alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Ayo Kurangi Penggunaan Plastik

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk menerapkan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Pesan tersebut disampaikan dia usai menghadiri fun walk dan senam zumba persis di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (7/12).

“Mulai detik ini, mari kita semua kurangi penggunaan sampah plastik demi kehidupan yang lebih baik,” ajak Wako.

Kaum ibu, diakui Wako, mempunyai peranan penting dalam mengelola sampah rumah tangga. Kaum ibu juga diharap dia mampu memberikan edukasi kepada anak-anaknya, agar membiasakan diri untuk tidak menggunakan plastik. Plastik yang dimaksud dia seperti pemakaian kantong, sedotan, dan sebagainya. Sengaja dalam kampanye ini mereka menyasar kaum ibu, dengan harapan bisa memulai untuk memilah sampah plastik di rumahnya masing-masing.

Tak dipungkiri Wako jika sampah plastik di Kota Pontianak merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran lingkungan. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menerbitkan dua Peraturan Wali Kota (Perwa), yakni Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pemilahan Sampah dan Nomor 6 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik.

Baca Juga :  Peradi Gelar Pendidikan Advokat

Edi menerangkan, dalam sehari rerata terdapat 350 hingga 400 ton sampah diproduksi warga untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini, diakui dia, menjadi beban dalam pengelolaan sampah di Kota Pontianak. Kondisi ini, menurut dia, belum ditambah dengan sampah-sampah yang dibuang ke sungai atau tempat-tempat yang tidak selayaknya. “Kampanye pengurangan sampah plastik ini sama sekali bukan artinya kita tidak menggunakan plastik sama sekali untuk keperluan sehari-hari, tetapi bagaimana kita secara cerdas memanfaatkan plastik untuk kegunaan yang bisa berulang,” terangnya.

Hal kecil yang bisa dilakukan dalam mengurangi sampah plastik, menurut dia adalah dengan membawa sendiri botol atau tumbler minuman. Dengan demikian, harapan dia bisa mengurangi sampah plastik dari botol minuman, seperti air mineral yang dibuang setelah digunakan. “Namun yang terpenting adalah bagaimana mengurangi penggunaan kantong plastik kresek. Saya berharap melalui kampanye bebas sampah plastik ini Kota Pontianak semakin bersih,” ungkap Edi.

Baca Juga :  BKKBN-BIN Kalbar Bahas Program Vaksinasi Massal Sasar Keluarga

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Ny. Yanieta Arbiastutie Kamtono menambahkan, kegiatan yang mereka gelar ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Ibu. Mereka ingin menampilkan kreativitas dan kearifan lokal. Sebagaimana tema yang diusung, mereka mengajak seluruh kaum perempuan untuk ikut berperan mengurangi sampah plastik. Caranya, sebut dia, dengan meminimalisir penggunaan plastik pada setiap aktivitas sehari-hari. “Seperti hari ini, semua peserta fun walk dan fun zumba menggunakan tumbler yang bisa digunakan berulang-ulang untuk membawa air minuman,” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti kurang lebih 2.500 peserta dengan dominasi pesertanya ibu-ibu. (iza)

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh warga Kota Pontianak untuk menerapkan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Pesan tersebut disampaikan dia usai menghadiri fun walk dan senam zumba persis di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (7/12).

“Mulai detik ini, mari kita semua kurangi penggunaan sampah plastik demi kehidupan yang lebih baik,” ajak Wako.

Kaum ibu, diakui Wako, mempunyai peranan penting dalam mengelola sampah rumah tangga. Kaum ibu juga diharap dia mampu memberikan edukasi kepada anak-anaknya, agar membiasakan diri untuk tidak menggunakan plastik. Plastik yang dimaksud dia seperti pemakaian kantong, sedotan, dan sebagainya. Sengaja dalam kampanye ini mereka menyasar kaum ibu, dengan harapan bisa memulai untuk memilah sampah plastik di rumahnya masing-masing.

Tak dipungkiri Wako jika sampah plastik di Kota Pontianak merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap pencemaran lingkungan. Bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah menerbitkan dua Peraturan Wali Kota (Perwa), yakni Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pemilahan Sampah dan Nomor 6 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik.

Baca Juga :  Harisson Sampaikan Persiapan Vaksinasi Covid-19

Edi menerangkan, dalam sehari rerata terdapat 350 hingga 400 ton sampah diproduksi warga untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini, diakui dia, menjadi beban dalam pengelolaan sampah di Kota Pontianak. Kondisi ini, menurut dia, belum ditambah dengan sampah-sampah yang dibuang ke sungai atau tempat-tempat yang tidak selayaknya. “Kampanye pengurangan sampah plastik ini sama sekali bukan artinya kita tidak menggunakan plastik sama sekali untuk keperluan sehari-hari, tetapi bagaimana kita secara cerdas memanfaatkan plastik untuk kegunaan yang bisa berulang,” terangnya.

Hal kecil yang bisa dilakukan dalam mengurangi sampah plastik, menurut dia adalah dengan membawa sendiri botol atau tumbler minuman. Dengan demikian, harapan dia bisa mengurangi sampah plastik dari botol minuman, seperti air mineral yang dibuang setelah digunakan. “Namun yang terpenting adalah bagaimana mengurangi penggunaan kantong plastik kresek. Saya berharap melalui kampanye bebas sampah plastik ini Kota Pontianak semakin bersih,” ungkap Edi.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Harga Ayam Naik Tinggi

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak, Ny. Yanieta Arbiastutie Kamtono menambahkan, kegiatan yang mereka gelar ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Ibu. Mereka ingin menampilkan kreativitas dan kearifan lokal. Sebagaimana tema yang diusung, mereka mengajak seluruh kaum perempuan untuk ikut berperan mengurangi sampah plastik. Caranya, sebut dia, dengan meminimalisir penggunaan plastik pada setiap aktivitas sehari-hari. “Seperti hari ini, semua peserta fun walk dan fun zumba menggunakan tumbler yang bisa digunakan berulang-ulang untuk membawa air minuman,” ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini diikuti kurang lebih 2.500 peserta dengan dominasi pesertanya ibu-ibu. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/