alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Midji Minta Maaf Hasil Lab Lamban

Kalbar Tambah 41 Kasus Positif Covid-19

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyampaikan permohonan maaf kepada kabupaten/kota yang telah mengirimkan sampel tes usap (swab) pemeriksaan Covid-19, namun hasilnya belum keluar. Keterlambatan itu terjadi karena keterbatasan kapasitas laboratorium.

“Saya mohon maaf kalau hasil lab agak lamban,” katanya kepada awak media, Selasa (6/10).  Dari hitungan Pemprov Kalbar, jika masing-masing daerah mengirim 200 sampel tes usap, artinya dalam satu minggu yang dites ada sekitar 2.800 sampel. Sementara laboratorium RT-PCR Untan hanya mampu memeriksa sekitar 4.000 sampel per minggu.

Selisih 1.200-an sampel, bisa digunakan untuk memeriksa pasien yang berada di Rumah Sakit (RS), hasil penelusuran kontak pasien positif dan sebagainya. “Ke depan saya harap kirim sesuai dengan kuota 200 sampel. Kalau kirim 600, bisa ini (lama),” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada beberapa kabupaten yang sudah mengirim sampel tes usap lebih dari yang ditentukan. Hanya saja, kondisi lab memang masih perlu ditambah kapasitasnya. Maka dari itu, pemprov sedang memesan tambahan empat alat PCR untuk pemeriksaan Covid-19.

Alat tersebut akan ditawarkan ke daerah kabupaten/kota yang memiliki SDM serta laboratorium. Idealnya, kata dia, semua daerah harus memiliki alat RT-PCR sendiri sehingga tidak tergantung lagi dengan pemprov. “Jadi cukup periksa di kabupaten. Empat alat ini akhir Oktober datang di Labkesda (Kalbar), kemudian saya masih lihat daerah (mana) yang membutuhkan,” terangnya.

Sementara mengenai perkembangan zona risiko kenaikan kasus Covid-19 per kabupaten/kota, Midji berharap daerah yang berada di zona hijau tetap mempertahankan statusnya dan terus melakukan pemeriksaan tes usap. Ia bersyukur Kota Pontianak sudah terbebas dari zona orange atau tingkat risiko sedang. Kini Kota Pontianak menjadi zona kuning atau risiko rendah.

Baca Juga :  Kasus Positif Sudah Capai 350

Kemudian terdapat tiga daerah yang berada di zona hijau atau zona risiko tidak ada kasus, yakni  Sekadau, Sanggau dan Kayong Utara. “Saya minta seperti Sekadau, Sanggau dan Kayong Utara pertahankan zona hijau, tapi tetap kirim swab supaya zona hijau betul-betul bisa dipertahankan,” pesannya.

Sedangkan daerah yang berada di zona kuning diharapkan terus berupaya bagaimana bisa menjadi zona hijau. Bagi yang masih di zona orange, diharapkan bisa keluar dan jangan sampai menjadi zona merah. Adapun 10 daerah yang berada di zona kuning atau daerah dengan resiko penularan rendah yaitu Bengkayang, Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Kubu Raya, Sintang dan Pontianak. Hanya satu daerah yang berada di zona orange atau tingkat risiko penularan sedang yakni Kota Singkawang.

Tambah 41 Kasus

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengumumkan penambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini sebanyak 41 orang. Yakni terdiri dari 13 warga Sintang, delapan warga Melawi, enam warga Pontianak, dua warga Kubu Raya, satu warga Kayong Utara, satu warga Kapuas Hulu, dua warga Bengkayang, empat warga Mempawah dan empat warga Sambas.

Ini diketahui berdasarkan pemeriksaan mobile PCR, Kabupaten Sintang dan Laboratorium RT-PCR RS Untan pada 5 Oktober 2020. Khusus di Kabupaten Sintang ada sembilan kasus konfirmasi Covid-19 serta delapan kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Melawi merupakan satu kluster. Artinya sebanyak 17 orang kasus konfirmasi Covid-19 ini saling berhubungan dalam satu kluster yang sama.

Baca Juga :  Pemkab Minta Dukungan Masyarakat

Sementara enam kasus konfirmasi Covid-19 yang merupakan warga Kota Pontianak, saat ini semuanya sedang dirawat di RSUD Soedarso. Sedangkan untuk dua warga asal Kabupaten Kubu Raya yang dinyatakan positif juga sedang dirawat di RSUD Soedarso.

Lalu untuk Kabupaten Mempawah merupakan hasil screaning dari Puskesmas. “Mereka ini (Mempawah) asimtomatik orang tanpa gejala, untuk Kabupaten Sambas itu dua orang hasil screaning di Puskesmas yang dirawat di RS Pemangkat, sedangkan dua orang lagi dirawat di RSUD Sambas,” paparnya.

Untuk kasus di Kabupaten Bengkayang juga dirawat di RS. Sementara satu kasus di Kayong Utara, merupakan guru di SMK 01 Sukadana. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan pada 16 September ke Medan. Lalu di tanggal 21 September pulang ke Kalbar dan kemudian merasa demam.

“Kapuas hulu juga ada satu, ini berhubungan dengan kluster sebelumnya kluster nakes yang ada di RSUD dr. Achmad Diponegoro, Putussibau. Ini hasil kontak tracing, nakes sempat dirawat karena kasus konfirmasi dan memiliki riwayat perjalanan ke Jawa,” jelasnya.

Sementara untuk kasus sembuh ada sebanyak delapan orang yang kesemuanya merupakan warga Kota Pontianak. Dengan demikian sampai 6 Oktober 2020, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sudah mencapai 1.085 orang, dimana sebanyak 874 orang atau 80,55 persen telah dinyatakan sembuh dan sembilan orang meninggal dunia.(bar)

Kalbar Tambah 41 Kasus Positif Covid-19

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyampaikan permohonan maaf kepada kabupaten/kota yang telah mengirimkan sampel tes usap (swab) pemeriksaan Covid-19, namun hasilnya belum keluar. Keterlambatan itu terjadi karena keterbatasan kapasitas laboratorium.

“Saya mohon maaf kalau hasil lab agak lamban,” katanya kepada awak media, Selasa (6/10).  Dari hitungan Pemprov Kalbar, jika masing-masing daerah mengirim 200 sampel tes usap, artinya dalam satu minggu yang dites ada sekitar 2.800 sampel. Sementara laboratorium RT-PCR Untan hanya mampu memeriksa sekitar 4.000 sampel per minggu.

Selisih 1.200-an sampel, bisa digunakan untuk memeriksa pasien yang berada di Rumah Sakit (RS), hasil penelusuran kontak pasien positif dan sebagainya. “Ke depan saya harap kirim sesuai dengan kuota 200 sampel. Kalau kirim 600, bisa ini (lama),” ujarnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada beberapa kabupaten yang sudah mengirim sampel tes usap lebih dari yang ditentukan. Hanya saja, kondisi lab memang masih perlu ditambah kapasitasnya. Maka dari itu, pemprov sedang memesan tambahan empat alat PCR untuk pemeriksaan Covid-19.

Alat tersebut akan ditawarkan ke daerah kabupaten/kota yang memiliki SDM serta laboratorium. Idealnya, kata dia, semua daerah harus memiliki alat RT-PCR sendiri sehingga tidak tergantung lagi dengan pemprov. “Jadi cukup periksa di kabupaten. Empat alat ini akhir Oktober datang di Labkesda (Kalbar), kemudian saya masih lihat daerah (mana) yang membutuhkan,” terangnya.

Sementara mengenai perkembangan zona risiko kenaikan kasus Covid-19 per kabupaten/kota, Midji berharap daerah yang berada di zona hijau tetap mempertahankan statusnya dan terus melakukan pemeriksaan tes usap. Ia bersyukur Kota Pontianak sudah terbebas dari zona orange atau tingkat risiko sedang. Kini Kota Pontianak menjadi zona kuning atau risiko rendah.

Baca Juga :  Satu Pasien Covid-19 Sembuh

Kemudian terdapat tiga daerah yang berada di zona hijau atau zona risiko tidak ada kasus, yakni  Sekadau, Sanggau dan Kayong Utara. “Saya minta seperti Sekadau, Sanggau dan Kayong Utara pertahankan zona hijau, tapi tetap kirim swab supaya zona hijau betul-betul bisa dipertahankan,” pesannya.

Sedangkan daerah yang berada di zona kuning diharapkan terus berupaya bagaimana bisa menjadi zona hijau. Bagi yang masih di zona orange, diharapkan bisa keluar dan jangan sampai menjadi zona merah. Adapun 10 daerah yang berada di zona kuning atau daerah dengan resiko penularan rendah yaitu Bengkayang, Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Kubu Raya, Sintang dan Pontianak. Hanya satu daerah yang berada di zona orange atau tingkat risiko penularan sedang yakni Kota Singkawang.

Tambah 41 Kasus

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengumumkan penambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini sebanyak 41 orang. Yakni terdiri dari 13 warga Sintang, delapan warga Melawi, enam warga Pontianak, dua warga Kubu Raya, satu warga Kayong Utara, satu warga Kapuas Hulu, dua warga Bengkayang, empat warga Mempawah dan empat warga Sambas.

Ini diketahui berdasarkan pemeriksaan mobile PCR, Kabupaten Sintang dan Laboratorium RT-PCR RS Untan pada 5 Oktober 2020. Khusus di Kabupaten Sintang ada sembilan kasus konfirmasi Covid-19 serta delapan kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Melawi merupakan satu kluster. Artinya sebanyak 17 orang kasus konfirmasi Covid-19 ini saling berhubungan dalam satu kluster yang sama.

Baca Juga :  Sosialisasi PPN Pengadaan & Wapu Pemerintah  

Sementara enam kasus konfirmasi Covid-19 yang merupakan warga Kota Pontianak, saat ini semuanya sedang dirawat di RSUD Soedarso. Sedangkan untuk dua warga asal Kabupaten Kubu Raya yang dinyatakan positif juga sedang dirawat di RSUD Soedarso.

Lalu untuk Kabupaten Mempawah merupakan hasil screaning dari Puskesmas. “Mereka ini (Mempawah) asimtomatik orang tanpa gejala, untuk Kabupaten Sambas itu dua orang hasil screaning di Puskesmas yang dirawat di RS Pemangkat, sedangkan dua orang lagi dirawat di RSUD Sambas,” paparnya.

Untuk kasus di Kabupaten Bengkayang juga dirawat di RS. Sementara satu kasus di Kayong Utara, merupakan guru di SMK 01 Sukadana. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan pada 16 September ke Medan. Lalu di tanggal 21 September pulang ke Kalbar dan kemudian merasa demam.

“Kapuas hulu juga ada satu, ini berhubungan dengan kluster sebelumnya kluster nakes yang ada di RSUD dr. Achmad Diponegoro, Putussibau. Ini hasil kontak tracing, nakes sempat dirawat karena kasus konfirmasi dan memiliki riwayat perjalanan ke Jawa,” jelasnya.

Sementara untuk kasus sembuh ada sebanyak delapan orang yang kesemuanya merupakan warga Kota Pontianak. Dengan demikian sampai 6 Oktober 2020, total kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sudah mencapai 1.085 orang, dimana sebanyak 874 orang atau 80,55 persen telah dinyatakan sembuh dan sembilan orang meninggal dunia.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/