alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Antisipasi Penularan Covid-19 Setelah Liburan Akhir Tahun

Masyarakat tetap menggunakan masker dan prokes lainnya terutama menghindari berpergian ke tempat wisata dan tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang – Malik Saepudin

PONTIANAK – Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin mengingatkan, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, libur akhir tahun akan meningkatkan mobilitas penduduk dan menimbulkan risiko penularan virus Corona.

Menurutnya hal yang terpenting dan utama adalah harus ada antisipasi penularan covid-19 pada liburan dan tahun baru. “Masyarakat tetap menggunakan masker dan prokes lainnya terutama menghindari berpergian ke tempat wisata dan tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang,” kata Malik di Pontianak, kemarin.

Ia menambahkan perlunya strategi dari pemerintah pusat sampai daerah serta komitmen dalam pengaturan dan pengelolaan semua tempat wisata. Antara lain dibuka terbatas. Tempat-tempat wisata juga harus dipastikan melaksanakan protokol kesehatan.

“Saatnya juga pemerintah melakukan pengawasan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19,” jelas Malik.

Ia melanjutkan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi juga mesti dimaksimalkan. Seperti di tempat-tempat umum. Lalu lakukan pengawasan dan tracing pada masyarakat.

“Ini tercermin dengan baik dari kasus Covid-19 yang telah menurun jauh dibanding tahun sebelumnya. Ada keyakinan bahwa pelaksanaan tiga pilar upaya pencegahan Covid-19 telah baik dan konsisten,” tambah Malik.

Baca Juga :  DPRD Kalbar; Yang Datang Bukan Pengambil Keputusan

Ia menyarankan agar pemerintah daerah untuk memperketat masuknya orang asing ke Kalimantan Barat. Cara ini ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Seperti diketahui ditemukannya varian baru Covid-19.

Sebagaimana disampaikan bahwa varian baru Omicron ditemukan di Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021. Berdasarkan penelitian awal, virus Ini lebih cepat pertumbuhannya. Bahkan juga kesulitan mendeteksi dengan PCR konvensional.

“Pemerintah perlu mengetatkan pintu entry point orang masuk ke Indonesia. Ada baiknya membatasi Airport yang bisa menerima orang asing serta melakukan karantina yang diperketat dan tidak lagi cukup tiga hari,” kata Malik.

“Perlu dilakukan monitor ketat terhadap keseharian orang asing yang masuk ke Indonesia hingga ke Kalimantan Barat. Mulai dengan memantau suhu, hingga melakukan PCR test kembali saat karantina. Lakukan ditempat yang dapat dipantau oleh Satgas Penanganan Covid,” sambung Malik.

Ia melanjutkan upaya itu dilakukan karena mengingat ada varian baru semakin menguat, dengan pertumbuhan yang lebih cepat sehingga tingkat penularannya lebih cepat.

Hal serupa disampaikan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk taat protokol kesehatan, terutama menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Pontianak Timur Tertinggi Covid-19

“Jangan pernah bosan untuk mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan prokes demi pencegahan Covid-19, yang masih nyata berada di sekitar kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Hingga November 2021, cakupan vaksinasi pertama di Kalimantan Barat mencapai angka 51,31 persen. Sementara vaksinasi kedua baru pada angka 33,14 persen.

“Rata-rata cakupan vaksinasi 42,23 persen dari sasaran masyarakat yang divaksin sebanyak 3.872.477 jiwa,” Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harrison di Pontianak, kemarin.

Harrison mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi. Seperti diketahui capaian vaksinasi berpengaruh pada penetapan level PPKM.

Saat ini berdasarkan Inmendagri Nomor 61 tahun 2021 yang dikeluarkan pada 23 November 2021, Kalbar berada pada level tiga penerapan PPKM. Harrison melanjutkan pemerintah kabupaten/kota juga perlu menggiatkan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan kasus infeksi virus corona serta menegakkan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 di wilayahnya tetap terkendali.(mse/mnk)

Masyarakat tetap menggunakan masker dan prokes lainnya terutama menghindari berpergian ke tempat wisata dan tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang – Malik Saepudin

PONTIANAK – Ahli Epidemiologi dari Poltekkes Pontianak, Malik Saepudin mengingatkan, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Berkaca dari pengalaman tahun lalu, libur akhir tahun akan meningkatkan mobilitas penduduk dan menimbulkan risiko penularan virus Corona.

Menurutnya hal yang terpenting dan utama adalah harus ada antisipasi penularan covid-19 pada liburan dan tahun baru. “Masyarakat tetap menggunakan masker dan prokes lainnya terutama menghindari berpergian ke tempat wisata dan tempat-tempat yang dikunjungi banyak orang,” kata Malik di Pontianak, kemarin.

Ia menambahkan perlunya strategi dari pemerintah pusat sampai daerah serta komitmen dalam pengaturan dan pengelolaan semua tempat wisata. Antara lain dibuka terbatas. Tempat-tempat wisata juga harus dipastikan melaksanakan protokol kesehatan.

“Saatnya juga pemerintah melakukan pengawasan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19,” jelas Malik.

Ia melanjutkan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi juga mesti dimaksimalkan. Seperti di tempat-tempat umum. Lalu lakukan pengawasan dan tracing pada masyarakat.

“Ini tercermin dengan baik dari kasus Covid-19 yang telah menurun jauh dibanding tahun sebelumnya. Ada keyakinan bahwa pelaksanaan tiga pilar upaya pencegahan Covid-19 telah baik dan konsisten,” tambah Malik.

Baca Juga :  Literasi Digital MUI Bentuk Jihad Tangkal Hoaks dan Radikalisme

Ia menyarankan agar pemerintah daerah untuk memperketat masuknya orang asing ke Kalimantan Barat. Cara ini ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Seperti diketahui ditemukannya varian baru Covid-19.

Sebagaimana disampaikan bahwa varian baru Omicron ditemukan di Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021. Berdasarkan penelitian awal, virus Ini lebih cepat pertumbuhannya. Bahkan juga kesulitan mendeteksi dengan PCR konvensional.

“Pemerintah perlu mengetatkan pintu entry point orang masuk ke Indonesia. Ada baiknya membatasi Airport yang bisa menerima orang asing serta melakukan karantina yang diperketat dan tidak lagi cukup tiga hari,” kata Malik.

“Perlu dilakukan monitor ketat terhadap keseharian orang asing yang masuk ke Indonesia hingga ke Kalimantan Barat. Mulai dengan memantau suhu, hingga melakukan PCR test kembali saat karantina. Lakukan ditempat yang dapat dipantau oleh Satgas Penanganan Covid,” sambung Malik.

Ia melanjutkan upaya itu dilakukan karena mengingat ada varian baru semakin menguat, dengan pertumbuhan yang lebih cepat sehingga tingkat penularannya lebih cepat.

Hal serupa disampaikan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat. Pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk taat protokol kesehatan, terutama menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Pontianak Timur Tertinggi Covid-19

“Jangan pernah bosan untuk mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan prokes demi pencegahan Covid-19, yang masih nyata berada di sekitar kita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Hingga November 2021, cakupan vaksinasi pertama di Kalimantan Barat mencapai angka 51,31 persen. Sementara vaksinasi kedua baru pada angka 33,14 persen.

“Rata-rata cakupan vaksinasi 42,23 persen dari sasaran masyarakat yang divaksin sebanyak 3.872.477 jiwa,” Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harrison di Pontianak, kemarin.

Harrison mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi. Seperti diketahui capaian vaksinasi berpengaruh pada penetapan level PPKM.

Saat ini berdasarkan Inmendagri Nomor 61 tahun 2021 yang dikeluarkan pada 23 November 2021, Kalbar berada pada level tiga penerapan PPKM. Harrison melanjutkan pemerintah kabupaten/kota juga perlu menggiatkan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan kasus infeksi virus corona serta menegakkan protokol kesehatan agar penularan Covid-19 di wilayahnya tetap terkendali.(mse/mnk)

Most Read

Artikel Terbaru

/