrie beserta Ibu Ratu, Wakil Walikota Pontianak Bahasan, Kepala BNNP Kalbar Suyatmo, Camat Pontianak Timur  Ismail Abdurrahman, dan  beberapa pejabat instansi terkait.(pms/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/