alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pengambilan Sumpah 250 ASN Pemkot Pontianak

Wali Kota Minta ASN Mesti Bijak Bermedia Sosial

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Pontianak bijak dalam bermedia sosial. Para ASN diminta membatasi dan menahan diri dalam aktivitas di medsos. Hal itu diberikan kepada 250 ASN yang diambil sumpah dan janji sebagai PNS di lingkup Pemkot Pontianak, Selasa (7/7).

MIRZA, Pontianak

SAYA ingatkan hati-hati dalam penggunaan medsos, ucapan-ucapan, postingan-postingan apapun di akun medsos saudara,” pesan Edi.

Di era teknologi sekarang ini, Edi yakin, hampir semua ASN memiliki perangkat gadget dan akun-akun medsos. Untuk itu, dirinya mewanti-wanti agar ASN di lingkungan Pemkot Pontianak menahan diri dan membatasi dalam setiap menulis maupun memposting di akunnya masing-masing.

“Sekali salah berbuat, seperti memposting atau menulis di medsos, itu akan berdampak karena jejak digital itu tidak akan hilang,” ungkapnya.

Edi meminta seluruh aparatur Pemkot Pontianak untuk terus waspada di tengah pandemi Covid-19. Itu karena virus corona masih ada di Kota Pontianak. Protokol kesehatan tetap diterapkan dengan menjaga jarak, menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.

ASN juga bertindak sebagai duta di lingkungan masing-masing, baik di lingkungan kerja, keluarga maupun masyarakat untuk mulai melaksanakan adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. “Pesan saya, terus patuhi dan disiplin  dalam menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Tenaga Kontrak di Ujung Tanduk

Kuncinya adalah bagaimana memutus mata rantai agar di lingkungan tidak ada yang terpapar virus corona. Para ASN juga diminta terus mengingatkan keluarga maupun lingkungan kerja masing-masing untuk menahan diri dengan tidak berkerumun, baik di tempat umum atau lingkungan kerja.

Sementara itu, Edi mengaku, sejak dilantik sebagai wali kota, sudah memberhentikan 18 ASN. Mulai dari kasus disiplin hingga akibat dari keputusan hukum yang diterima ASN bersangkutan.

“Ada dua hal yang paling berat untuk saya tandatangani surat keputusannya, yakni keputusan pemberhentian pegawai dan permohonan cerai,” ujarnya.

Sebelum menandatangani surat keputusan tersebut, Edi berkomunikasi dengan bidang kepegawaian untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar sudah tidak bisa dibina lagi dan tidak bisa berubah.

“Namun ada pula aturan-aturan apabila ada keputusan tetap dari pengadilan akibat tindak pidana yang dilakukan ASN bersangkutan, itu juga langsung diberhentikan,” ungkapnya.

Edi juga berpesan kepada ASN penerimaan tahun 2018 tersebut, untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, menerapkan kedisiplinan, jujur dan berintegritas. Hal itu sebagaimana tertuang dalam sumpah yang diucapkan para ASN. “Kalau saudara mengabdi dengan benar sesuai aturan, saya yakin apa yang saudara jalankan akan berjalan dengan baik dan ini yang diharapkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Penyidikan Dugaan Pemerkosaan oleh Eks Kakanim Entikong Jalan di Tempat

Masyarakat, kata Edi, menginginkan pelayanan yang terbaik dari aparatur. Oleh sebab itu, ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. “Kinerja para ASN akan terus dievaluasi, laksanakanlah dengan penuh semangat. Jangan terpengaruh dengan lingkungan yang membawa semangat dalam bekerja itu berkurang,” pungkasnya

Anggota DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya meminta agar BKPSDM sebagai dinas yang mengemban tanggung jawab dalam pembinaan ASN dapat memberikan seminar atau sejenisnya setiap enam bulan sekali. Dalam isi seminar itu, dapat memberikan poin-poin tentang sikap tutur laku para ASN di lingkup Pemkot Pontianak.

Menurutnya, hal itu sangat penting sebagai  rambu bagi ASN agar tidak melakukan hal yang mencoreng nama lembaga tempat mereka bekerja. Seperti penggunaan narkoba, perceraian, tindakan kriminal ingin dia, di lingkup Pemkot Pontianak zero kasus. “Jika tidak diingatkan kadang mereka (ASN) bisa saja melakukannya,” tandasnya.(*)

Wali Kota Minta ASN Mesti Bijak Bermedia Sosial

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengingatkan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Pontianak bijak dalam bermedia sosial. Para ASN diminta membatasi dan menahan diri dalam aktivitas di medsos. Hal itu diberikan kepada 250 ASN yang diambil sumpah dan janji sebagai PNS di lingkup Pemkot Pontianak, Selasa (7/7).

MIRZA, Pontianak

SAYA ingatkan hati-hati dalam penggunaan medsos, ucapan-ucapan, postingan-postingan apapun di akun medsos saudara,” pesan Edi.

Di era teknologi sekarang ini, Edi yakin, hampir semua ASN memiliki perangkat gadget dan akun-akun medsos. Untuk itu, dirinya mewanti-wanti agar ASN di lingkungan Pemkot Pontianak menahan diri dan membatasi dalam setiap menulis maupun memposting di akunnya masing-masing.

“Sekali salah berbuat, seperti memposting atau menulis di medsos, itu akan berdampak karena jejak digital itu tidak akan hilang,” ungkapnya.

Edi meminta seluruh aparatur Pemkot Pontianak untuk terus waspada di tengah pandemi Covid-19. Itu karena virus corona masih ada di Kota Pontianak. Protokol kesehatan tetap diterapkan dengan menjaga jarak, menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.

ASN juga bertindak sebagai duta di lingkungan masing-masing, baik di lingkungan kerja, keluarga maupun masyarakat untuk mulai melaksanakan adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. “Pesan saya, terus patuhi dan disiplin  dalam menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Baca Juga :  YPIBQ Gelar Halal Bihalal dan Wisuda ke-3 Al-Qur’an

Kuncinya adalah bagaimana memutus mata rantai agar di lingkungan tidak ada yang terpapar virus corona. Para ASN juga diminta terus mengingatkan keluarga maupun lingkungan kerja masing-masing untuk menahan diri dengan tidak berkerumun, baik di tempat umum atau lingkungan kerja.

Sementara itu, Edi mengaku, sejak dilantik sebagai wali kota, sudah memberhentikan 18 ASN. Mulai dari kasus disiplin hingga akibat dari keputusan hukum yang diterima ASN bersangkutan.

“Ada dua hal yang paling berat untuk saya tandatangani surat keputusannya, yakni keputusan pemberhentian pegawai dan permohonan cerai,” ujarnya.

Sebelum menandatangani surat keputusan tersebut, Edi berkomunikasi dengan bidang kepegawaian untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar sudah tidak bisa dibina lagi dan tidak bisa berubah.

“Namun ada pula aturan-aturan apabila ada keputusan tetap dari pengadilan akibat tindak pidana yang dilakukan ASN bersangkutan, itu juga langsung diberhentikan,” ungkapnya.

Edi juga berpesan kepada ASN penerimaan tahun 2018 tersebut, untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, menerapkan kedisiplinan, jujur dan berintegritas. Hal itu sebagaimana tertuang dalam sumpah yang diucapkan para ASN. “Kalau saudara mengabdi dengan benar sesuai aturan, saya yakin apa yang saudara jalankan akan berjalan dengan baik dan ini yang diharapkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  ASN Dilarang Tambah Libur

Masyarakat, kata Edi, menginginkan pelayanan yang terbaik dari aparatur. Oleh sebab itu, ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. “Kinerja para ASN akan terus dievaluasi, laksanakanlah dengan penuh semangat. Jangan terpengaruh dengan lingkungan yang membawa semangat dalam bekerja itu berkurang,” pungkasnya

Anggota DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya meminta agar BKPSDM sebagai dinas yang mengemban tanggung jawab dalam pembinaan ASN dapat memberikan seminar atau sejenisnya setiap enam bulan sekali. Dalam isi seminar itu, dapat memberikan poin-poin tentang sikap tutur laku para ASN di lingkup Pemkot Pontianak.

Menurutnya, hal itu sangat penting sebagai  rambu bagi ASN agar tidak melakukan hal yang mencoreng nama lembaga tempat mereka bekerja. Seperti penggunaan narkoba, perceraian, tindakan kriminal ingin dia, di lingkup Pemkot Pontianak zero kasus. “Jika tidak diingatkan kadang mereka (ASN) bisa saja melakukannya,” tandasnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/