alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Pertamina Serahkan APD ke Gubernur Kalbar

Penjualan BBM Anjlok

PONTIANAK – Saat ini di tengah wabah Covid-19, konsumsi energi untuk produk jenis gasoline yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax mengalami penurunan yang sangat dalam. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan penurunannya mencapai 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata komsumsi normal harian sebesar 134 juta liter, secara nasional. Persentase penurunan serupa juga terjadi di Kalimantan Barat.

Berbeda dengan BBM, konsumsi LPG malah meningkat, kendari tak signifikan. Pasokan LPG secara nasional saat ini berada di level 16 hari. Peningkatan konsumsi LPG terjadi di sektor LPG untuk rumah tangga. LPG Subsidi 3 kg mengalami kenaikan konsumsi harian hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.

“Kami terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG Subsidi 3 kg. Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun penyesuaian dengan permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah dapat diberikan di wilayah yang memang memerlukan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Fajriyah.

Yang menarik, ternyata banyak konsumen yang beralih ke LPG non subsidi khusus untuk rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi hingga mencapai 9% dalam 3 minggu terakhir.

Baca Juga :  Shalat Tarawih Terapkan Prokes

Sementara itu, dalam memerangi wabah Covid-19, Pertamina mendukung penuh pemerintah dalam upaya pencegahannya termasuk untuk wilayah Kalimantan Barat. Weddy Surya Windrawan, selaku Sales Area Manager Kalimantan Barat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Rasau, Kubu Raya dan Puskesmas Sungai Durian , Kubu Raya kepada Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa (7/4) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Weddy mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pertamina untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kalimantan Barat. “Kami telah berkoordinasi dengan seluruh BUMN dan BNPB untuk bantuan apa saja yang sekiranya diperlukan, dan bantuan untuk awal ini kami  fokuskan pada sejumlah alat kesehatan bagi rumah sakit dan Puskesmas untuk kebutuhan salah satu garda terdepan yaitu kebutuhan penunjang tenaga medis,” imbuh Weddy.

Bantuan untuk RSUD Rasau berupa 100 buah Masker N95, 95 buah hazmat overall, 50 buah kacamata , 50 buah baju operasi, 50 buah face shield, dan 50 buah pelindung sepatu. Sedangkan, bantuan yang diberikan kepada Puskesmas Sungai Durian, Kubu Raya antara lain kacamata (googles) sebanyak 100 buah, face shield 100 buah, masker bedah 10 box, masker N95 100 buah, jas hujan 100 buah, wastafel portable 2 set, hazmat 30 buah, sabun cuci tangan 10 jerigen, hand sanitizer 4 jerigen, dan beberapa bahan makanan seperti 3600 butir telur, 50 kg kacang hijau, dan 50 kg gula.

Baca Juga :  Kalbar Tambah 11 Kasus Positif Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah Rasau Kubu Raya memiliki peranan sangat penting dan akan menjadi penyangga rumah sakit yang ada di Kota Pontianak. Rumah sakit baru ini sangat membutuhkan bantuan dalam usaha penanggulangan dan pengendalian Covid-19 dan juga ikut menangani pelayanan kesehatan untuk daerah perairan dari wilayah Kubu Raya. Beberapa hal di atas menjadi pertimbangan Pertamina untuk menjadikan salah satu prioritas bantuan yang disampaikan.

Tidak hanya RSUD Rasau Kubu Raya, Puskesmas Sungai Durian menjadi sasaran bantuan. “Pemilihan Puskesmas Sungai Durian disebabkan berlokasi tidak jauh dari lingkungan Bandar Udara Supadio dan kami upayakan prioritas Ring 1 area kantor , dalam hal ini Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU)” tambah Weddy.

Pertamina akan memberikan bantuan kembali disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, “Kami akan laksanakan penyemprotan desinfektan untuk fasilitas umum dan juga penyerahan bantuan paket sembako sesuai imbauan Gubernur,” tutup Weddy. (ars)

 

Penjualan BBM Anjlok

PONTIANAK – Saat ini di tengah wabah Covid-19, konsumsi energi untuk produk jenis gasoline yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax mengalami penurunan yang sangat dalam. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan penurunannya mencapai 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata komsumsi normal harian sebesar 134 juta liter, secara nasional. Persentase penurunan serupa juga terjadi di Kalimantan Barat.

Berbeda dengan BBM, konsumsi LPG malah meningkat, kendari tak signifikan. Pasokan LPG secara nasional saat ini berada di level 16 hari. Peningkatan konsumsi LPG terjadi di sektor LPG untuk rumah tangga. LPG Subsidi 3 kg mengalami kenaikan konsumsi harian hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.

“Kami terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG Subsidi 3 kg. Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun penyesuaian dengan permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah dapat diberikan di wilayah yang memang memerlukan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegas Fajriyah.

Yang menarik, ternyata banyak konsumen yang beralih ke LPG non subsidi khusus untuk rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi hingga mencapai 9% dalam 3 minggu terakhir.

Baca Juga :  Enam Jenazah Belum Terindentifikasi

Sementara itu, dalam memerangi wabah Covid-19, Pertamina mendukung penuh pemerintah dalam upaya pencegahannya termasuk untuk wilayah Kalimantan Barat. Weddy Surya Windrawan, selaku Sales Area Manager Kalimantan Barat menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Rasau, Kubu Raya dan Puskesmas Sungai Durian , Kubu Raya kepada Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat pada Selasa (7/4) di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Weddy mengatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian Pertamina untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kalimantan Barat. “Kami telah berkoordinasi dengan seluruh BUMN dan BNPB untuk bantuan apa saja yang sekiranya diperlukan, dan bantuan untuk awal ini kami  fokuskan pada sejumlah alat kesehatan bagi rumah sakit dan Puskesmas untuk kebutuhan salah satu garda terdepan yaitu kebutuhan penunjang tenaga medis,” imbuh Weddy.

Bantuan untuk RSUD Rasau berupa 100 buah Masker N95, 95 buah hazmat overall, 50 buah kacamata , 50 buah baju operasi, 50 buah face shield, dan 50 buah pelindung sepatu. Sedangkan, bantuan yang diberikan kepada Puskesmas Sungai Durian, Kubu Raya antara lain kacamata (googles) sebanyak 100 buah, face shield 100 buah, masker bedah 10 box, masker N95 100 buah, jas hujan 100 buah, wastafel portable 2 set, hazmat 30 buah, sabun cuci tangan 10 jerigen, hand sanitizer 4 jerigen, dan beberapa bahan makanan seperti 3600 butir telur, 50 kg kacang hijau, dan 50 kg gula.

Baca Juga :  Syarif Machmud Mundur dari Gerindra

Rumah Sakit Umum Daerah Rasau Kubu Raya memiliki peranan sangat penting dan akan menjadi penyangga rumah sakit yang ada di Kota Pontianak. Rumah sakit baru ini sangat membutuhkan bantuan dalam usaha penanggulangan dan pengendalian Covid-19 dan juga ikut menangani pelayanan kesehatan untuk daerah perairan dari wilayah Kubu Raya. Beberapa hal di atas menjadi pertimbangan Pertamina untuk menjadikan salah satu prioritas bantuan yang disampaikan.

Tidak hanya RSUD Rasau Kubu Raya, Puskesmas Sungai Durian menjadi sasaran bantuan. “Pemilihan Puskesmas Sungai Durian disebabkan berlokasi tidak jauh dari lingkungan Bandar Udara Supadio dan kami upayakan prioritas Ring 1 area kantor , dalam hal ini Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU)” tambah Weddy.

Pertamina akan memberikan bantuan kembali disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, “Kami akan laksanakan penyemprotan desinfektan untuk fasilitas umum dan juga penyerahan bantuan paket sembako sesuai imbauan Gubernur,” tutup Weddy. (ars)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/