alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

17 Orang Pengunjung Warkop Reaktif

PONTIANAK-Sebanyak 200 orang pengunjung warung kopi Aming, dilakukan pemeriksaan uji cepat (rapid test), oleh tim gugus tugas penanganan covid-19, Sabtu (8/11) malam.

Hasilnya ditemukan 17 orang yang hasil uji cepatnya reaktif. Untuk mengetahui hasil covidnya, ke 17 orang itu langsung dilakukan uji usap (swab).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu langsung memimpin pengawasan protokol kesehatan di warkop tersebut. Kata Sidiq, kegiatan malam ini dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan guna mengetahui penyebaran covid di masyarakat berkeanaan dengan zona merah yang disandang Kota Pontianak.

“Sampai pukul 12 kurang 15 ini, kita sudah memeriksakan 200 orang pengunjung. Hasilnya ditemukan 17 orang pengunjung reaktif. Dari angka itu, 10 persen pengunjung warkop reaktif,” terang Handanu.

Baca Juga :  Anak Bangsa Klaim Temukan Alat Tes Korona, Hasil Keluar dalam 10 Menit

Sebagai tidak lanjutnya, ke 17 orang itu langsung dilakukan tes uji usap. Iapun meminta hasil uji usap ini dipercepat. Mudah-mudahan Senin sudah bisa diketahui hasilnya.

Dalam upaya memutus mata rantai covid-19, utamanya untuk di warung kopi, dipandang Handanu tidak menerapkan protokol kesehatan. Mereka tidak menjaga jarak. Itu yang membuatnya berinisiatif melakukan uji cepat pada semua pengunjung.

Hasil uji cepat itu, 10 persen pengunjung warkop reaktif. “Melihat hasil ini, untuk sementara saya berpendapat ada indikasi kafe ini sebagai tempat penularan covid,” ungkapnya.

Handanu melanjutkan, temuan reaktif tanpa gejala pada anak muda di warung kopi akan berbahaya jika mereka pulang ke rumah. Apalagi jika di rumah masing-masing miliki orang tua dan anak bayi. Mereka akan rentan terserang covid.

Baca Juga :  Kalbar Tetapkan Status KLB

Jika setiap malam kegiatan semacam ini terus bergulir. Ditambah pelaku usaha tidak menerapkan protokol kesehatan, zona merah di Pontianak akan semakin sulit diturunkan.

Selain di Warkop Aming, rencananya Minggu (hari ini) tim gugus tugas penanganan covid-19 akan melakukan hal yang sama di tempat keramaian. Seperti di GOR, dan beberapa tempat potensi menimbulkan keramaian massa. “Ini akan kami lakukan terus selama dua Minggu,” tegasnya.(iza)

PONTIANAK-Sebanyak 200 orang pengunjung warung kopi Aming, dilakukan pemeriksaan uji cepat (rapid test), oleh tim gugus tugas penanganan covid-19, Sabtu (8/11) malam.

Hasilnya ditemukan 17 orang yang hasil uji cepatnya reaktif. Untuk mengetahui hasil covidnya, ke 17 orang itu langsung dilakukan uji usap (swab).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu langsung memimpin pengawasan protokol kesehatan di warkop tersebut. Kata Sidiq, kegiatan malam ini dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan guna mengetahui penyebaran covid di masyarakat berkeanaan dengan zona merah yang disandang Kota Pontianak.

“Sampai pukul 12 kurang 15 ini, kita sudah memeriksakan 200 orang pengunjung. Hasilnya ditemukan 17 orang pengunjung reaktif. Dari angka itu, 10 persen pengunjung warkop reaktif,” terang Handanu.

Baca Juga :  38 Perwira Polres Sekadau Non Reaktif

Sebagai tidak lanjutnya, ke 17 orang itu langsung dilakukan tes uji usap. Iapun meminta hasil uji usap ini dipercepat. Mudah-mudahan Senin sudah bisa diketahui hasilnya.

Dalam upaya memutus mata rantai covid-19, utamanya untuk di warung kopi, dipandang Handanu tidak menerapkan protokol kesehatan. Mereka tidak menjaga jarak. Itu yang membuatnya berinisiatif melakukan uji cepat pada semua pengunjung.

Hasil uji cepat itu, 10 persen pengunjung warkop reaktif. “Melihat hasil ini, untuk sementara saya berpendapat ada indikasi kafe ini sebagai tempat penularan covid,” ungkapnya.

Handanu melanjutkan, temuan reaktif tanpa gejala pada anak muda di warung kopi akan berbahaya jika mereka pulang ke rumah. Apalagi jika di rumah masing-masing miliki orang tua dan anak bayi. Mereka akan rentan terserang covid.

Baca Juga :  Rumah Sakit Jangan Ambil Risiko

Jika setiap malam kegiatan semacam ini terus bergulir. Ditambah pelaku usaha tidak menerapkan protokol kesehatan, zona merah di Pontianak akan semakin sulit diturunkan.

Selain di Warkop Aming, rencananya Minggu (hari ini) tim gugus tugas penanganan covid-19 akan melakukan hal yang sama di tempat keramaian. Seperti di GOR, dan beberapa tempat potensi menimbulkan keramaian massa. “Ini akan kami lakukan terus selama dua Minggu,” tegasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/