alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Hari H Pencoblosan, KPU Ingatkan Prokes dan Netralitas Penyelenggara

PONTIANAK–Rabu (9/12) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar. Masyarakat dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Kabupaten Ketapang dipastikan akan datang ke TPS-TPS yang sudah disiapkan panitia pelaksana.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat berpesan tidak hanya sukses dari segi penyelenggara, tetapi segi kepatuhan Protokol Kesehatan (Prokes) dapat berjalan.

“Kami pesankan kepada penyelenggara pilkada, netralitas tetap dijaga agar hajatan Pilkada 7 Kabupaten berlangsung sukses, aman dan lancar,” ungkap Ramdan, Ketua KPU Kalbar, Selasa(8/12) di Pontianak.

Menurut dia untuk netralitas penyelenggara, KPU Kalbar sudah mengirimkan surat kepada ketua, anggota KPU kabupaten, sekretariat, jajaran PPK, KPPS, termasuk petugas ketertiban. Surat tersebut intinya berkaitan dalam menjaga netralitas dan independensi para penyelenggara.

“Kami sudah layangkan surat kepada KPU kabupaten dan jajaran di bawah. Harapannya supaya ketertiban hasil pilkada dapat terjamin,” ujarnya.

Baca Juga :  Klaim Asuransi Tak Kunjung Cair

Nah soal kesiapan logistik pemilu dan logistik dukungan Prokes sudah beres semua di lapangan. Sesuai tahapan, bergeser dari KPU kabupaten, kecamatan, desa hingga TPS terujung sekalipun. “Semuanya sudah sesuai tahapan,” tukas dia.

Kepada penyelenggara pemunggutan suara 7 Kabupaten, KPU Kalbar meminta tetap menetapkan Prokes. Semua pihak terkait proses pilkada, mulai dari pemilih, penyelanggara berupa PPK, KPPS, petugas ketertiban, Baswaslu dan siapa saja wajib mempergunakan masker.

Di tempat pencoblosan juga disiapkan tempat cuci tangan disertai air mengalir. Disebelahnya diletakan sabun cuci tangan juga. Nah sebelum masuk TPS, suhu tubuh pemilih juga diukur. Suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius, diperbolehkan masuk bilik TPS umum. Di atas ukuran tersebut disiapkan TPS khusus tersendiri.

“Kepada pemilih yang ukuran suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius, dipersilahkan membawa formulir pemberitahuan datang ke TPS bersama e-KTP,” ucapnya.

Baca Juga :  Bagikan Sembako Bersama Relawan

Kegiatan di bilik suara, para pemilih juga diberikan sarung tangan sekali pakai untuk mencoblos. Sarung tangan yang sudah terpakai tersebut selanjutnya dibuang ke tempatg sampah disiapkan panitia.

“Nah, penyelenggara juga menyiapkan tisu keting untuk dilap. Tidak dibenarkan bahwa sarung tangan di bawa pulang ke rumah. Pemilih juga diminta tidak berkerumun pada waktu datang ke TPS,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan bahwa pemilih tidak boleh berkerumum, bersentuhan dan menjaga jarak. TPS-TPS juga disemprort secara berkala. Sebelum pelaksanaa, pertengahan dan persiapan waktu perhitungan, untuk TPS akan disemprot.

“Ini untuk kondisi penyesuaian Covid-19. Kepada warga diimbau jangan khawatir. Petugas juga sebelumnya sudah dilakukan rapid test. Artinya dari penyelenggara, prokes tetap menjadi prioritas,” tukasnya.(den)

PONTIANAK–Rabu (9/12) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar. Masyarakat dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Kabupaten Ketapang dipastikan akan datang ke TPS-TPS yang sudah disiapkan panitia pelaksana.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat berpesan tidak hanya sukses dari segi penyelenggara, tetapi segi kepatuhan Protokol Kesehatan (Prokes) dapat berjalan.

“Kami pesankan kepada penyelenggara pilkada, netralitas tetap dijaga agar hajatan Pilkada 7 Kabupaten berlangsung sukses, aman dan lancar,” ungkap Ramdan, Ketua KPU Kalbar, Selasa(8/12) di Pontianak.

Menurut dia untuk netralitas penyelenggara, KPU Kalbar sudah mengirimkan surat kepada ketua, anggota KPU kabupaten, sekretariat, jajaran PPK, KPPS, termasuk petugas ketertiban. Surat tersebut intinya berkaitan dalam menjaga netralitas dan independensi para penyelenggara.

“Kami sudah layangkan surat kepada KPU kabupaten dan jajaran di bawah. Harapannya supaya ketertiban hasil pilkada dapat terjamin,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Peran Millenial Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Nah soal kesiapan logistik pemilu dan logistik dukungan Prokes sudah beres semua di lapangan. Sesuai tahapan, bergeser dari KPU kabupaten, kecamatan, desa hingga TPS terujung sekalipun. “Semuanya sudah sesuai tahapan,” tukas dia.

Kepada penyelenggara pemunggutan suara 7 Kabupaten, KPU Kalbar meminta tetap menetapkan Prokes. Semua pihak terkait proses pilkada, mulai dari pemilih, penyelanggara berupa PPK, KPPS, petugas ketertiban, Baswaslu dan siapa saja wajib mempergunakan masker.

Di tempat pencoblosan juga disiapkan tempat cuci tangan disertai air mengalir. Disebelahnya diletakan sabun cuci tangan juga. Nah sebelum masuk TPS, suhu tubuh pemilih juga diukur. Suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius, diperbolehkan masuk bilik TPS umum. Di atas ukuran tersebut disiapkan TPS khusus tersendiri.

“Kepada pemilih yang ukuran suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius, dipersilahkan membawa formulir pemberitahuan datang ke TPS bersama e-KTP,” ucapnya.

Baca Juga :  Memanfaatkan Lahan Sempit untuk Ditanami Cabai, Kini Tindakan Coba-coba Itu Bercuan Pedas

Kegiatan di bilik suara, para pemilih juga diberikan sarung tangan sekali pakai untuk mencoblos. Sarung tangan yang sudah terpakai tersebut selanjutnya dibuang ke tempatg sampah disiapkan panitia.

“Nah, penyelenggara juga menyiapkan tisu keting untuk dilap. Tidak dibenarkan bahwa sarung tangan di bawa pulang ke rumah. Pemilih juga diminta tidak berkerumun pada waktu datang ke TPS,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan bahwa pemilih tidak boleh berkerumum, bersentuhan dan menjaga jarak. TPS-TPS juga disemprort secara berkala. Sebelum pelaksanaa, pertengahan dan persiapan waktu perhitungan, untuk TPS akan disemprot.

“Ini untuk kondisi penyesuaian Covid-19. Kepada warga diimbau jangan khawatir. Petugas juga sebelumnya sudah dilakukan rapid test. Artinya dari penyelenggara, prokes tetap menjadi prioritas,” tukasnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/