alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Gelar Wayang Climen

MENYIKAPI pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), para pelaku seni pewayangan pun harus memutar otak, agar seni wayang tetap eksis. Salah satunya dengan menggelar wayang climen.

Apa itu wayang climen? Wayang climen disebut juga wayang minimalis, karena berkaitan dengan penggunaan media online untuk menyiarkan pertunjukan secara langsung atau live streaming. Durasi pertunjukannya pun lebih terbatas dengan mengurangi beberapa bagian cerita.

“Sering lo Mas kita buat pertunjukan wayang di (Jalan) Wonodadi itu, tapi itu tadi, wayang climen,” ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kalbar, Prof. Slamet Rahardjo.

Hanya saja, tak dipungkiri Slamet, dengan disiarkan secara live streaming, para penikmat wayang dari kalangan tua cukup kesulitan menikmatinya. Namun langkah ini menjadi salah satu pilihan agar wayang tetap eksis.

Baca Juga :  Green Purple, Rumah Luka dan Rumah Sunat Resmi Dibuka

Baca juga: Nekat Bentuk Sanggar Demi Wayang

Bagaimana dengan eksistensi para dalang wayang sendiri, dengan berbagai pembatasan seperti itu? Menurut guru besar Fakultas Hukum Untan Pontianak tersebut, rerata para dalang di Kalbar tak menjadikan profesi ini sebagai profesi utama. “Rata-rata mereka punya pekerjaan pokok Mas, kecuali yang di Kubu Raya itu, Ki Agus itu (Ki Agus Krisbiantoro, Red), kalau yang lainnya memang tidak hidup dari mendalang,” ungkap sang profesor.

Yang paling terpukul, menurut dia, selama masa pandemi ini justru para penikmat hiburan wayang. Karena berbagai pembatasan, pertunjukan wayang pun sulit digelar. Bahkan, menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada hari ini (7/11), Pepadi dengan terpaksa tidak membuat pertunjukan wayang. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Pepadi Kalbar, Bernadeta Sri Rusmiyati.

Baca Juga :  Mad Nawir Terkejut Saat Reses; Banyak Warga Putus BPJS Kesehatan

“Pepadi Pusat sudah menyurati kami, menyambut Hari Wayang Nasional bisa diganti dengan menggelar sarasehan, pameran, atau workshop, tapi karena suatu hal, kita batalkan,” ungkap Bernadeta.

Namun dipastikan dia, pertunjukan wayang menyongsong Hari Wayang Nasional tetap bisa disaksikan di Sanggar Budaya Hamiluhung di Kabupaten Kubu Raya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (ote)

MENYIKAPI pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), para pelaku seni pewayangan pun harus memutar otak, agar seni wayang tetap eksis. Salah satunya dengan menggelar wayang climen.

Apa itu wayang climen? Wayang climen disebut juga wayang minimalis, karena berkaitan dengan penggunaan media online untuk menyiarkan pertunjukan secara langsung atau live streaming. Durasi pertunjukannya pun lebih terbatas dengan mengurangi beberapa bagian cerita.

“Sering lo Mas kita buat pertunjukan wayang di (Jalan) Wonodadi itu, tapi itu tadi, wayang climen,” ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kalbar, Prof. Slamet Rahardjo.

Hanya saja, tak dipungkiri Slamet, dengan disiarkan secara live streaming, para penikmat wayang dari kalangan tua cukup kesulitan menikmatinya. Namun langkah ini menjadi salah satu pilihan agar wayang tetap eksis.

Baca Juga :  Green Purple, Rumah Luka dan Rumah Sunat Resmi Dibuka

Baca juga: Nekat Bentuk Sanggar Demi Wayang

Bagaimana dengan eksistensi para dalang wayang sendiri, dengan berbagai pembatasan seperti itu? Menurut guru besar Fakultas Hukum Untan Pontianak tersebut, rerata para dalang di Kalbar tak menjadikan profesi ini sebagai profesi utama. “Rata-rata mereka punya pekerjaan pokok Mas, kecuali yang di Kubu Raya itu, Ki Agus itu (Ki Agus Krisbiantoro, Red), kalau yang lainnya memang tidak hidup dari mendalang,” ungkap sang profesor.

Yang paling terpukul, menurut dia, selama masa pandemi ini justru para penikmat hiburan wayang. Karena berbagai pembatasan, pertunjukan wayang pun sulit digelar. Bahkan, menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada hari ini (7/11), Pepadi dengan terpaksa tidak membuat pertunjukan wayang. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Pepadi Kalbar, Bernadeta Sri Rusmiyati.

Baca Juga :  Benny Tjokrosaputro-Heru Hidayat Segera Jalani Sidang

“Pepadi Pusat sudah menyurati kami, menyambut Hari Wayang Nasional bisa diganti dengan menggelar sarasehan, pameran, atau workshop, tapi karena suatu hal, kita batalkan,” ungkap Bernadeta.

Namun dipastikan dia, pertunjukan wayang menyongsong Hari Wayang Nasional tetap bisa disaksikan di Sanggar Budaya Hamiluhung di Kabupaten Kubu Raya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (ote)

Most Read

Artikel Terbaru

/