alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Kalbar Sudah Tujuh Orang, Waspadai OTG Disekitar Kita

HASIL rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap mereka yang berisiko tertular Virus COVID-19 di Kalbar ditemukan tujuh orang tanpa gejala (OTG). Mereka tersebar di Ketapang 6 orang dan Landak 1 Orang.

OTG adalah orang yang terinfeksi Virus COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala. Kalau pun ada gejala ringan, dianggap seperti demam biasa. Seperti meriang, batuk-batuk ringan, lemas tanpa demam. Ini tentu mengkhawatirkan.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan saat ini banyak pasien positif tetapi tak bergejala. Sebab penularan terjadi melalui percikan ludah atau droplet. Dan itu bisa mengenai orang lain yang sehat. Sehingga penting untuk menjaga jarak.

“Usia muda mungkin tak timbulkan gejala atau imunnya kuat. Tapi ternyata yang lansia lebih rentan. Kita tak bisa membedakan lagi siapa yang sakit atau tidak,” katanya.

Baca Juga :  Di Sanggau, Dua Tukang Parkir Reaktif

Achmad Yurianto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bepergian jika tidak mendesak karena akan meningkatkan risiko penularan virus Corona.

“Mereka adalah orang-orang tanpa gejala, yaitu orang-orang yang dalam tubuhnya telah terdapat virus dan berkembang biak, kemudian menyebar ke sekitarnya melalui percikan ludah, droplet, pada saat dia berbicara, bersin atau batuk,” katanya.**

SEBARAN OTG ISOLASI KETAT : 7 ORANG

1. Ketapang : 6 Orang ( Isolasi di rumah Sakit RSUD Agoes Djam Ketapang )
2. Landak : 1 Orang ( Isolasi di rumah khusus )

HASIL rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap mereka yang berisiko tertular Virus COVID-19 di Kalbar ditemukan tujuh orang tanpa gejala (OTG). Mereka tersebar di Ketapang 6 orang dan Landak 1 Orang.

OTG adalah orang yang terinfeksi Virus COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala. Kalau pun ada gejala ringan, dianggap seperti demam biasa. Seperti meriang, batuk-batuk ringan, lemas tanpa demam. Ini tentu mengkhawatirkan.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan saat ini banyak pasien positif tetapi tak bergejala. Sebab penularan terjadi melalui percikan ludah atau droplet. Dan itu bisa mengenai orang lain yang sehat. Sehingga penting untuk menjaga jarak.

“Usia muda mungkin tak timbulkan gejala atau imunnya kuat. Tapi ternyata yang lansia lebih rentan. Kita tak bisa membedakan lagi siapa yang sakit atau tidak,” katanya.

Baca Juga :  Di Sanggau, Dua Tukang Parkir Reaktif

Achmad Yurianto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bepergian jika tidak mendesak karena akan meningkatkan risiko penularan virus Corona.

“Mereka adalah orang-orang tanpa gejala, yaitu orang-orang yang dalam tubuhnya telah terdapat virus dan berkembang biak, kemudian menyebar ke sekitarnya melalui percikan ludah, droplet, pada saat dia berbicara, bersin atau batuk,” katanya.**

SEBARAN OTG ISOLASI KETAT : 7 ORANG

1. Ketapang : 6 Orang ( Isolasi di rumah Sakit RSUD Agoes Djam Ketapang )
2. Landak : 1 Orang ( Isolasi di rumah khusus )

Most Read

Artikel Terbaru

/