alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Edi Kamtono: Pelaku Usaha Masih Banyak yang Tidak Jujur

PONTIANAK – Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku usaha yang melaporkan jumlah penghasilan tidak sebenar-benarnya. Iapun meminta, petugas Badan Keuangan Daerah mengecek detail penghasilan pelaku usaha berpotensi dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Dari temuan di lapangan dengan melihat daftar catat asesmen petugas BKD, ternyata para pelaku usaha tidak menyampaikan omzet yang sebenar-benarnya,” ungkap Edi, Selasa (7/6).

Contoh Edi, jika satu usaha dalam sebulan bisa menghasilkan kisaran Rp 100 juta. Angka itu justru tidak dilaporkan oleh petugas BKD. Temuan-temuan seperti ini akan ditindaklanjuti

Ia menegaskan, para pelaku usaha yang mencari nafkah di Kota Pontianak untuk taat aturan. Sehingga kesemua pelaku usaha bisa taat wajib pajak.

Baca Juga :  Posko Terpadu Karhutla Kodim 1207/BS Tangkap Warga Pembakar Lahan

Dikatakan Edi, wajib pajak yang dihasilkan kesemuanya akan digunakan buat program kemajuan daerah. Disegala sektor. Termasuk pembangunan. Jika daerah semakin maju, imbasnya juga akan mengena pada pelaku usaha.

Jika melihat potensi pajak yang masuk ke kas daerah. Ia optimis beberapa pundi-pundi dari sembilan wajib pajak bisa ditingkatkan. Caranya dengan bekerja bersama.

Untuk APBD target tahun lalu saja Rp1,7 triliun. Namun yang terealisasi hanya Rp 1,5 triliun. Namun melihat pandemi makin menurun. Ia optimistis di tahun ini dengan bekal semangat kebersamaan termausk WP, iapun optimis capaiannya bisa meningkat.(iza)

PONTIANAK – Wali kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melihat, masih terdapat pelaku usaha yang melaporkan jumlah penghasilan tidak sebenar-benarnya. Iapun meminta, petugas Badan Keuangan Daerah mengecek detail penghasilan pelaku usaha berpotensi dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

“Dari temuan di lapangan dengan melihat daftar catat asesmen petugas BKD, ternyata para pelaku usaha tidak menyampaikan omzet yang sebenar-benarnya,” ungkap Edi, Selasa (7/6).

Contoh Edi, jika satu usaha dalam sebulan bisa menghasilkan kisaran Rp 100 juta. Angka itu justru tidak dilaporkan oleh petugas BKD. Temuan-temuan seperti ini akan ditindaklanjuti

Ia menegaskan, para pelaku usaha yang mencari nafkah di Kota Pontianak untuk taat aturan. Sehingga kesemua pelaku usaha bisa taat wajib pajak.

Baca Juga :  Gapki Tegaskan Komit Bantu Korban Banjir

Dikatakan Edi, wajib pajak yang dihasilkan kesemuanya akan digunakan buat program kemajuan daerah. Disegala sektor. Termasuk pembangunan. Jika daerah semakin maju, imbasnya juga akan mengena pada pelaku usaha.

Jika melihat potensi pajak yang masuk ke kas daerah. Ia optimis beberapa pundi-pundi dari sembilan wajib pajak bisa ditingkatkan. Caranya dengan bekerja bersama.

Untuk APBD target tahun lalu saja Rp1,7 triliun. Namun yang terealisasi hanya Rp 1,5 triliun. Namun melihat pandemi makin menurun. Ia optimistis di tahun ini dengan bekal semangat kebersamaan termausk WP, iapun optimis capaiannya bisa meningkat.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/