alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kemenhub Longgarkan Penerbangan Komersial

Manto: Persyaratannya Cukup Berat

PONTIANAK – Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) melonggarkan aturan operasional moda transportasi di tengah pandemi Covid-19 mulai hari ini, Kamis (7/5). Termasuk di antaranya moda transportasi udara atau pesawat komersial yang sebelumnya sempat dihentikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat (Kalbar) Manto mengungkapkan, pesawat yang bakal beroperasi adalah penerbangan khusus yang dikecualikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Yang dikecualikan antara lain, pejabat negara, lembaga asing atau diplomat, pebisnis, WNI repatriasi.
Tapi persyaratannya cukup berat, mudik tetap tidak boleh,” ungkap Manto kepada Pontianak Post, Rabu (6/5).

Persyaratan cukup berat yang dimaksud terbagi menjadi empat poin. Pertama penumpang mesti melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit (RS) atau lembaga layanan kesehatan setempat. Keterangan itu menjelaskan bahwa penumpang bebas atau negatif Covid-19 maksimal tujuh hari setelah hasil uji keluar dengan metode Rapid Test atau PCR/swab test.

Baca Juga :  Gerindra Peduli Siapkan Sarana Cuci Tangan Gratis

Kemudian untuk izin exemption flight yang kedua penumpang harus mengisi surat pernyataan dalam tangka pengendalian Covid-19 di rute Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau zona merah yang disediakan oleh maskapai penerbangan.

Ketiga penumpang wajib melampirkan surat keterangan perjalanan dari instansi atau lembaga atau perusahaan yang menjelaskan bahwa calon tamu atau penumpang bepergian menggunakan pesawat udara bukan untuk mudik. “Bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi, mereka dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang atau transaksi secara benar,” jelasnya.

Syarat keempat penumpang wajib mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Untuk Kalbar ada lima persyaratan khusus, diantaranya penerbangan yang dilayani hanya rute Pontianak-Jakarta saja.

Baca Juga :  Bang Sis Kontak Menhub, Minta Penerbangan Pontianak-Putussibau Tak Ditutup

Kedua konfigurasi tempat duduk penumpang harus memiliki jarak, ada kursi kosong di antara penumpang. Ketiga setiap penumpang harus sudah membeli tiket untuk kembali ke Jakarta, kecuali penumpang dari Kalbar menuju keluar maka tidak diwajibkan tiket kembali. “Artinya kita tidak mempermasalahkan orang akan meninggalkan Kalbar, tapi yang akan masuk Kalbar harus keluar kembali secepatnya,” katanya.

Keempat penumpang wajib memberikan nomor handphone dan data alamat yang benar mengenai lokasi tempat tinggal selama berada di Kalbar. “Kelima selama berada di Kalbar wajib menerapkan protokol Covid-19, menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan social distancing,” pungkasnya.(bar)

Manto: Persyaratannya Cukup Berat

PONTIANAK – Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) melonggarkan aturan operasional moda transportasi di tengah pandemi Covid-19 mulai hari ini, Kamis (7/5). Termasuk di antaranya moda transportasi udara atau pesawat komersial yang sebelumnya sempat dihentikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat (Kalbar) Manto mengungkapkan, pesawat yang bakal beroperasi adalah penerbangan khusus yang dikecualikan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idulfitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Yang dikecualikan antara lain, pejabat negara, lembaga asing atau diplomat, pebisnis, WNI repatriasi.
Tapi persyaratannya cukup berat, mudik tetap tidak boleh,” ungkap Manto kepada Pontianak Post, Rabu (6/5).

Persyaratan cukup berat yang dimaksud terbagi menjadi empat poin. Pertama penumpang mesti melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit (RS) atau lembaga layanan kesehatan setempat. Keterangan itu menjelaskan bahwa penumpang bebas atau negatif Covid-19 maksimal tujuh hari setelah hasil uji keluar dengan metode Rapid Test atau PCR/swab test.

Baca Juga :  Bantu Turunkan Kurva Positif Covid-19, Hadirkan Event Daring

Kemudian untuk izin exemption flight yang kedua penumpang harus mengisi surat pernyataan dalam tangka pengendalian Covid-19 di rute Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau zona merah yang disediakan oleh maskapai penerbangan.

Ketiga penumpang wajib melampirkan surat keterangan perjalanan dari instansi atau lembaga atau perusahaan yang menjelaskan bahwa calon tamu atau penumpang bepergian menggunakan pesawat udara bukan untuk mudik. “Bagi pedagang atau pengusaha logistik yang tidak memiliki instansi, mereka dapat membuat surat pernyataan untuk berdagang atau transaksi secara benar,” jelasnya.

Syarat keempat penumpang wajib mengikuti ketentuan lain yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Untuk Kalbar ada lima persyaratan khusus, diantaranya penerbangan yang dilayani hanya rute Pontianak-Jakarta saja.

Baca Juga :  Tingkatkan Integritas dan Independensi BPK

Kedua konfigurasi tempat duduk penumpang harus memiliki jarak, ada kursi kosong di antara penumpang. Ketiga setiap penumpang harus sudah membeli tiket untuk kembali ke Jakarta, kecuali penumpang dari Kalbar menuju keluar maka tidak diwajibkan tiket kembali. “Artinya kita tidak mempermasalahkan orang akan meninggalkan Kalbar, tapi yang akan masuk Kalbar harus keluar kembali secepatnya,” katanya.

Keempat penumpang wajib memberikan nomor handphone dan data alamat yang benar mengenai lokasi tempat tinggal selama berada di Kalbar. “Kelima selama berada di Kalbar wajib menerapkan protokol Covid-19, menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan social distancing,” pungkasnya.(bar)

Most Read

HPI AGRO dan Untan MoU Kelola Air Gambut

Ayo Vaksinasi

Berlaku Adil dengan Banyak Anak 

Artikel Terbaru

/