alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Limbah Medis Sengaja Dibuang, Diduga Berasal dari Fasilitas Layanan Kesehatan

PONTIANAK – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak mensinyalir adanya dugaan limbah medis yang dibuang di sekitar Jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak berasal dari fasilitas layanan kesehatan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Saptiko saat mendatangi lokasi pembuangan limbah medis tersebut, Rabu (6/10).

“Ada kemungkinan ini bersumber dari fasilitas layanan kesehatan,” kata Saptiko, saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Menurutnya, limbah bekas medis berupa botol (vial) dan juga jarum suntik tersebut sengaja dibuang di lokasi penemuan.

“Kalau melihat lokasinya, itu tidak mungkin tercecer. Tetapi ada kesengajaan. Karena lokasinya hanya ada di satu tempat,” jelasnya.

Terkait dengan pembuangan limbah medis tersebut, DLH Kota Pontianak telah melakukan pengecekan dan penyisiran ke lokasi pembuangan. Namun pada saat dilakukan pengecekan, limbah medis berupa vial dan jarum suntik tersebut, sudah tidak ada di lokasi. Hanya ditemukan sisa-sisa.

“Pengecekan tadi pagi di lokasi, kondisinya sudah bersih. Kami hanya mendapatkan sisa-sisa. Sekitar 50 botol,” katanya.

Baca Juga :  Petugas Temukan Ponsel Saat Razia Lapas Perempuan

Menurut Saptiko, dari barang bukti yang ditemukan, botol atau vial tersebut merupakan vial bekas program KB dan vial vaksinasi untuk bayi.

Menurutnya, sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan, pengolahan atau penanganan limbah medis, termasuk jarum suntik maupun botol (vial) harus ditangani secara khusus.

“Limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Harus diperlakukan secara khusus. Misalnya dimusnahkan di incenerator atau diangkut pihak ketiga untuk dimusnahkan di luar Kalimantan,” katanya.

Sekali lagi Septiko menegaskan, limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Menurutnya, limbah medis ada dua jenis, infeksius dan non infeksius.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan untuk proses lebih lanjut. “Temuan ini kami laporkan ke dinas kesehatan. Nanti dinas kesehatan yang akan melakukan pembinaan,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, dihebohkan dengan adanya limbah medis yang ditemukan berserakan di pingir jalan tersebut.

Baca Juga :  Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai

Dari pengamatan di lokasi, terdiri jarum suntik serta ratusan botol-botol bertuliskan merek Andalan, Harmonis, dan Terramycin. Seperti diketahui, merek tersebut adalah untuk kontrasepsi dan antibiotik.

Sebagian besar botol-botol tersebut telah sisa pakai atau dalam keadaan kosong. Namun ada sebagian kecil, yang masih terisi. Tumpukan limbah medis tersebut berada sekitar 50 meter dari tempat pembuangan sampah.

Salah seorang pekerja di tempat pembuangan sampah, Dafai mengaku tidak mengetahui asal usul limbah medis tersebut. “Saya tidak tahu kalau ada yang buang sampah medis di sana. Kalau tahu, sudah pasti kita tangkap,” kata Dafai.

Menurut dia, selama bekerja di tempat pebuangan sampah, dia belum pernah mendapati warga yang membuang sampah medis karena memang tidak dibolehkan.

“Tidak pernah bertemu adanya sampah medis di sini. Sampah medis kan tidak boleh dibuang di sini ya,” ucap Dafai. (arf)

PONTIANAK – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak mensinyalir adanya dugaan limbah medis yang dibuang di sekitar Jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak berasal dari fasilitas layanan kesehatan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Saptiko saat mendatangi lokasi pembuangan limbah medis tersebut, Rabu (6/10).

“Ada kemungkinan ini bersumber dari fasilitas layanan kesehatan,” kata Saptiko, saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Menurutnya, limbah bekas medis berupa botol (vial) dan juga jarum suntik tersebut sengaja dibuang di lokasi penemuan.

“Kalau melihat lokasinya, itu tidak mungkin tercecer. Tetapi ada kesengajaan. Karena lokasinya hanya ada di satu tempat,” jelasnya.

Terkait dengan pembuangan limbah medis tersebut, DLH Kota Pontianak telah melakukan pengecekan dan penyisiran ke lokasi pembuangan. Namun pada saat dilakukan pengecekan, limbah medis berupa vial dan jarum suntik tersebut, sudah tidak ada di lokasi. Hanya ditemukan sisa-sisa.

“Pengecekan tadi pagi di lokasi, kondisinya sudah bersih. Kami hanya mendapatkan sisa-sisa. Sekitar 50 botol,” katanya.

Baca Juga :  Konstruksi PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Dimulai

Menurut Saptiko, dari barang bukti yang ditemukan, botol atau vial tersebut merupakan vial bekas program KB dan vial vaksinasi untuk bayi.

Menurutnya, sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan, pengolahan atau penanganan limbah medis, termasuk jarum suntik maupun botol (vial) harus ditangani secara khusus.

“Limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Harus diperlakukan secara khusus. Misalnya dimusnahkan di incenerator atau diangkut pihak ketiga untuk dimusnahkan di luar Kalimantan,” katanya.

Sekali lagi Septiko menegaskan, limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan. Menurutnya, limbah medis ada dua jenis, infeksius dan non infeksius.

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan untuk proses lebih lanjut. “Temuan ini kami laporkan ke dinas kesehatan. Nanti dinas kesehatan yang akan melakukan pembinaan,” tegasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, dihebohkan dengan adanya limbah medis yang ditemukan berserakan di pingir jalan tersebut.

Baca Juga :  Polsek Pontianak Selatan Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor

Dari pengamatan di lokasi, terdiri jarum suntik serta ratusan botol-botol bertuliskan merek Andalan, Harmonis, dan Terramycin. Seperti diketahui, merek tersebut adalah untuk kontrasepsi dan antibiotik.

Sebagian besar botol-botol tersebut telah sisa pakai atau dalam keadaan kosong. Namun ada sebagian kecil, yang masih terisi. Tumpukan limbah medis tersebut berada sekitar 50 meter dari tempat pembuangan sampah.

Salah seorang pekerja di tempat pembuangan sampah, Dafai mengaku tidak mengetahui asal usul limbah medis tersebut. “Saya tidak tahu kalau ada yang buang sampah medis di sana. Kalau tahu, sudah pasti kita tangkap,” kata Dafai.

Menurut dia, selama bekerja di tempat pebuangan sampah, dia belum pernah mendapati warga yang membuang sampah medis karena memang tidak dibolehkan.

“Tidak pernah bertemu adanya sampah medis di sini. Sampah medis kan tidak boleh dibuang di sini ya,” ucap Dafai. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/