alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

IPAI Minta Bersinergi dengan Pemda

PONTIANAK – Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) berharap dapat saling bekerja sama serta bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) melalui program-program yang bergerak di bidang kesehatan. Penata Anestesi yang punya peran dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, sehingga diharapkan dapat merealisasikan peran tersebut melalui program yang berkesinambungan dengan pemda. Hal inilah yang ditekankan oleh Ketua DPP IPAI,  Dorce Tandung, saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah II IPAI Kalimantan Barat, Sabtu (7/12) di Hotel Mercure Pontianak.

“Saya kita untuk program-program terkait kompetensi yang dimilki penata anestesi, seyogianya mereka diikutsertakan untuk mendukung pembangunan program kesehatan, khususnya di Pontianak,” ungkap dia.

Menurutnya, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penata anestesi, pada jenjang ahli maupun madya, adalah memberikan pandangan atau penilaian. Penilaian yang dimaksud dia, tentu saja terhadap suatu regulasi di bidang kesehatan, yang dianggap tidak sesuai lagi dengan kebutuhan. “Apabila ada regulasi yang dirasakan sudah expired karena tidak sesuai, tupoksi mereka adalah melakukan review dan melaporkannya kepada pemda setempat,” kata dia.

Baca Juga :  Seminar Parenting POMG SDIT Al Mumtaz

Di sisi lain, para penata anestesi yang sudah diambil sumpahnya diharapkan diia bisa menjalankan profesinya dengan baik dan profesional. Dia meminta kepada DPD IPAI Kalbar untuk meningkatkan mutu anggotanya, supaya tujuan organisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, dapat terwujud.

Seminar Nasional dan Musyawarah II IPAI Kalimantan Barat, yang mengangkat tema Pelayanan Anestesi yang Komprehensif Berorientasikan Pada Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien ini, digelar sepanjang 6 – 7 Desember. Dalam kegiatan tersebut, juga dipilih Ketua IPAI periode 2019 – 2024, sekaligus pengambilan sumpah profesi penata anestesi.

Ketua DPD IPAI Kalimantan Barat, Saiman, tak memungkiri bahwa kompetensi yang dimiliki olah para penata anestesi di daerah ini sudah cukup berkualitas. Hanya saja, mutu pelayanan, menurut dia, harus terus ditingkatkan, terutama dalam hal dokumentasi informasi anestesi. “Selama ini yang diketahui orang pekerjaan kita hanya soal bius dan membius. Ke depan harusnya ada dokumentasi yang mengarah pada mutu dan kualitas pelayanan anestesi,” tutur Saiman. (sti)

PONTIANAK – Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) berharap dapat saling bekerja sama serta bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) melalui program-program yang bergerak di bidang kesehatan. Penata Anestesi yang punya peran dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, sehingga diharapkan dapat merealisasikan peran tersebut melalui program yang berkesinambungan dengan pemda. Hal inilah yang ditekankan oleh Ketua DPP IPAI,  Dorce Tandung, saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah II IPAI Kalimantan Barat, Sabtu (7/12) di Hotel Mercure Pontianak.

“Saya kita untuk program-program terkait kompetensi yang dimilki penata anestesi, seyogianya mereka diikutsertakan untuk mendukung pembangunan program kesehatan, khususnya di Pontianak,” ungkap dia.

Menurutnya, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) penata anestesi, pada jenjang ahli maupun madya, adalah memberikan pandangan atau penilaian. Penilaian yang dimaksud dia, tentu saja terhadap suatu regulasi di bidang kesehatan, yang dianggap tidak sesuai lagi dengan kebutuhan. “Apabila ada regulasi yang dirasakan sudah expired karena tidak sesuai, tupoksi mereka adalah melakukan review dan melaporkannya kepada pemda setempat,” kata dia.

Baca Juga :  Polisi Sita 15 Ekor Burung Kasturi 

Di sisi lain, para penata anestesi yang sudah diambil sumpahnya diharapkan diia bisa menjalankan profesinya dengan baik dan profesional. Dia meminta kepada DPD IPAI Kalbar untuk meningkatkan mutu anggotanya, supaya tujuan organisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, dapat terwujud.

Seminar Nasional dan Musyawarah II IPAI Kalimantan Barat, yang mengangkat tema Pelayanan Anestesi yang Komprehensif Berorientasikan Pada Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien ini, digelar sepanjang 6 – 7 Desember. Dalam kegiatan tersebut, juga dipilih Ketua IPAI periode 2019 – 2024, sekaligus pengambilan sumpah profesi penata anestesi.

Ketua DPD IPAI Kalimantan Barat, Saiman, tak memungkiri bahwa kompetensi yang dimiliki olah para penata anestesi di daerah ini sudah cukup berkualitas. Hanya saja, mutu pelayanan, menurut dia, harus terus ditingkatkan, terutama dalam hal dokumentasi informasi anestesi. “Selama ini yang diketahui orang pekerjaan kita hanya soal bius dan membius. Ke depan harusnya ada dokumentasi yang mengarah pada mutu dan kualitas pelayanan anestesi,” tutur Saiman. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/