alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Pelabuhan Dwikora Ditutup

PONTIANAK – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalimantan Barat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak menutup aktivitas pelabuhan Dwikora Pontianak selama 24 hari kedepan. Terhitung sejak 7 Juli hingga 31 Juli 2021.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak Mohammad Kendeka Bastari mengatakan, penutupan aktivitas Pelabuhan Dwikora Pontianak ini berdasarkan surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 553/206/DISHUB-C tanggal 5 Juli 2021 perihal Pembatasan Berlabuh Kapal Penumpang di Pelabuhan Penumpang di Kalimantan Barat.

“Berdasarkan surat itu, maka Pelabuhan Pontianak akan meniadakan pelayanan naik dan turun penumpang sampai tanggal 31 Juli 2021,” kata Kendeka dihubungi Pontianak Post, Rabu (7/7) siang.

Sementara, kata Kendeka, masyarakat yang sudah terlanjur membeli tiket dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan jasa transportasi laut di Pelabuhan Dwikora, dipersilakan. Namun harus disertai dengan prokes yang ketat.

Menurut Kendeka, hari ini ada dua kapal yang masuk, yakni KM Bukit Raya Operator PT. Pelni Pelabuhan asal Serasan dan KM. Dharma Kartika VII operator PT. DLU pelabuhan asal Semarang.

Baca Juga :  17 Orang Pengunjung Warkop Reaktif

“Hari ini (kemarin) terakhir. Itu pun harus disertai dengan prokes yang ketat, seperti negatif PCR dan sertifikat vaksin,” lanjutnya.

Sedangkan untuk kapal yang mengangkut logistik masih berjalan normal. Jadi, kapal yang bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak hanya untuk bongkar muat logistik.

“Kegiatan kapal di Pelabuhan Pontianak dengan muatan logistik masih berjalan secara normal, hanya peniadaan pelayanan naik dan turun penumpang. Kapal penumpang hanya dapat menurunkan dan menaikkan logistik,” pungkasnya.

Sementara itu, Selly (18) salah satu penumpang KM Bukit Raya tujuan Pontianak-Natuna mengungkapkan, dirinya tidak diwajibkan menyertakan surat keterangan PCR negatif. Hanya surat Antigen negatif. Termasuk sertifikat vaksin Covid-19.

“Tidak. Saya tidak diminta PCR. Hanya antigen saja,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Dwikora Pontianak, kemarin.

Selly merupakan mahasiswa semester 2 di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Keberangkatannya ke Natuna karena libur semester. “Saya asli Natuna. Ini dalam rangka liburan semester,” katanya.

Baca Juga :  Masih Banyak Warga Ragu

Kuli Panggul Merana

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor usaha barang tetapi juga jasa. Salah satunya adalah kuli panggul atau porter di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Rajali misalnya. Laki-laki parohbaya sudah melakukan pekerjaannya sebagai kuli panggul sejak tahun 1988.

Ia mengaku, sejak pandemi Covid-19, pendapatannya berkurang drastis dari sebelum Covid-19. “Jauh berkurang bang. Kalau dulu kita bisa bawa pulang uang Rp400 ribu, sekarang Rp100-200 ribu pun payah. Malahan kadang-kadang nggak dapat,” kata Rajali ditemui Pontianak Post di Pelabuhan Dwikora Pontianak, kemarin.

Apalagi kata Rajali, saat ini pemerintah sedang memberlakukan pembatasan sampai penutupan aktivitas bongkar muat penumpang. “Ya mau gimana lagi. Kita juga tidak bisa menyalahkan pemerintah. Kondisinya juga seperti ini,” katanya.

Untuk mengatasi kurangnya pendapatannya, Rajali terpaksa harus menjadi pemasukan dari sektor lain, seperti jasa ojek atau bongkar muat barang di pelabuhan peti kemas.

“Mau ngga mau harus cari tambahan di luar. Kadang ngojek, kadang juga jadi kuli di pelabuhan peti kemas,” bebernya. (arf)

PONTIANAK – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kalimantan Barat, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak menutup aktivitas pelabuhan Dwikora Pontianak selama 24 hari kedepan. Terhitung sejak 7 Juli hingga 31 Juli 2021.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak Mohammad Kendeka Bastari mengatakan, penutupan aktivitas Pelabuhan Dwikora Pontianak ini berdasarkan surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat Nomor 553/206/DISHUB-C tanggal 5 Juli 2021 perihal Pembatasan Berlabuh Kapal Penumpang di Pelabuhan Penumpang di Kalimantan Barat.

“Berdasarkan surat itu, maka Pelabuhan Pontianak akan meniadakan pelayanan naik dan turun penumpang sampai tanggal 31 Juli 2021,” kata Kendeka dihubungi Pontianak Post, Rabu (7/7) siang.

Sementara, kata Kendeka, masyarakat yang sudah terlanjur membeli tiket dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan jasa transportasi laut di Pelabuhan Dwikora, dipersilakan. Namun harus disertai dengan prokes yang ketat.

Menurut Kendeka, hari ini ada dua kapal yang masuk, yakni KM Bukit Raya Operator PT. Pelni Pelabuhan asal Serasan dan KM. Dharma Kartika VII operator PT. DLU pelabuhan asal Semarang.

Baca Juga :  Yolanda Pulanglah! Ayahmu Mencarimu

“Hari ini (kemarin) terakhir. Itu pun harus disertai dengan prokes yang ketat, seperti negatif PCR dan sertifikat vaksin,” lanjutnya.

Sedangkan untuk kapal yang mengangkut logistik masih berjalan normal. Jadi, kapal yang bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak hanya untuk bongkar muat logistik.

“Kegiatan kapal di Pelabuhan Pontianak dengan muatan logistik masih berjalan secara normal, hanya peniadaan pelayanan naik dan turun penumpang. Kapal penumpang hanya dapat menurunkan dan menaikkan logistik,” pungkasnya.

Sementara itu, Selly (18) salah satu penumpang KM Bukit Raya tujuan Pontianak-Natuna mengungkapkan, dirinya tidak diwajibkan menyertakan surat keterangan PCR negatif. Hanya surat Antigen negatif. Termasuk sertifikat vaksin Covid-19.

“Tidak. Saya tidak diminta PCR. Hanya antigen saja,” katanya saat ditemui di Pelabuhan Dwikora Pontianak, kemarin.

Selly merupakan mahasiswa semester 2 di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Keberangkatannya ke Natuna karena libur semester. “Saya asli Natuna. Ini dalam rangka liburan semester,” katanya.

Baca Juga :  71 Kasus Terungkap saat Operasi Pekat

Kuli Panggul Merana

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor usaha barang tetapi juga jasa. Salah satunya adalah kuli panggul atau porter di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Rajali misalnya. Laki-laki parohbaya sudah melakukan pekerjaannya sebagai kuli panggul sejak tahun 1988.

Ia mengaku, sejak pandemi Covid-19, pendapatannya berkurang drastis dari sebelum Covid-19. “Jauh berkurang bang. Kalau dulu kita bisa bawa pulang uang Rp400 ribu, sekarang Rp100-200 ribu pun payah. Malahan kadang-kadang nggak dapat,” kata Rajali ditemui Pontianak Post di Pelabuhan Dwikora Pontianak, kemarin.

Apalagi kata Rajali, saat ini pemerintah sedang memberlakukan pembatasan sampai penutupan aktivitas bongkar muat penumpang. “Ya mau gimana lagi. Kita juga tidak bisa menyalahkan pemerintah. Kondisinya juga seperti ini,” katanya.

Untuk mengatasi kurangnya pendapatannya, Rajali terpaksa harus menjadi pemasukan dari sektor lain, seperti jasa ojek atau bongkar muat barang di pelabuhan peti kemas.

“Mau ngga mau harus cari tambahan di luar. Kadang ngojek, kadang juga jadi kuli di pelabuhan peti kemas,” bebernya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/