alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

2.427 Orang Sudah Divaksin

PONTIANAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 2.427 orang sudah divaksin pada program vaksinasi tahap dua termin pertama. Adapun rinciannya kategori lansia sebanyak 1.074 orang, pelayan publik (337 orang), dan guru, 1.016 orang.

Kepala Dinkes Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, vaksinasi tahap dua termin pertama terus berlangsung hingga Juli 2021. “Vaksinasi jalan terus, sesuai droping vaksin dari Pusat. Semua penduduk targetnya divaksin,” kata Sidiq di Pontianak, kemarin.

Ia melanjutkan pada vaksinasi tahap dua termin pertama ini hanya 24 orang saja yang vaksinnya ditunda. Mereka yang vaksinasi ditunda diungkapkan dia berasal dari kategori lanjut usia (lansia). Menurutnya, dari lansia yang ikut vaksin tidak ada menyampaikan keluhan efek simpang. “Sejauh ini tidak ada dan hanya ditunda saja karena tidak lolos screening,” jelas dia.

Sementara itu, vaksinasi lansia dimulai mereka pada awal Maret 2021. Pendaftaran vaksinasi lansia mereka buka melalui situs kemenkespontianak.go.id. Selain itu pendataan yang mereka lakukan juga melibatkan RT dan RW melalui puskesmas yang merupakan perpanjangan tangan dari dinas Kesehatan. Cara itu dilakukan mereka, jika ada kesulitan dalam mendata jumlah lansia yang masuk dalam program vaksinasi. “Sebab untuk pendaftarannya sendiri sudah melalui aplikasi,” kata dia.

Baca Juga :  Berjam-Jam Di atas Perahu Kelotok, Demi Suksesnya Vaksin COVID-19

Jika kemudian sudah terdata maka pelaksanaan vaksinasi, menurut dia, bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat dengan penerima vaksin. Jumlah lansia yang akan mereka vaksin pada tahap II termin I ini sekitar 17.803 orang. Meski demikan, pemberian vaksin dilakukan mereka secara bertahap dan dilakukan skala prioritas, karena mengingatkan ketersedian vaksin.

Dalam pelaksanaannya nanti pun mereka tetap masih mengandalkan SMS Blast. Pesan singkat itu, menurut Sidiq, menjadi undangan bagi penerima vaksin. “Tapi partisipasi masyarakat mendaftarkan diri ke RT dan RW juga perlu untuk pelaksanaan vaksinasi lansia,” pungkas Sidiq.

Jangan Takut Divaksin

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari mengingatkan masyarakat untuk tidak takut divaksin. Windy sendiri menjadi salah satu peserta dalam program vaksinasi Covid-19. Ia menerima suntikan vaksin Sinovac, kemarin (7/3) di Aula Dinas Kesehatan Kalbar.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Covid-19, MPC PP Pontianak Bagi-bagi Masker

“Jangan takut untuk datang melakukan vaksinasi. Saya sendiri sudah disuntik dan tidak merasakan apapun. Semuanya normal seperti biasanya,” kata Windy.

Ia mengajak masyarakat yang sudah mendapat jadwal vaksin untuk datang ke tempat yang telah ditentukan. Masyarakat pun, menurut dia, bisa mempersiapkan diri sebelum vaksin. Persiapan-persiapan yang dimaksud dua, antara lain menjaga badan agar tetap fit, olahraga teratur, tidur yang cukup serta sarapan sebelum disuntik.

Menurutnya, program vaksin Covid-19 dampak yang sangat baik, apalagi sebagai ASN yang memiliki aktivitas langsung untuk memberikan pelayanan publik. Selain, dia menambahkan, juga untuk mendukung sekaligus menyukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Protokol kesehatan tetap ditaati meski sudah divaksin,” pesan Windy. (mse)

PONTIANAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 2.427 orang sudah divaksin pada program vaksinasi tahap dua termin pertama. Adapun rinciannya kategori lansia sebanyak 1.074 orang, pelayan publik (337 orang), dan guru, 1.016 orang.

Kepala Dinkes Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan, vaksinasi tahap dua termin pertama terus berlangsung hingga Juli 2021. “Vaksinasi jalan terus, sesuai droping vaksin dari Pusat. Semua penduduk targetnya divaksin,” kata Sidiq di Pontianak, kemarin.

Ia melanjutkan pada vaksinasi tahap dua termin pertama ini hanya 24 orang saja yang vaksinnya ditunda. Mereka yang vaksinasi ditunda diungkapkan dia berasal dari kategori lanjut usia (lansia). Menurutnya, dari lansia yang ikut vaksin tidak ada menyampaikan keluhan efek simpang. “Sejauh ini tidak ada dan hanya ditunda saja karena tidak lolos screening,” jelas dia.

Sementara itu, vaksinasi lansia dimulai mereka pada awal Maret 2021. Pendaftaran vaksinasi lansia mereka buka melalui situs kemenkespontianak.go.id. Selain itu pendataan yang mereka lakukan juga melibatkan RT dan RW melalui puskesmas yang merupakan perpanjangan tangan dari dinas Kesehatan. Cara itu dilakukan mereka, jika ada kesulitan dalam mendata jumlah lansia yang masuk dalam program vaksinasi. “Sebab untuk pendaftarannya sendiri sudah melalui aplikasi,” kata dia.

Baca Juga :  Husin : Perda Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Jika kemudian sudah terdata maka pelaksanaan vaksinasi, menurut dia, bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat dengan penerima vaksin. Jumlah lansia yang akan mereka vaksin pada tahap II termin I ini sekitar 17.803 orang. Meski demikan, pemberian vaksin dilakukan mereka secara bertahap dan dilakukan skala prioritas, karena mengingatkan ketersedian vaksin.

Dalam pelaksanaannya nanti pun mereka tetap masih mengandalkan SMS Blast. Pesan singkat itu, menurut Sidiq, menjadi undangan bagi penerima vaksin. “Tapi partisipasi masyarakat mendaftarkan diri ke RT dan RW juga perlu untuk pelaksanaan vaksinasi lansia,” pungkas Sidiq.

Jangan Takut Divaksin

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari mengingatkan masyarakat untuk tidak takut divaksin. Windy sendiri menjadi salah satu peserta dalam program vaksinasi Covid-19. Ia menerima suntikan vaksin Sinovac, kemarin (7/3) di Aula Dinas Kesehatan Kalbar.

Baca Juga :  Dukung Pencegahan Covid-19, MPC PP Pontianak Bagi-bagi Masker

“Jangan takut untuk datang melakukan vaksinasi. Saya sendiri sudah disuntik dan tidak merasakan apapun. Semuanya normal seperti biasanya,” kata Windy.

Ia mengajak masyarakat yang sudah mendapat jadwal vaksin untuk datang ke tempat yang telah ditentukan. Masyarakat pun, menurut dia, bisa mempersiapkan diri sebelum vaksin. Persiapan-persiapan yang dimaksud dua, antara lain menjaga badan agar tetap fit, olahraga teratur, tidur yang cukup serta sarapan sebelum disuntik.

Menurutnya, program vaksin Covid-19 dampak yang sangat baik, apalagi sebagai ASN yang memiliki aktivitas langsung untuk memberikan pelayanan publik. Selain, dia menambahkan, juga untuk mendukung sekaligus menyukseskan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

“Protokol kesehatan tetap ditaati meski sudah divaksin,” pesan Windy. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/