alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

4.200 Nakes Sudah Divaksin

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan hingga saat ini jumlah tenaga kesehatan sudah divaksin sebanyak 4.200 orang.  “Jumlah yang hadir sebanyak 6.279 orang dan yang layak divaksin 4.200 orang,” kata Sidiq di Pontianak, Jumat kemarin.

Jumlah yang tercatat itu terhitung sejak tanggal 14 Januari hingga 4 Februari 2021. Sementara ada 2.279 tenaga kesehatan yang tidak layak divaksin.  “Kondisi bisa saja karena pernah terpapar Covid-19 maupun karena penyakit bawaan,” sebut Sidiq.

Sidiq menjelaskan jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin itu merupakan data yang diinput secara manual. Data itu juga yang saat ini sedang diinput dalam aplikasi PCare.  Seperti diketahui mekanisme pelaksanaan yang sebelumnya menunggu SMS blast dan aplikasi berubah menggunakan cara manual untuk pencatatan jumlah tenaga kesehatan yang hadir dan akan divaksin.

“Berapa persen capaiannya ini yang sulit dijawab, karena pembaginya setiap hari berubah,” kata Sidiq.  Sementara jika dihitung dari sasaran awal sebanyak 5.137 yang akan divaksin maka capaian hingga saat ini sebesar 81,75 persen. Sedangkan jika dihitung dari jumlah kehadiran yakni hadir 6.279 tenaga kesehatan maka persentasenya sebanyak 66,88 persen. “Itu adalah cakupan imunisasi suntikan pertama.

Baca Juga :  Paham Asing Kian Eksis, Galakkan Empat Pilar

Yang paling penting adalah nanti cakupan suntikan kedua, sehingga lengkap,” terang Sidiq.  Saat ini pun sedang berjalan tahapan vaksinasi yang kedua. Jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin pada tahap kedua ini 775 orang. Sedangkan yang hadir sebanyak 811 orang. Vaksinasi untuk tenaga kesehatan ini ditargetkan selesai pada Februari 2021.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, untuk proses vaksinasi Covid-19 akan diberikan dua dosis dengan interval paling cepat 14 hari dan paling lambat 30 hari.  Untuk imunisasi tahap kedua, tahapannya masih dengan prosedur yang sama, harus melakukan registrasi, pendaftaran ulang, dilakukan screening lagi terkait dampak imunisasi tahap pertama. “Bila pada imunisasi tahap pertama timbul penyakit, baik yang disebabkan karena kejadian ikutan paska imunisasi maupun yang bukan dalam periode tersebut, maka masuk kategori ditunda atau tidak boleh dilakukan imunisasi ulang,” katanya.

Baca Juga :  Desain Baru Taman Budaya Kalbar, Dibangun 2021

Untuk nakes di Kota Pontianak ditargetkan selesai pada periode Januari hingga Februari 2021. Jika undangan vaksinasi lancar, diharapkan target tersebut bisa di penuhi. “Karena di Kota Pontianak ada 36 fasilitas penyuntikan,” sebutnya. Berdasarkan data yang ada, memang cukup banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Belum lagi tenaga kesehatan yang memiliki penyakit komorbid. “Jadi saya belum bisa memastikan angka yang akan divaksinasi, kami menunggu terus agar tenaga kesehatan bisa mendaftarkan diri,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan hingga saat ini jumlah tenaga kesehatan sudah divaksin sebanyak 4.200 orang.  “Jumlah yang hadir sebanyak 6.279 orang dan yang layak divaksin 4.200 orang,” kata Sidiq di Pontianak, Jumat kemarin.

Jumlah yang tercatat itu terhitung sejak tanggal 14 Januari hingga 4 Februari 2021. Sementara ada 2.279 tenaga kesehatan yang tidak layak divaksin.  “Kondisi bisa saja karena pernah terpapar Covid-19 maupun karena penyakit bawaan,” sebut Sidiq.

Sidiq menjelaskan jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin itu merupakan data yang diinput secara manual. Data itu juga yang saat ini sedang diinput dalam aplikasi PCare.  Seperti diketahui mekanisme pelaksanaan yang sebelumnya menunggu SMS blast dan aplikasi berubah menggunakan cara manual untuk pencatatan jumlah tenaga kesehatan yang hadir dan akan divaksin.

“Berapa persen capaiannya ini yang sulit dijawab, karena pembaginya setiap hari berubah,” kata Sidiq.  Sementara jika dihitung dari sasaran awal sebanyak 5.137 yang akan divaksin maka capaian hingga saat ini sebesar 81,75 persen. Sedangkan jika dihitung dari jumlah kehadiran yakni hadir 6.279 tenaga kesehatan maka persentasenya sebanyak 66,88 persen. “Itu adalah cakupan imunisasi suntikan pertama.

Baca Juga :  Paham Asing Kian Eksis, Galakkan Empat Pilar

Yang paling penting adalah nanti cakupan suntikan kedua, sehingga lengkap,” terang Sidiq.  Saat ini pun sedang berjalan tahapan vaksinasi yang kedua. Jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin pada tahap kedua ini 775 orang. Sedangkan yang hadir sebanyak 811 orang. Vaksinasi untuk tenaga kesehatan ini ditargetkan selesai pada Februari 2021.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, untuk proses vaksinasi Covid-19 akan diberikan dua dosis dengan interval paling cepat 14 hari dan paling lambat 30 hari.  Untuk imunisasi tahap kedua, tahapannya masih dengan prosedur yang sama, harus melakukan registrasi, pendaftaran ulang, dilakukan screening lagi terkait dampak imunisasi tahap pertama. “Bila pada imunisasi tahap pertama timbul penyakit, baik yang disebabkan karena kejadian ikutan paska imunisasi maupun yang bukan dalam periode tersebut, maka masuk kategori ditunda atau tidak boleh dilakukan imunisasi ulang,” katanya.

Baca Juga :  Jagung Ada, Stok Jualan Dibatasi Karena Covid-19.

Untuk nakes di Kota Pontianak ditargetkan selesai pada periode Januari hingga Februari 2021. Jika undangan vaksinasi lancar, diharapkan target tersebut bisa di penuhi. “Karena di Kota Pontianak ada 36 fasilitas penyuntikan,” sebutnya. Berdasarkan data yang ada, memang cukup banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Belum lagi tenaga kesehatan yang memiliki penyakit komorbid. “Jadi saya belum bisa memastikan angka yang akan divaksinasi, kami menunggu terus agar tenaga kesehatan bisa mendaftarkan diri,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/