alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kejari Eksekusi Pegawai BRI Terkait Korupsi

PONTIANAK – Kejaksaan Negeri Pontianak mengeksekusi RBY, terpidana tindak pidana korupsi. Ia ditangkap di Kantor BRI Cabang Pontianak di Jalan Barito. Ia diketahui masih aktif sebagai karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak menyandang status tersangka dan terdakwa hingga terpidana.

Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro mengatakan eksekusi dilakukan setelah penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak menerima petikan putusan Mahkamah Agung RI No. 1150 K/Pidsus/2020 tgl 2 Juni 2020. Amar putusan Mahkamah Agung RI itu terdakwa RBY dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama sama melanggar Pasal 2 ayat 1 UU RI No. 31 Th 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo. UU.RI No. 20 Th 2001 jo. Psl 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan dipidana dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca Juga :  DPR RI Dorong Pemerintah Kaji Manfaat Kratom, BNN Tetap Bersikukuh Melarang

Setelah ditangkap di Kantor BRI Cabang Pontianak di Jalan Barito, terpidana kemudian dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Pontianak untuk menjalani pemeriksaan dan rapid test. Setelah itu dibawa ke Rutan Pontianak untuk menjalani eksekusi putusan perkaranya.

Juliantoro menambahkan sebelumnya sejak bulan Januari 2019 Kejari Pontianak telah melakukan penyidikan terhadap perkara ini dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak pada Bulan Agustus 2019. Penuntut Umum pada Kejari Pontianak, RBY didakwa dengan dakwaan melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 2 ayat 1atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat 1,2,3 UU RI No. 31 Th 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagamana telah diubah dalam UU. RI No. 20 Th 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP. Oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang saat itu diketuai Maryono, terdakwa diputus onslag atau lepas dari segala tuntutan hukum. Penuntut Umum kemudian mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI. (her)

Baca Juga :  Pergub Covid-19 Disahkan, Tak Pakai Masker Kena Denda Rp200 Ribu

PONTIANAK – Kejaksaan Negeri Pontianak mengeksekusi RBY, terpidana tindak pidana korupsi. Ia ditangkap di Kantor BRI Cabang Pontianak di Jalan Barito. Ia diketahui masih aktif sebagai karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak menyandang status tersangka dan terdakwa hingga terpidana.

Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro mengatakan eksekusi dilakukan setelah penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Pontianak menerima petikan putusan Mahkamah Agung RI No. 1150 K/Pidsus/2020 tgl 2 Juni 2020. Amar putusan Mahkamah Agung RI itu terdakwa RBY dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama sama melanggar Pasal 2 ayat 1 UU RI No. 31 Th 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo. UU.RI No. 20 Th 2001 jo. Psl 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dan dipidana dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Baca Juga :  Wali Kota Bakal Telusuri Rumor Alasan Penolakan Vaksinasi

Setelah ditangkap di Kantor BRI Cabang Pontianak di Jalan Barito, terpidana kemudian dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Pontianak untuk menjalani pemeriksaan dan rapid test. Setelah itu dibawa ke Rutan Pontianak untuk menjalani eksekusi putusan perkaranya.

Juliantoro menambahkan sebelumnya sejak bulan Januari 2019 Kejari Pontianak telah melakukan penyidikan terhadap perkara ini dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak pada Bulan Agustus 2019. Penuntut Umum pada Kejari Pontianak, RBY didakwa dengan dakwaan melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 2 ayat 1atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat 1,2,3 UU RI No. 31 Th 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagamana telah diubah dalam UU. RI No. 20 Th 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP. Oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang saat itu diketuai Maryono, terdakwa diputus onslag atau lepas dari segala tuntutan hukum. Penuntut Umum kemudian mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI. (her)

Baca Juga :  Pemeliharaan Jaringan untuk Amankan Pasokan Listrik saat Ramadan dan Idulfitri

Most Read

Artikel Terbaru

/