alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Lima Dokter dan 12 Paramedis Positif Covid-19, Diduga Tertular Pasien yang Tidak Jujur

PONTIANAK- Dari total 95 kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar), 17 diantaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes). Mereka merupakan perawat atau dokter baik yang menangani pasien Covid-19 secara langsung maupun tidak.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, tenaga medis yang paling banyak terpapar berada di Kota Pontianak yakni sebanyak 15 orang. Sementara sisanya, satu orang di Kota Singkawang dan satu di Kabupaten Landak. Dari 17 petugas kesehatan tersebut lima diantaranya merupakan dokter dan sisanya paramedis. “Paramedis itu diantarnya perawat, bidan dan lain-lain,” katanya kepada awak media, Jumat (8/5).

Banyak faktor yang menyebabkan para petugas kesehatan bisa terpapar Covid-19. Salah satunya pasien yang tidak jujur tentang riwayat penyakit dan perjalanannya sehingga mereka yang positif bisa menularkan tenaga kesehatan yang menangani. Untuk itu ia mengingatkan pentingnya kejujuran dari pasien atau masyarakat terkait penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Aktivitas Sepeda Listrik Perlu Area Khusus dan Regulasi yang Jelas

Dengan sudah terpaparnya beberapa dokter, Harisson memastikan tidak memengaruhi layanan kesehatan yang ada. Bahkan yang kondisinya masih sehat tanpa gejala masih bisa melaksanakan praktik dengan telemedicine. “Dokternya (yang positif) kami isolasi, jadi tidak melakukan pemeriksaan secara tatap muka atau bertemu langsung (pasien). Namun dokternya dapat melakukan praktik atau konsultasi medis secara telemedicine,” katanya.

Melihat tingkat resiko ketertularan yang tinggi terhadap para dokter, Harisson menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebenarnya sudah menganjurkan agar para dokter tidak membuka praktik. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Seruduk Dewan Kalbar

“Jadi tidak berjumpa dengan pasiennya, dokter diperbolehkan memanfaatkan (teknologi), seperti telemedicine atau dia menggunakan WA chat atau pokoknya menggunakan teknologi informasi,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK- Dari total 95 kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar), 17 diantaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes). Mereka merupakan perawat atau dokter baik yang menangani pasien Covid-19 secara langsung maupun tidak.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, tenaga medis yang paling banyak terpapar berada di Kota Pontianak yakni sebanyak 15 orang. Sementara sisanya, satu orang di Kota Singkawang dan satu di Kabupaten Landak. Dari 17 petugas kesehatan tersebut lima diantaranya merupakan dokter dan sisanya paramedis. “Paramedis itu diantarnya perawat, bidan dan lain-lain,” katanya kepada awak media, Jumat (8/5).

Banyak faktor yang menyebabkan para petugas kesehatan bisa terpapar Covid-19. Salah satunya pasien yang tidak jujur tentang riwayat penyakit dan perjalanannya sehingga mereka yang positif bisa menularkan tenaga kesehatan yang menangani. Untuk itu ia mengingatkan pentingnya kejujuran dari pasien atau masyarakat terkait penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Kembali Membuka Pendaftaran Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2021-2022

Dengan sudah terpaparnya beberapa dokter, Harisson memastikan tidak memengaruhi layanan kesehatan yang ada. Bahkan yang kondisinya masih sehat tanpa gejala masih bisa melaksanakan praktik dengan telemedicine. “Dokternya (yang positif) kami isolasi, jadi tidak melakukan pemeriksaan secara tatap muka atau bertemu langsung (pasien). Namun dokternya dapat melakukan praktik atau konsultasi medis secara telemedicine,” katanya.

Melihat tingkat resiko ketertularan yang tinggi terhadap para dokter, Harisson menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebenarnya sudah menganjurkan agar para dokter tidak membuka praktik. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Hari Bhakti Rutan Gelar Pekan Olahraga dan Seni

“Jadi tidak berjumpa dengan pasiennya, dokter diperbolehkan memanfaatkan (teknologi), seperti telemedicine atau dia menggunakan WA chat atau pokoknya menggunakan teknologi informasi,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/