alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Posisi Ketua Fraksi Golkar Berganti

PONTIANAK – Kabar mengejutkan datang dari Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Barat. Tidak ada kabar angin politik, tiba-tiba Ketua Fraksinya, Zulkarnaen Siregar posisinya digantikan oleh Fransiskus Ason.

Sejak hari ini (kemarin), Ason politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sanggau-Sekadau menahkodai partai berlambang Pohon Beringin tersebut. Meskipun mengalami pergantian, keduanya mengakui hanya perombakan biasa dalam sebuah partai.

Zulkarnaen Siregar, mantan Ketua Fraksi DPRD Golkar Kalbar misalnya menyebutkan bahwa pergantian posisi di tubuh partai pohon beringin merupakan hal lumrah. Apalagi kader Golkar sendiri di DPRD Kalbar berjumlah 8 personil.

“Pergantian merupakan hal biasa. Ssemua harus siap diganti, termasuk saya pribadi. Karena bergiliran akhirnya posisi saya digantikan saudara saya Fransiskus Ason dari Dapil Sanggau-Sekadau,” katanya menjawab pertanyaan wartawan, Senin (8/2) di ruangan Fraksi Golkar.

Menurutnya karena pergantian biasa, kepada siapapun dapat terjadi. Artinya pada posisi jabatan tidak ada yang abadi. Jabatan adalah amanah dan sudah menjadi hal biasa bagi Partai Golkar untuk mengemban siapapun.

Baca Juga :  Dua Kapal Perang TNI-AL ini Buatan Pontianak

“Jabatan ibarat nyawa. Hari ini diambil oleh Allah SWT saja, saya sudah siap,” ucapnya.

Sebagai mantan Ketua Fraksi Golkar, diapun mendukung kader Partai Golkar terus kompak membesarkan partai. Jangan mau diombang-ambing pihak tidak bertanggung jawab.

“Harus tetap kompak. Pun Partai Golkar bersifat terbuka dalam mengambil kebijakan. Tidak dibelunggu aturan,” tukas dia.

Politisi Golkar dapil Kota Pontianak ini menambahkan Partai Golkar memiliki prinsip ketat. Tidak ada instilahnya menolak ketika sudah diputuskan. Siapapun termasuk dirinya harus sangat legowo dan menyampaikan ucapan terima kasih, karena sudah diberikan kesempatan 2 tahun lebih mengemban jabatan sebagai Ketua Fraksi DPRD Golkar Kalbar.

“Sudah cukup. Sudah lebih dari 2 tahun lama nya. Pergantian hal biasa. Bagaimanapun kami dalam berpartai sangat kompak,” tukasnya.

Di tempat yang sama Fransiskus Ason, menyampaikan bahwa Fraksi DPRD Kalbar adalah perpanjangan tangan dari partai. Intinya ketika ada pergantian, tidak ada aturan kapan harus diganti atau dipertahankan. Ketika partai membutuhkan dan diperlukan, siapapun sebagai kader harus siap menerima tugas dan amanah tersebut.

Baca Juga :  Zulkifli Hasan Ajak Kader PAN Menangkan Pileg dan Pilkada Kalbar

“Termasuk saya diberikan kesempatan sebagai Ketua Fraksi Golkar Kalbar,” ucap dia.

Ason menambahkan bahwa namanya keputusan lembaga politik seperti Partai Golkar sudah dikoordinasikan bersama seluruh kader. Makanya siapapun dia tanpa terkecuali harus legowo dan menerima dalam berpartai. “Artinya semua harus menerima keputusan dari partai,” ucapnya.

Terkait pergantian Ketua Fraksi, kedepannya setiap ada kegiatan dan kebijakan dalam mengambil keputusan, akan dibahas bersama-sama dalam ruangan fraksi. Sebab bagaimanapun yang diperjuangkan dalam berpartai adalah ide-ide masyarakat sekaligus merupakan amanah Partai Golkar Kalbar.

“Nah tadi ketika terkait pergantian Ketua Fraksi, juga dibahas susunan pimpinan fraksi dan penempatan di Badan. Ada pergeseran juga. Misalnya dari Banmus ke Banggar atau sebaliknya,” kata Ason.(den)

PONTIANAK – Kabar mengejutkan datang dari Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Barat. Tidak ada kabar angin politik, tiba-tiba Ketua Fraksinya, Zulkarnaen Siregar posisinya digantikan oleh Fransiskus Ason.

Sejak hari ini (kemarin), Ason politisi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sanggau-Sekadau menahkodai partai berlambang Pohon Beringin tersebut. Meskipun mengalami pergantian, keduanya mengakui hanya perombakan biasa dalam sebuah partai.

Zulkarnaen Siregar, mantan Ketua Fraksi DPRD Golkar Kalbar misalnya menyebutkan bahwa pergantian posisi di tubuh partai pohon beringin merupakan hal lumrah. Apalagi kader Golkar sendiri di DPRD Kalbar berjumlah 8 personil.

“Pergantian merupakan hal biasa. Ssemua harus siap diganti, termasuk saya pribadi. Karena bergiliran akhirnya posisi saya digantikan saudara saya Fransiskus Ason dari Dapil Sanggau-Sekadau,” katanya menjawab pertanyaan wartawan, Senin (8/2) di ruangan Fraksi Golkar.

Menurutnya karena pergantian biasa, kepada siapapun dapat terjadi. Artinya pada posisi jabatan tidak ada yang abadi. Jabatan adalah amanah dan sudah menjadi hal biasa bagi Partai Golkar untuk mengemban siapapun.

Baca Juga :  Maria Gantikan Akim, PDIP Kuasai Parlemen

“Jabatan ibarat nyawa. Hari ini diambil oleh Allah SWT saja, saya sudah siap,” ucapnya.

Sebagai mantan Ketua Fraksi Golkar, diapun mendukung kader Partai Golkar terus kompak membesarkan partai. Jangan mau diombang-ambing pihak tidak bertanggung jawab.

“Harus tetap kompak. Pun Partai Golkar bersifat terbuka dalam mengambil kebijakan. Tidak dibelunggu aturan,” tukas dia.

Politisi Golkar dapil Kota Pontianak ini menambahkan Partai Golkar memiliki prinsip ketat. Tidak ada instilahnya menolak ketika sudah diputuskan. Siapapun termasuk dirinya harus sangat legowo dan menyampaikan ucapan terima kasih, karena sudah diberikan kesempatan 2 tahun lebih mengemban jabatan sebagai Ketua Fraksi DPRD Golkar Kalbar.

“Sudah cukup. Sudah lebih dari 2 tahun lama nya. Pergantian hal biasa. Bagaimanapun kami dalam berpartai sangat kompak,” tukasnya.

Di tempat yang sama Fransiskus Ason, menyampaikan bahwa Fraksi DPRD Kalbar adalah perpanjangan tangan dari partai. Intinya ketika ada pergantian, tidak ada aturan kapan harus diganti atau dipertahankan. Ketika partai membutuhkan dan diperlukan, siapapun sebagai kader harus siap menerima tugas dan amanah tersebut.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Berlakukan Layanan Tanpa Kontak Fisik

“Termasuk saya diberikan kesempatan sebagai Ketua Fraksi Golkar Kalbar,” ucap dia.

Ason menambahkan bahwa namanya keputusan lembaga politik seperti Partai Golkar sudah dikoordinasikan bersama seluruh kader. Makanya siapapun dia tanpa terkecuali harus legowo dan menerima dalam berpartai. “Artinya semua harus menerima keputusan dari partai,” ucapnya.

Terkait pergantian Ketua Fraksi, kedepannya setiap ada kegiatan dan kebijakan dalam mengambil keputusan, akan dibahas bersama-sama dalam ruangan fraksi. Sebab bagaimanapun yang diperjuangkan dalam berpartai adalah ide-ide masyarakat sekaligus merupakan amanah Partai Golkar Kalbar.

“Nah tadi ketika terkait pergantian Ketua Fraksi, juga dibahas susunan pimpinan fraksi dan penempatan di Badan. Ada pergeseran juga. Misalnya dari Banmus ke Banggar atau sebaliknya,” kata Ason.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/